Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan, mengungkapkan masih ada 124 titik banjir yang menjadi target penanganan pada 2027, meskipun Pemkot Surabaya telah mengalokasikan anggaran pengendalian banjir sekitar Rp1 triliun pada 2026. DPRD meminta percepatan pembangunan saluran, normalisasi drainase, dan penyelesaian infrastruktur pendukung agar luas banjir serta waktu surut air semakin berkurang.
Eri mengatakan, Komisi C telah menggelar rapat bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) untuk memetakan progres penanganan banjir. Pada 2026, Pemkot Surabaya menargetkan penyelesaian 46 titik, sedangkan 124 titik lainnya menjadi sasaran pekerjaan pada tahun berikutnya.
“Ya, terakhir kami minggu lalu sudah rapat dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, kita memetakan target penuntasan banjir. Tahun ini kan kita targetkan 46 titik banjir selesai, tetapi memang masih ada sekitar 124 titik banjir yang akan kita selesaikan pada tahun depan. Jadi tahun ini selesai 46 dan tahun depan akan dilanjutkan lagi,” kata Eri, Rabu (4/11/2026).
Menurut Eri, penanganan banjir membutuhkan integrasi jaringan drainase lingkungan dengan saluran perkotaan. Sepanjang 2026, pembangunan saluran telah mencapai lebih dari 51 kilometer untuk memperlancar aliran air dari kawasan perkampungan menuju saluran utama.
“Nah, kita sudah mengecek juga, tahun ini ada pembangunan saluran itu di lebih dari 51 kilometer panjangnya. Nah, ini untuk mengintegrasikan antara saluran lingkungan di perkampungan dengan saluran di perkotaan,” ujar mantan jurnalis ini.
Selain pembangunan saluran, normalisasi drainase juga terus dikerjakan. Hingga awal Oktober 2026, sebanyak 964 titik saluran primer, sekunder, dan tersier telah dinormalisasi, termasuk Kali Jagir di Wonokromo hingga Wonorejo melalui kolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Brantas.
Pemkot Surabaya menargetkan normalisasi mencapai 1.000 titik hingga Desember 2026. Upaya tersebut diharapkan mengurangi luas genangan sekaligus mempercepat waktu surut air ketika hujan deras.
“Ya, kita targetkan memang dari sisi lama surutnya genangan itu dan luas banjir semakin berkurang, termasuk dengan normalisasi tadi, dengan ada 964, tapi nanti ini masih terus berlangsung, sekarang di beberapa titik masih berlangsung, targetnya nanti sampai Desember ini 1.000 titik dinormalisasi,” jelasnya.
Dari sisi infrastruktur, lima rumah pompa baru ditargetkan selesai pada Desember 2026, antara lain di kawasan Nginden dan Timursari. Fasilitas tersebut diharapkan membantu mengurangi genangan di wilayah Surabaya Selatan dan Timur.
Pemkot juga mengoptimalkan bozem serta membangun tampungan air baru, termasuk busem di Tanjungsari. Eri menjelaskan, penambahan tampungan air diperlukan agar air hujan tidak seluruhnya bergantung pada kapasitas saluran drainase.
“Karena sekuat apapun kita membangun saluran drainase ini, kita tidak akan cukup mampu untuk berkejaran dengan cuaca ekstrim dan curah hujan yang sangat tinggi,” katanya.
Menjelang puncak musim hujan pada Desember 2026 hingga Februari 2027, Komisi C meminta pekerjaan saluran lingkungan dipercepat. Salah satu kendala yang ditemukan adalah keterlambatan pasokan material untuk menyelesaikan sambungan atau crossing antarsaluran.
Eri mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan bagian pengadaan barang dan jasa agar penyedia segera mengirimkan material yang dibutuhkan. Percepatan tersebut diperlukan supaya saluran di perkampungan dapat terhubung secara optimal dengan sungai yang lebih besar.
“Kita berharap, ini kan prediksi BMKG nanti puncak musim hujan akan berlangsung mulai bulan Desember, Januari, Februari. Masih ada waktu 1 bulan kita melakukan upaya optimasi,” ujarnya.
Eri berharap percepatan pembangunan dan perbaikan jaringan drainase dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama ketika intensitas hujan meningkat. Dia menargetkan luas banjir semakin berkurang dan waktu surut air menjadi lebih cepat.
“Ya, kita targetkan memang dari sisi lama surutnya banjr itu dan luas banjir semakin berkurang, termasuk dengan normalisasi tadi, dengan ada 964, tapi nanti ini masih terus berlangsung, sekarang di beberapa titik masih berlangsung, targetnya nanti sampai Desember ini 1.000 titik dinormalisasi,” pungkasnya. [ADV/asg]




