Harga Minyak Stagnan, Brent Masih USD104 per Barel

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Houston: Harga minyak bergerak terbatas pada Selasa, 3 November 2026, menyusul pernyataan Presiden Donald Trump yang akan menghentikan bantuan kepada Israel, serta di tengah harapan adanya kemajuan diplomatik antara AS dan Iran.

Dikutip dari Investing, Rabu, 4 November 2026, minyak mentah berjangka Brent, sebagai acuan global, turun 0,4 persen dan ditutup pada harga USD104,38 per barel. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 0,3 persen dan ditutup pada harga USD96,76 per barel. Trump menghentikan bantuan untuk Israel Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menyatakan akan menghentikan bantuan senilai USD4 miliar kepada Israel pada akhir tahun ini. Trump menyebutkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah menyetujui penghentian bantuan tersebut. 

Presiden AS itu juga berpendapat Israel tidak lagi memerlukan pendanaan tersebut karena telah menjadi negara yang sangat sukses.

Baca Juga :

KSSK Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Jadi 5,4-5,5%

(Ilustarsi. Foto: Dok ICDX) Harapan diplomasi AS-Iran Sementara itu, harapan akan kemajuan diplomatik antara AS dan Iran tetap tinggi, meskipun sempat mengalami beberapa kendala. Mohsen Rezaei, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, pada hari Selasa mengatakan tanggapan AS terhadap usulan Iran untuk mengakhiri konflik tidak meyakinkan.

"Mereka harus menanggapi tujuh syarat yang diajukan Iran secara penuh dan eksplisit, serta menindaklanjutinya. Hanya dengan cara itulah Selat Hormuz akan dibuka kembali," tambah Rezaei. 

Syarat-syarat tersebut mencakup tuntutan seperti penghentian permusuhan di semua lini dan pencairan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan.

The Wall Street Journal juga melaporkan, dengan mengutip pejabat AS, Amerika Serikat telah melakukan serangan terhadap Pulau Qeshm milik Iran pada Senin. 

Laporan tersebut menyebutkan serangan itu merupakan bagian dari serangkaian serangan terbatas yang dilakukan AS terhadap Iran dalam beberapa pekan terakhir, Washington berupaya untuk tidak memberikan kesan akan kembali melancarkan kampanye militer yang lebih luas. Qeshm terletak di Selat Hormuz, jalur perairan yang sangat krusial bagi pengiriman minyak global.

Serangan yang dilaporkan tersebut membuat para pedagang tetap waspada terhadap risiko gangguan lebih lanjut pada arus minyak dari kawasan Teluk Persia, yang sebelumnya sempat menunjukkan pemulihan.

Harga minyak mentah merosot pada Senin setelah para pejabat AS mengisyaratkan preferensi untuk melakukan perundingan. Hal ini meredakan kekhawatiran Washington mungkin akan kembali melancarkan kampanye militer yang lebih luas pasca pemilihan paruh waktu AS pada Selasa. 

Penurunan harga juga dipicu oleh laporan media pemerintah Iran yang menyatakan Pemimpin Tertinggi telah memberikan wewenang tertentu untuk mengupayakan dialog dengan AS, sebuah informasi yang merujuk pada pernyataan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan diskusi dengan pihak penengah dari Qatar masih terus berlangsung. Pembicaraan tersebut berfokus pada kemungkinan kerangka kerja untuk mengakhiri konflik dan memulihkan stabilitas di kawasan tersebut.

"Kami menghargai peran positif yang dimainkan oleh Qatar dan Oman, serta terus melanjutkan dialog dengan Arab Saudi. Tujuan kami adalah mencapai pengaturan keamanan regional baru yang dijalankan oleh negara-negara di kawasan itu sendiri, tanpa kehadiran militer asing," ujar Araghchi melalui media sosial.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Festival Dalang Anak 2026 Jadi Ruang Unjuk Bakat Generasi Muda
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Polri Rotasi 264 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan Penting di Mabes hingga Daerah Berganti
• 15 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Harga Emas Stagnan Sepanjang 2026, Analis Sebut Penguatan Dolar AS Berpengaruh Besar
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Peringatan Dini BMKG Hujan Indonesia 5-6 November 2026: 11 Wilayah Waspada Hujan Sedang-Lebat
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
China Larang Sementara IPO usai Pasar Saham Anjlok Tajam
• 18 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.