Kalimas, Melewati Perubahan Zaman Dihadang Sedimentasi

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

Di tengah pesatnya pembangunan gedung-gedung tinggi dan hiruk-pikuk kendaraan bermotor, Kota Surabaya masih menyimpan satu peninggalan alam yang memiliki nilai sejarah panjang. Sungai Kalimas, aliran air yang membelah kawasan Kota Pahlawan, menjadi saksi perjalanan Surabaya dari masa kerajaan, kolonialisme, hingga berkembang menjadi kota metropolitan seperti sekarang.

Keberadaan Sungai Kalimas bukan sekadar menjadi bagian dari bentang alam perkotaan. Lebih dari itu, sungai ini memiliki peran penting dalam membentuk identitas dan perkembangan Kota Surabaya seperti terlihat Rabu (4/11/2026). Alirannya menyimpan cerita tentang aktivitas perdagangan, transportasi, kehidupan masyarakat, hingga perubahan wajah kota dari masa ke masa.

Pada masa lampau, Sungai Kalimas menjadi salah satu jalur transportasi air yang sangat penting. Sebelum kendaraan bermotor dan jaringan jalan raya berkembang seperti sekarang, sungai menjadi sarana penghubung bagi masyarakat untuk mengangkut berbagai komoditas perdagangan. Perahu-perahu membawa hasil bumi, beras, ikan, hingga berbagai barang kebutuhan dari kawasan pedalaman menuju pusat perdagangan dan pelabuhan.

Memasuki era kolonial Belanda, fungsi Sungai Kalimas semakin strategis. Sungai ini menjadi jalur distribusi barang yang mendukung aktivitas perdagangan di Surabaya. Kawasan sekitar sungai pun berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi, terutama di wilayah utara yang berdekatan dengan kawasan pelabuhan.

Jejak kejayaan tersebut masih dapat ditelusuri melalui sejumlah kawasan bersejarah di sepanjang aliran Kalimas. Kawasan Jembatan Merah, Pabean, hingga sekitar Pelabuhan Kalimas menjadi bagian dari perjalanan panjang Surabaya sebagai kota perdagangan.

Tumpukan sampah. (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)

Makan di pinggir Sungai. (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)

Berenang di Sungai Kalimas. (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)

Namun, perkembangan zaman membawa perubahan besar terhadap fungsi sungai. Ketika transportasi darat semakin mendominasi, aktivitas pengangkutan barang melalui sungai perlahan berkurang. Kalimas tidak lagi menjadi jalur utama perdagangan seperti pada masa kejayaannya.

Upaya menghidupkan kembali kawasan Kalimas mulai terlihat melalui berbagai program penataan dan revitalisasi. Pemerintah Kota Surabaya mengembangkan wisata susur sungai yang memungkinkan masyarakat menikmati suasana kota dari atas perahu. Wisata Air Kalimas resmi diperkenalkan pada 31 Mei 2022, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kota Surabaya ke-729.

Melalui wisata tersebut, masyarakat dapat menikmati pengalaman berbeda dengan menyusuri aliran sungai, melihat bangunan-bangunan bersejarah, serta menikmati suasana kawasan perkotaan dari sudut pandang yang berbeda. Pada malam hari, keberadaan lampu hias dan penataan kawasan turut memberikan daya tarik tersendiri.

Tidak hanya sebagai destinasi wisata, Kalimas juga menyimpan potensi edukasi sejarah. Sungai ini dapat menjadi media pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal bagaimana Surabaya tumbuh sebagai kota pelabuhan dan pusat perdagangan.

Namun, kini keberadaan sungai tersebut mendapatkan ancaman serius. Sungai Kalimas yang merupakan anak Sungai Brantas  dan kawasan hilir sebelum laut mengalami sedimentasi.  Volume sedimentasi di sepanjang 18 kilometer aliran Kalimas (dari Jagir hingga Perak) mencapai sekitar 1.350.000 meter kubik dan menyebabkan berkurangnya kapasitas tampung air saat musim hujan sehingga memicu genangan dan banjir di wilayah perkotaan.

Menjaga Sungai Kalimas berarti menjaga sebagian dari sejarah Surabaya. Sebab, selama alirannya tetap ada dan dirawat, selama itu pula salah satu saksi perjalanan Kota Pahlawan akan terus hidup di tengah perubahan zaman.

Baca JugaDi Tengah Ledakan dan Desing Peluru, Para Pejuang Kembali Kuasai Surabaya
Baca JugaSaat Kampung Somang Sepenuhnya Menyembul dari Rendaman Air

 

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BI Ungkap 3 Biang Kerok Rupiah Kian Loyo Dekati 18.200 per Dolar
• 20 jam lalukatadata.co.id
thumb
Menteri Ekonomi Kreatif Dukung Pembentukan OPD di Pidie Jaya untuk Kembangkan Potensi Lokal dan Buka Lapangan Kerja
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Andrea Bocelli tampil memukau dalam konser “Romanza” di Jakarta
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Video: Tugure; Best Reinsurance in Financial Resilience dan Sustainable
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi Awal November 2026, BMKG: Waspadai Hujan Lebat
• 19 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.