Jakarta, VIVA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Rabu, 4 November 2026, dengan pelemahan. Indeks saham domestik langsung dibuka di zona merah dan tekanan jual berlanjut pada menit-menit awal perdagangan.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG dibuka di level 4.856,96. Angka tersebut turun 47,33 poin atau setara 0,97 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan semakin dalam setelah pembukaan. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG tercatat berada di level 4.831,14, terkoreksi 73,15 poin atau 1,49 persen.
Posisi tersebut juga tidak jauh dari level terendah indeks pada awal perdagangan, yakni 4.828,92. Dengan demikian, IHSG sempat mengalami penurunan sekitar 1,54 persen.
Aktivitas transaksi di pasar saham pada awal sesi tercatat mencapai 11,58 juta lot. Sementara itu, nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp293,31 miliar.
Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan jual masih membayangi perdagangan saham sejak awal sesi. IHSG belum mampu keluar dari zona negatif setelah dibuka melemah.
IHSG Mengawali Perdagangan di Bawah TekananPelemahan IHSG pada awal perdagangan menjadi perhatian pelaku pasar karena indeks langsung bergerak turun sejak pembukaan. Koreksi hampir 1 persen saat pembukaan kemudian bertambah menjadi sekitar 1,49 persen pada pukul 09.00 WIB.
Level 4.831,14 yang dicatatkan pada menit awal perdagangan memperlihatkan indeks berada di dekat posisi terendah sesi tersebut. Kondisi ini mencerminkan tekanan terhadap pergerakan saham-saham di pasar domestik pada awal perdagangan.
Dari sisi transaksi, volume sebesar 11,58 juta lot dengan nilai Rp293,31 miliar menunjukkan aktivitas perdagangan telah berlangsung sejak sesi pertama dibuka.
Pergerakan IHSG selanjutnya akan menjadi perhatian investor untuk melihat apakah tekanan jual berlanjut atau indeks berpeluang bergerak lebih stabil sepanjang perdagangan.
Ketidakpastian Global dan Domestik Membayangi Pasar SahamPergerakan pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih menghadapi tekanan pada Rabu, 4 November 2026. Ketidakpastian global dan perkembangan di dalam negeri menjadi sejumlah faktor yang dicermati investor.
Di tengah kondisi tersebut, pelaku pasar turut memperhatikan berbagai perkembangan yang berpotensi memengaruhi sentimen investasi. Namun, pergerakan IHSG pada awal sesi perdagangan telah menunjukkan indeks berada dalam tekanan sejak pembukaan.
Sejumlah perkembangan domestik dan internasional menjadi perhatian pasar, termasuk dinamika politik, data ekonomi Amerika Serikat, serta kondisi stabilitas sistem keuangan Indonesia.





