Pemilu Sela AS Jadi Ujian Trump, Demokrat Berpeluang Rebut Kendali Kongres

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Warga memberikan suara dalam pemilu sela Amerika Serikat di Old Stone School, Hillsboro, Virginia, Amerika Serikat, Selasa (3/11/2026). (Sumber: AP Photo/John McDonnell)

WASHINGTON D.C., KOMPAS.TV - Warga Amerika Serikat (AS) memberikan suara dalam pemilu sela (midterm elections), Selasa (3/11/2026) waktu setempat. Pemungutan suara ini menjadi ujian bagi Presiden Donald Trump sekaligus penentu apakah Partai Republik dapat mempertahankan kendali atas Kongres AS.

Pemilu berlangsung di tengah ketidakpuasan sebagian warga terhadap tingginya harga kebutuhan pokok dan perang dengan Iran yang tidak populer. Kedua isu tersebut menjadi perhatian utama pemilih dan berpotensi memengaruhi hasil pemungutan suara.

Seperti dikutip dari The Associated Press (AP), Partai Demokrat menunjukkan optimisme untuk merebut kembali kendali parlemen AS. Sementara itu, Partai Republik berupaya mempertahankan mayoritas di Senat.

Demokrat membutuhkan tambahan bersih tiga kursi untuk menguasai parlemen yang memiliki 435 anggota. Adapun untuk merebut mayoritas di Senat yang beranggotakan 100 senator, Demokrat membutuhkan tambahan bersih empat kursi.

Persaingan di kedua kamar Kongres diperkirakan berlangsung ketat. Perubahan hanya satu atau dua kursi dapat menentukan partai yang menguasai lembaga legislatif tersebut.

Hingga Senin (2/11/2026), lebih dari 57 juta warga AS telah memberikan suara lebih awal. Angka tersebut melampaui jumlah pemilih awal dalam pemilu sela empat tahun sebelumnya di sejumlah negara bagian yang menjadi medan persaingan utama.

Harga Kebutuhan Pokok Jadi Isu Utama

Tingginya biaya hidup menjadi salah satu persoalan yang membayangi Partai Republik menjelang pemungutan suara. Partai Demokrat menilai Trump belum memenuhi janjinya untuk menekan kenaikan harga kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Pemilu Sela AS: Hanya 25 Persen Warga Setujui Penanganan Ekonomi Trump

Ketidakpuasan terhadap kebijakan ekonomi pemerintah juga tercermin dari pernyataan sejumlah pemilih.

James Moore, seorang pustakawan berusia 57 tahun di Raleigh, Carolina Utara, mengatakan dirinya memilih Partai Demokrat karena merasa beban pajak dan biaya kesehatan semakin meningkat.

"Saya membayar pajak lebih besar. Saya membayar lebih mahal untuk layanan kesehatan. Saya membayar lebih mahal untuk semuanya," kata Moore.

Ia berharap lebih banyak anggota Kongres dari Partai Demokrat dapat mengawasi dan menentang kebijakan Trump.

Namun, tidak semua pemilih memiliki pandangan serupa. Mark Barker, warga Palm Beach Gardens, Florida, mengatakan tetap mendukung Trump karena menilai kebijakan presiden tersebut sudah berjalan baik.

"Saya terus mengikuti Trump sepanjang waktu. Saya benar-benar merasa dia melakukan pekerjaan yang luar biasa," ujar Barker.

Trump Turun Langsung Kampanye

Trump turut aktif berkampanye untuk membantu Partai Republik mempertahankan mayoritas di Kongres. Dalam beberapa pekan terakhir, ia menggelar puluhan kampanye, termasuk di negara bagian yang selama ini menjadi basis kuat Partai Republik.

Dalam kampanye terakhirnya di Salina, Kansas, pada Minggu (1/11), Trump meminta para pendukungnya menganggap dirinya ikut bertarung dalam pemilu.

"Saya benar-benar ingin kalian berpura-pura bahwa nama saya ada dalam surat suara," kata Trump.

Keterlibatan Trump menunjukkan pentingnya pemilu sela bagi masa depan politiknya. Meski tidak mencalonkan diri sebagai presiden, hasil pemilu akan menentukan kekuatan politik yang dimiliki pemerintahannya dalam dua tahun terakhir masa jabatan.

Demokrat Bisa Perketat Pengawasan terhadap Trump

Hasil pemilu sela akan menentukan arah politik AS hingga akhir masa jabatan kedua Trump. Selama ini, Kongres yang dikuasai Partai Republik cenderung mendukung sebagian besar agenda pemerintahannya.

Jika Demokrat berhasil merebut kendali salah satu kamar Kongres, mereka akan memiliki ruang lebih besar untuk mengawasi pemerintahan Trump melalui penyelidikan dan pemeriksaan terhadap kebijakan maupun pejabat pemerintah.

Baca Juga: Bantuan Trump untuk Israel Jadi Sasaran Kritik Demokrat dalam Pemilu Sela AS

AP melaporkan, sejumlah pejabat pemerintahan Trump berpotensi menjadi sasaran penyelidikan jika Demokrat memperoleh kendali Kongres. Mereka antara lain Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan mantan penasihat utama Trump, Elon Musk.

Kemenangan besar Demokrat juga dapat memperkuat posisi sejumlah tokoh partai tersebut yang berpotensi maju dalam pemilihan presiden 2028. Di antaranya Gubernur California Gavin Newsom, Gubernur Illinois JB Pritzker, dan mantan Menteri Transportasi Pete Buttigieg.

Sebaliknya, kekalahan Partai Republik dapat menyulitkan Wakil Presiden J.D. Vance dan tokoh-tokoh lain yang berupaya membangun dukungan politik menjelang pemilihan presiden berikutnya.

Meski demikian, Partai Republik masih berupaya mempertahankan keunggulan melalui dukungan pendanaan kampanye dan strategi pemetaan ulang daerah pemilihan. 

Persaingan yang ketat membuat hasil akhir pemilu sela kali ini diperkirakan berlangsung sengit hingga penghitungan suara selesai. Upaya Partai Republik mengubah peta daerah pemilihan untuk memperbesar peluang kemenangan juga belum tentu membuahkan hasil sesuai harapan.

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Tussie Ayu Editor : Desy-Afrianti

Sumber : The Associated Press

Tag
  • pemilu sela
  • trump
  • kongres
  • demokrat
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Enam Kecamatan di Garut Masuk Wilayah Rawan Banjir
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Sudah Tahu Disadap Listyo Sigit, Begini Sikap Presiden Saat Dikabari
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Real Madrid Pantau Bek Arsenal Riccardo Calafiori untuk Perkuat Sektor Kiri
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
OJK Luncurkan Tiga Pedoman Produk Perbankan Syariah untuk Perkuat Pembiayaan UMKM dan Sektor Riil
• 5 jam lalupantau.com
thumb
3 Anggota DPRD Asal Gerindra yang Tersandung Kasus Narkoba Resmi Dipecat
• 19 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.