Pantau - Pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan Komisi VII DPR RI bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Kabupaten Banyumas dan Cilacap, Jawa Tengah, membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha melalui keterampilan pembuatan kain ecoprint, kue, dan pengolahan kopi.
Kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru Industri Kecil tersebut berlangsung pada 30 Oktober hingga 2 November 2026.
Program ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempelajari keterampilan produksi yang dapat dimanfaatkan sebagai modal awal merintis usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Sejumlah peserta mengaku mendapatkan pengetahuan baru mengenai pengolahan bahan sederhana menjadi produk yang memiliki nilai jual.
Pelatihan Ecoprint di Cilacap Manfaatkan Daun dan BungaMumtahana, peserta asal Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, mengaku baru mengenal teknik pewarnaan kain menggunakan bahan alami setelah mengikuti pelatihan ecoprint.
Melalui kegiatan tersebut, ia belajar memanfaatkan daun dan bunga untuk menghasilkan motif pada kain.
Bahan-bahan yang sebelumnya dianggap biasa ternyata dapat diolah menjadi produk kerajinan dengan potensi nilai ekonomi.
Mumtahana semakin tertarik mengembangkan keterampilan tersebut setelah mengetahui harga jual produk ecoprint yang dinilainya cukup tinggi.
"Ini ternyata harganya fantastis sekali. Keren banget. Semoga setelah pelatihan kita juga bisa mengembangkan ilmu ini," kata Mumtahana.
Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah turut meninjau pelaksanaan pelatihan ecoprint di Kabupaten Cilacap pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Peserta di Banyumas Pelajari Pembuatan Pastry untuk Peluang UsahaPeluang usaha di bidang makanan juga menjadi perhatian peserta pelatihan di Kabupaten Banyumas.
Yunita Rizka Damayuti, salah satu peserta pelatihan pembuatan pastry, mengaku sebelumnya pernah membuat roti untuk kebutuhan keluarga, terutama menjelang Lebaran.
Setelah mengikuti pelatihan, Yunita mulai mempertimbangkan keterampilan tersebut sebagai peluang untuk mengembangkan usaha.
Ia melihat kebiasaan anak muda mengunjungi kedai kopi turut menciptakan permintaan terhadap makanan pendamping minuman.
Produk seperti kue, croissant, dan berbagai jenis pastry dinilainya memiliki peluang untuk dipasarkan kepada konsumen kedai kopi.
"Menurut saya sangat bermanfaat, terutama kalau kita mau mencoba bikin usaha. Anak-anak zaman sekarang kalau nongkrong di kedai kopi biasanya selain kopi juga suka pastry, cake, atau croissant," kata Yunita.
Pelatihan Barista Ajarkan Pemilihan Biji Kopi hingga PenyajianSelain pembuatan kue, pelatihan pengolahan kopi di Banyumas memberikan keterampilan bagi peserta yang tertarik mengembangkan usaha minuman.
Nisfi Ramdhani, salah satu peserta, mempelajari berbagai tahapan pengolahan kopi mulai dari pemilihan biji hingga teknik penyajian.
Materi yang diberikan mencakup cara membedakan kualitas bahan baku dan memahami tingkat pemanggangan biji kopi.
Nisfi menilai pengetahuan tersebut dapat menjadi bekal apabila nantinya ingin membuka kedai kopi atau kafe.
Meski demikian, ia mengakui masih membutuhkan latihan untuk menguasai teknik pengolahan susu dan pembuatan hiasan pada permukaan kopi.
"Yang agak sulit itu steaming susu, karena membuat foam-nya ternyata tidak gampang. Apalagi kalau membuat latte art, itu membutuhkan keterampilan tambahan. Tidak semuanya sekali mencoba langsung bisa," kata Nisfi.
Keterampilan Baru Jadi Modal Awal Kemandirian Ekonomi KeluargaPengalaman peserta di Banyumas dan Cilacap menunjukkan bahwa bahan dan kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.
Pemanfaatan dedaunan untuk kerajinan kain, pengolahan adonan menjadi makanan, serta keterampilan meracik kopi menjadi beberapa bidang yang dipelajari peserta.
Pelatihan tersebut memberikan pengetahuan dasar mengenai proses pembuatan produk sekaligus memperkenalkan potensi pasar bagi usaha kecil.
Namun, penguasaan keterampilan produksi masih perlu diikuti latihan dan pengembangan kemampuan agar peserta dapat menghasilkan produk secara konsisten.
Melalui program Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru Industri Kecil, peserta diharapkan dapat memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk mulai merintis usaha dan mendukung kemandirian ekonomi keluarga.




