Palembang (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mempercepat pengusulan desa dan kelurahan yang memiliki lahan minimal 1.000 meter persegi untuk menjadi lokasi pembangunan kawasan tematik budi daya ikan.
Zulkifli Hasan saat kegiatan penyaluran bantuan pangan di Palembang, Rabu, mengatakan pemerintah menyiapkan anggaran Rp1,5 miliar untuk setiap desa atau kelurahan yang memenuhi persyaratan sebagai bagian dari program penguatan swasembada protein.
Pemerintah menargetkan pembangunan kawasan tematik budi daya ikan di sekitar 60 ribu desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta segera mengidentifikasi wilayah yang memiliki lahan sesuai ketentuan.
Ia secara khusus meminta Gubernur Sumsel Herman Deru berkoordinasi dengan seluruh bupati untuk mempercepat pendataan dan pengajuan lokasi potensial kepada Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Baca juga: Mendes dorong bantuan ke desa berorientasi pemberdayaan ekonomi
"Jadi Pak Gubernur beritahu bupati, kirim surat segera kalau punya lahan 1.000 meter persegi. Kita akan bangunkan tematik untuk ikan. Kirim surat ke Menko Pangan, cukup, nanti kita selesaikan karena kita akan bangun 60 ribu desa atau kelurahan," katanya.
Selain program budi daya ikan, pemerintah juga menargetkan pembangunan 5.000 kampung nelayan pada 2027 untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Ia mengatakan kampung nelayan tersebut akan dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, seperti balai lelang ikan, pabrik es, gudang penyimpanan berpendingin (cold storage), stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN), serta bengkel.
Baca juga: KKP: 1.454 desa siap dibangun budi daya ikan berbasis Mini RAS
Penyediaan fasilitas itu diharapkan dapat memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan posisi tawar nelayan dalam memasarkan hasil tangkapan.
"Sehingga nelayan kita punya daya tawar yang bagus," kata Zulkifli.
Zulkifli Hasan saat kegiatan penyaluran bantuan pangan di Palembang, Rabu, mengatakan pemerintah menyiapkan anggaran Rp1,5 miliar untuk setiap desa atau kelurahan yang memenuhi persyaratan sebagai bagian dari program penguatan swasembada protein.
Pemerintah menargetkan pembangunan kawasan tematik budi daya ikan di sekitar 60 ribu desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta segera mengidentifikasi wilayah yang memiliki lahan sesuai ketentuan.
Ia secara khusus meminta Gubernur Sumsel Herman Deru berkoordinasi dengan seluruh bupati untuk mempercepat pendataan dan pengajuan lokasi potensial kepada Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Baca juga: Mendes dorong bantuan ke desa berorientasi pemberdayaan ekonomi
"Jadi Pak Gubernur beritahu bupati, kirim surat segera kalau punya lahan 1.000 meter persegi. Kita akan bangunkan tematik untuk ikan. Kirim surat ke Menko Pangan, cukup, nanti kita selesaikan karena kita akan bangun 60 ribu desa atau kelurahan," katanya.
Selain program budi daya ikan, pemerintah juga menargetkan pembangunan 5.000 kampung nelayan pada 2027 untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Ia mengatakan kampung nelayan tersebut akan dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, seperti balai lelang ikan, pabrik es, gudang penyimpanan berpendingin (cold storage), stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN), serta bengkel.
Baca juga: KKP: 1.454 desa siap dibangun budi daya ikan berbasis Mini RAS
Penyediaan fasilitas itu diharapkan dapat memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan posisi tawar nelayan dalam memasarkan hasil tangkapan.
"Sehingga nelayan kita punya daya tawar yang bagus," kata Zulkifli.





