Pasar Saham A Tiongkok Anjlok Parah, Ekonomi Melambat, PKT Gelar Pembahasan Darurat untuk Menyelamatkan Pasar

erabaru.net
1 jam lalu
Cover Berita

Setelah pasar saham Tiongkok mencatat penurunan bulanan terburuk dalam lebih dari satu dekade pada Oktober, otoritas pengawas keuangan Partai Komunis Tiongkok (PKT) bersiap mengundang perwakilan bank, perusahaan sekuritas, dan lembaga pengelola dana untuk mengadakan pertemuan.

EtIndonesia.com Pada 2 Oktober, Bank Sentral Tiongkok mengumumkan bahwa pada tanggal 3 Oktober akan memulai operasi Swap Facility for Securities, Funds and Insurance Companies (SFISF), yaitu fasilitas pertukaran bagi perusahaan sekuritas, dana investasi, dan perusahaan asuransi.

Pada hari itu, pasar saham Tiongkok ditutup menguat setelah munculnya kabar mengenai rencana tersebut. Namun, para pakar menilai bahwa langkah PKT ini masih merupakan kebijakan yang hanya mengatasi gejala, bukan akar permasalahan.

Pada Oktober, pasar saham Tiongkok sempat dibuka menguat, tetapi kemudian terus berfluktuasi dan merosot. Menyikapi kondisi tersebut, sektor keuangan PKT tengah mempersiapkan serangkaian kebijakan baru yang disebut sebagai langkah terpadu untuk menstabilkan pasar.

Sejumlah media resmi PKT telah lebih dahulu mengumumkan bahwa Bank Rakyat Tiongkok, Komisi Regulasi Sekuritas Tiongkok, dan Administrasi Regulasi Keuangan Nasional akan mengadakan dua pertemuan pada 2 November.

Kedua pertemuan tersebut masing-masing akan membahas pemanfaatan instrumen pendukung pasar modal serta penyempurnaan kebijakan pinjaman kembali untuk pembelian kembali dan penambahan kepemilikan saham.

Kebijakan tersebut berarti bank akan menyediakan dana untuk mendukung perusahaan tercatat dan pemegang sahamnya dalam membeli kembali saham.

Pihak luar menduga bahwa berbagai langkah tersebut merupakan persiapan pemerintah untuk menstabilkan pasar saham.

“Alasan utama penurunan A-share kali ini adalah karena National Team (dana investasi yang dikendalikan negara) sengaja melakukannya. Di kisaran 4.000 hingga 4.200 poin, PKT telah memanen keuntungan dari banyak investor ritel dan melepas kepemilikan saham dalam jumlah besar untuk mencairkan keuntungan,” ujar Xu Zhen, tokoh senior pasar modal Tiongkok . 

PKT tidak akan beramal kepada para investor saham. Mereka hanya akan terus memanen keuntungan dari investor yang sudah mengalami kerugian besar. 

Kebijakan yang disebut sebagai operasi pembelian kembali semalam dan berbagai langkah lainnya hanya menyentuh permukaan masalah, sekadar menjadi obat penenang bagi pasar.”

“Langkah Beijing kali ini untuk memperkuat stabilisasi pasar mencerminkan kekhawatiran pemerintah terhadap kondisi ekonomi yang lemah dan penurunan pasar saham yang dapat saling memperparah,” kata Huang David, ekonom asal Amerika Serikat. 

Data ekonomi menunjukkan bahwa fondasi pemulihan masih belum stabil dan tekanan penurunan sangat besar. Jika pasar saham terus merosot dalam kondisi seperti ini, kekayaan rumah tangga dapat semakin terkikis, kemampuan perusahaan memperoleh pembiayaan akan melemah, dan tekanan terhadap lembaga keuangan yang sudah menerima saham sebagai jaminan pinjaman juga akan meningkat.”

Ketika kabar mengenai pertemuan tersebut mencuat, pasar saham Tiongkok masih terus berada di bawah tekanan. Situasinya bahkan dapat disebut sebagai salah satu kehancuran pasar saham berskala besar.

Indeks CSI 300 mencatat penurunan kumulatif sebesar 8,5% sepanjang Oktober dan mengalami penurunan selama 12 minggu berturut-turut, mencetak rekor rentetan penurunan terpanjang.

Sementara itu, indeks ChiNext anjlok 40% dalam empat bulan. Penurunan kumulatifnya telah mencapai tingkat yang setara dengan kehancuran pasar saham, sehingga memicu ketidakpuasan luas di kalangan investor.

“Seiring dengan pelepasan saham secara besar-besaran oleh National Team, memasuki paruh kedua tahun ini, gelembung AI mulai pecah. Indeks STAR 50 dan indeks saham-saham inovasi mengalami penurunan yang sangat tajam,” ujar Xu Zhen. 

Pada saat yang sama, PMI manufaktur turun menjadi 49,3 dan PMI nonmanufaktur turun menjadi 49,7.

Hal ini mencerminkan kekhawatiran PKT. Namun, yang mereka khawatirkan bukanlah kerugian investor kecil, melainkan kemungkinan penurunan pasar berubah menjadi aksi jual panik secara massal yang dapat mengguncang stabilitas keuangan.

