Iran mengomentari hasil pemilu sela Amerika Serikat (AS), di mana Partai Republik yang menaungi Presiden Donald Trump kalah telak dari Partai Demokrat dan kehilangan kendali Kongres. Teheran menyebut hasil pemilu sela menunjukkan bahwa rakyat Amerika telah memilih untuk mengatakan "NO TO WAR" atau "TIDAK PADA PERANG".
Partai Demokrat merebut kendali penuh atas Kongres AS, yang terdiri atas DPR dan Senat, melalui kemenangan telak yang tak terduga. Keberhasilan Partai Demokrat dalam pemilu sela ini menjadi tamparan keras bagi Trump dan Partai Republik.
Hasil tersebut dinilai mencerminkan kemarahan mendalam terhadap meningkatnya biaya hidup, tarif, dan kebijakan Trump terhadap Iran, yang memicu lonjakan harga bahan bakar dan menambah ketidakpuasan publik AS kepadanya.
Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, seperti dilansir AFP, Rabu (4/11/2026), menilai hasil pemilu sela AS itu menunjukkan bahwa rakyat Amerika menegaskan sikap untuk menolak perang.
"Demi hati nurani atau karena biaya hidup, rakyat Amerika mengatakan NO TO WAR (TIDAK PADA PERANG), dan kami mendukung pesan ini," kata Ghalibaf, yang juga kepala perunding Iran dalam negosiasi damai dengan AS, dalam pernyataan via media sosial X.
"Jika pemerintah AS mengkhianati kehendak rakyatnya sendiri demi melayani pihak asing yang membayar dan memeras mereka, maka mereka akan menyadari bahwa kata TIDAK akan berujung pada mimpi buruk," sebutnya.
Perang Timur Tengah, yang dipicu oleh serangan skala besar AS dan sekutunya Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu, telah mengalami kebuntuan selama berbulan-bulan. Sesekali aksi saling serang dilancarkan kedua negara, di tengah kekhawatiran akan kembali berlanjutnya pertempuran besar-besaran.
(nvc/dhn)





