Iran Pasang Billboard Raksasa Ancam Bunuh Trump, Wajah Presiden AS Dipajang di Balik Jeruji

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Iran memajang papan reklame dan spanduk berukuran raksasa di sejumlah sudut Teheran yang berisi ancaman terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Salah satu pesan paling mencolok terpampang di Alun-alun Enghelab, kawasan ramai di ibu kota Iran tersebut.

"Kami akan membunuh Trump," demikian bunyi tulisan pada billboard raksasa yang dilaporkan AFP, Selasa (3/11/2026). Dalam versi bahasa Inggris, papan reklame itu menampilkan kalimat "We Will Kill Trump".

Pesan tersebut disertai ilustrasi Trump yang berada di balik jeruji besi dengan kepala tertunduk. Berbagai desain lain yang mengejek dan menggambarkan ancaman pembalasan terhadap Presiden AS itu juga menghiasi sejumlah lokasi di Teheran.

Pajangan bernada serupa semakin sering muncul sejak perang pecah pada 28 Februari lalu. Konflik tersebut bermula ketika serangan AS dan Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Di Alun-alun Tajrish, Teheran bagian utara, sebuah pameran terbuka menampilkan sejumlah lukisan Trump. Salah satunya memperlihatkan wajah Presiden AS itu berlumuran darah di tanah dengan sebuah kaki menginjak kepalanya.

Lukisan lainnya menggambarkan sebuah bom menutupi wajah Trump. Karya tersebut diduga merujuk pada lukisan surealis Belgia Rene Magritte berjudul The Son of Man yang dibuat pada 1964.

Tidak jauh dari lokasi pameran, terdapat replika sel penjara berukuran sebenarnya. Seorang aktor memerankan Trump dan digambarkan menghabiskan waktu di dalam sel, sementara layar di dekatnya menampilkan gambar kerusakan akibat serangan AS terhadap Iran.

Teheran menuduh Trump sengaja memerintahkan penargetan lokasi sipil selama perang, termasuk sebuah sekolah dan acara pernikahan. Serangan tersebut disebut menewaskan puluhan orang, di antaranya perempuan dan anak-anak.

Billboard dan mural bernada politik bukan hal baru di Iran. Sejak Revolusi Islam 1979, media visual yang didukung negara itu kerap digunakan untuk menghormati sekutu, mengenang tokoh militer, serta menyampaikan pesan politik kepada negara-negara yang dianggap sebagai musuh, terutama AS dan Israel.

Baca Juga: Perang AS-Iran Terancam Meletus Lagi, Trump Pamer Rencana Serangan 10 Menit

Kemunculan pesan-pesan terbaru tersebut berlangsung ketika upaya diplomatik kembali digencarkan untuk mendorong Teheran dan Washington berunding guna mencegah perang semakin meluas. Konflik yang menjalar ke berbagai wilayah Timur Tengah itu juga telah memicu kenaikan harga secara global.

Di tengah ketegangan tersebut, Trump menyatakan peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran masih terbuka. Pernyataan itu disampaikan pada Selasa (3/11), bertepatan dengan pemilu sela AS yang berlangsung di tengah ketidakpuasan sebagian pemilih terhadap perang Iran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
6 Skandal Penyadapan Paling Menghebohkan Dunia, dari Watergate hingga Pegasus
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Bantah Terlibat, Istri Sah Tersangka Pembunuhan di Madiun Akhirnya Buka Suara Soal Pengkhianatan Suami dan Pernikahan Siri
• 16 jam lalugrid.id
thumb
Disney Berencana Kembali PHK Ribuan Karyawan untuk Pangkas Biaya
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Guntur Romli PDIP: Penyadapan Terhadap Presiden Kejahatan Serius dan Makar
• 13 jam laludetik.com
thumb
TEP ITB Bangun Taman Baca di Jayapura
• 17 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.