Kedua, saluran pembiayaan AI juga akan terganggu. PKT sebelumnya ingin mengarahkan tabungan masyarakat ke pasar saham untuk membiayai gelombang perkembangan AI. Jika pasar saham ambruk, jalan tersebut akan semakin sulit ditempuh. Akibatnya, Tiongkok bisa berada dalam posisi yang kurang menguntungkan dalam persaingan AI dengan Amerika Serikat.

“Masalah yang awalnya berasal dari ekonomi riil dapat terus diperbesar melalui pasar keuangan, kemudian merambat ke perusahaan dan rumah tangga, sehingga membentuk lingkaran setan yang kompleks,” ujar Huang David. 

Hal yang benar-benar diperhatikan pasar bukanlah apakah pemerintah akan menyelamatkan pasar atau tidak, melainkan apakah kebijakan yang dikeluarkan mampu memperbaiki prospek keuntungan perusahaan di masa mendatang.”

Pada saat yang sama, Tiongkok masih menghadapi berbagai persoalan yang belum terselesaikan, seperti lesunya sektor properti, lemahnya konsumsi rumah tangga, serta kesulitan operasional yang dialami perusahaan kecil dan menengah. Perekonomian juga terus menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

Huang David: “Dari sisi rumah tangga, masyarakat mengkhawatirkan pendapatan, pekerjaan, dana pensiun, layanan kesehatan, dan pendidikan.

Bahkan jika dana diberikan tanpa bunga, masyarakat belum tentu akan meningkatkan konsumsinya. Karena itu, perubahan yang saat ini dilakukan bank sentral hanya mengatasi gejala, bukan akar permasalahan.”

Data resmi menunjukkan bahwa Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur pada Oktober turun menjadi 49,3, sedangkan indeks aktivitas bisnis nonmanufaktur turun menjadi 49,7. Keduanya jatuh ke zona kontraksi.

PMI manufaktur mencatat tingkat kontraksi terbesar dalam tiga bulan terakhir.

“Jika kondisi operasional perusahaan tidak membaik, sementara mereka terus mengandalkan penambahan pinjaman untuk mempertahankan pembelian saham, hasil akhirnya hanyalah menunda permasalahan ke masa depan. Pada akhirnya, situasi justru akan semakin memburuk. Jadi, ini tetap merupakan kebijakan yang hanya mengatasi gejala, bukan akar permasalahan,” kata Huang David, 

Selain itu, Bank Sentral Tiongkok telah mengirimkan sinyal untuk menstabilkan pasar. Mulai 2 November, bank sentral mengumumkan akan melakukan operasi overnight reverse repurchase di pasar terbuka setiap hari kerja.

Secara substansial, kebijakan ini berarti suku bunga acuan kebijakan moneter resmi mengalami perubahan. Suku bunga overnight reverse repurchase sebesar 1,25% kini menjadi suku bunga kebijakan utama, menggantikan posisi suku bunga reverse repurchase 7 hari yang sebelumnya menjadi acuan.

Xu Zhen: “Operasi overnight reverse repurchase hanya mengirimkan sinyal teknis, bukan sinyal penyelamatan pasar saham. Kebijakan ini tidak dapat menyelamatkan pasar saham dari penurunan.”

“Penyebab penurunan kali ini adalah aksi jual dan tekanan dari National Team, pecahnya gelembung AI, serta hilangnya kepercayaan terhadap pemerintah. Masalahnya bukan kekurangan uang.”

“Kondisi ekonomi riil juga sama. Jika perusahaan tidak memiliki pesanan, mereka tidak berani meminjam uang, sekalipun bunganya sangat murah.”

“Pinjaman untuk pembelian kembali saham tidak akan mampu menciptakan tren kenaikan pasar saham jangka panjang. National Team sendiri menjual saham dalam jumlah besar ketika harga berada di level tinggi, tetapi justru mendorong perusahaan tercatat dan pemegang saham utamanya untuk meminjam uang guna membeli saham. Inilah ironi terbesar.”

Para komentator menilai bahwa jika suatu pasar saham dalam jangka panjang hanya mengandalkan kebijakan pemerintah untuk mempertahankan harga aset, perkembangan perusahaan dan kondisi pasar terkait pada akhirnya tidak akan sehat.

Meng Xinqi | Luo Ya | Gao Yu


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Yusril Minta Polisi Geledah Pesantren Sesuai Prosedur dan Hormati HAM
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Jelang IGA 2026, Kemendagri Dorong Pemda Jadikan Inovasi sebagai Budaya Kerja
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal Baru Piala Asia: Diundur Nyaris Setahun Menjadi 27 Desember 2027 hingga 21 Januari 2028
• 20 jam lalubola.com
thumb
Dosen FEB Unisma Malang Kupas Skandal 1MDB di Depan Mahasiswa UiTM Malaysia
• 23 jam laluberitajatim.com
thumb
Toyota Veloz Hybrid Muncul, Kapan Daihatsu Xenia Menyusul?
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.