HARIAN.FAJAR.CO.ID, VILLARREAL—Villarreal dihancurkan PSG di kandangnya pada matchday keempat Liga Champions hari ini.
Enam gol PSG dicetak João Neves (9′), Doué (12′), Mayulu (13′), Fabián Ruiz (17′, 50′), dan Boly (78′).
Bagi Pelatih Villarreal, Iñigo Pérez itu kekalahan yang sangat buruk. “Kami mengawali pertandingan dengan buruk, namun setelah kebobolan beberapa gol dalam waktu yang sangat berdekatan, pukulan tersebut terlalu berat untuk diatasi—kami bahkan tidak mampu mendekati mereka untuk mencoba mengubah jalannya pertandingan,” keluhnya di situs UEFA.
Menurut Iñigo Pérez, para pemainnya sangat kecewa. “Skuad sangat menyadari betapa seriusnya situasi ini dan performa yang kami tampilkan. Saat Anda kalah dengan cara seperti hari ini, wajar jika merasa terpukul. Mengenai kondisi saya pribadi, itu tidak penting. Yang paling menyakitkan adalah kegagalan saya dalam menjaga kepercayaan yang diberikan kepada saya—saya mengecewakan para pemain karena tidak membekali mereka dengan sarana untuk mencegah hal ini terjadi, dan saya juga mengecewakan orang-orang yang datang menyaksikan pertandingan hari ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Iñigo Pérez menegaskan bahwa mereka perlu melakukan evaluasi. “Ketika Anda kalah 6-0, Anda harus mengevaluasi bagaimana pertandingan tersebut didekati dan ditangani, lalu melakukan perbaikan,” tandasnya.
Luis Enrique, pelatih PSG sementara itu sangat puas. “Dalam sepak bola, saya pernah melihat tim mencetak tiga gol hanya dalam lima menit. Tidak ada gunanya mencoba bertahan; Anda harus terus menyerang. Jika kami yang kebobolan sebanyak itu dalam waktu sesingkat itu, kami pun akan menghadapi kesulitan yang sama seperti yang dialami Villarreal,” katanya.
Dengan hasil ini, PSG nyaman di puncak klasemen dengan torehan 20 gol dalam empat pertandingan yang seluruhnya mereka menangi.
“Ini tidak berarti apa-apa. Hanya akan ada satu juara di babak final di Madrid, dan tujuan kami adalah menjadi juara di sana. Pada musim-musim sebelumnya, kami pernah memenangkan gelar juara meskipun tidak finis di posisi delapan besar pada akhir fase liga,” tegasnya.
“Itulah pendekatan yang selalu kami coba terapkan. Jika ada satu hal yang telah ditunjukkan oleh tim ini, itu adalah konsistensi—kemampuan untuk tampil dan meraih kemenangan, terlepas dari adanya pemain yang cedera atau di stadion mana pun kami bermain. Kami jauh lebih unggul karena kami cukup beruntung bisa merebut kembali bola di area yang sangat dekat dengan gawang lawan. Villarreal adalah tim yang sangat saya sukai. Situasi ini sungguh berat bagi mereka, saya turut prihatin,” tandasnya. (amr)





