Tatyana Sentani Pimpin IWAPI, AHY Dorong Perempuan Pengusaha Bangkitkan Ekonomi Nasional

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) memperkuat peran perempuan dalam menggerakkan perekonomian nasional melalui pengembangan kewirausahaan, transformasi digital, dan perluasan akses pasar.

Organisasi pengusaha perempuan ini juga mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar tidak sekadar naik kelas, tetapi mampu melakukan lompatan menjadi usaha yang lebih besar dan berdaya saing.

BACA JUGA: Tatyana Sentani Terpilih Sebagai Ketum IWAPI, Siap Rangkul Seluruh DPD

Komitmen tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Musyawarah Nasional (Munas) X IWAPI 2026 di Hotel Borobudur Jakarta, dengan tema Memperkuat Fondasi Transformasi Digital Ekonomi Perempuan Melalui Sinergi Lintas Sektor Menuju Indonesia Emas 2045.

Ketua Umum IWAPI Nita Yudi mengatakan, pemberdayaan perempuan agar mandiri secara ekonomi merupakan tujuan utama organisasi yang telah berdiri selama 51 tahun tersebut.

BACA JUGA: Nita Yudi Pastikan Pemerintah Dukung Penuh Munas X IWAPI di Jakarta

Melalui jaringan kepengurusan dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota, IWAPI terus mendorong perempuan Indonesia mengembangkan usaha sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Menurut Nita, perempuan pengusaha memiliki potensi besar dalam menggerakkan berbagai sektor ekonomi. Terlebih, sekitar 80 persen usaha anggota IWAPI bergerak di bidang kuliner.

BACA JUGA: IWAPI Matangkan MUNAS X, Tatyana Sentani Ditetapkan Sebagai Calon Tunggal Ketua Umum

Potensi tersebut juga terlihat dari keterlibatan anggota IWAPI dalam berbagai program pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sejumlah anggota IWAPI terlibat dalam penyediaan dapur dan layanan pendukung program tersebut sehingga membuka peluang usaha sekaligus mempertahankan lapangan pekerjaan.

Nita mencontohkan pengalaman salah satu anggota IWAPI di Jawa Timur yang sebelumnya memiliki 16 restoran.

Setelah terdampak pandemi Covid-19, jumlah restoran yang bertahan hanya tujuh. Namun, melalui keterlibatan dalam program MBG, usaha tersebut kembali berkembang dengan mengoperasikan 10 dapur.

"Ini menunjukkan bahwa perempuan tidak pantang menyerah. Dan alhamdulillah sampai hari ini berjalan, karyawan bisa akhirnya mendapatkan gaji kembali," ujar Nita.

IWAPI juga memperkuat kontribusi perempuan dalam sektor pangan melalui program Kampung Hortikultura.

Program tersebut telah diluncurkan di Bogor dan Banten, dengan pengembangan komoditas hortikultura seperti cabai, bawang merah, bawang putih, serta berbagai tanaman buah.

Menurut Nita, pengembangan hortikultura dapat menjadi bagian dari kontribusi pengusaha perempuan dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membantu menekan inflasi melalui peningkatan produksi komoditas strategis.

"Melalui tangan perempuan pengusaha di bawah bendera IWAPI, insyaallah kita selalu bermitra dengan pemerintah, mendukung pemerintah, dan sekaligus untuk Ibu-ibu bisa naik kelas," katanya.

Perluas Jaringan Bisnis Internasional

Tidak hanya mengembangkan usaha di dalam negeri, IWAPI juga memperluas jejaring bisnis perempuan hingga tingkat internasional.

Nita mengungkapkan, IWAPI dipercaya menjadi focal point ASEAN Women Entrepreneur Network (AWEN), jaringan pengusaha perempuan di kawasan ASEAN yang melibatkan 10 negara.

Selain itu, IWAPI juga mendapat kepercayaan menjadi focal point BRICS Women Business Alliance (WBA) setelah Indonesia menjadi anggota BRICS. Kepercayaan tersebut membuka peluang bagi pengusaha perempuan Indonesia untuk memperluas kemitraan dan menjangkau pasar di negara-negara anggota BRICS.

IWAPI sebelumnya juga menyelenggarakan International Women Business and Investment Forum 2026 yang dihadiri sekitar 350 peserta dari sejumlah negara, antara lain China, Malaysia, dan Rusia.

Nita menilai, keterlibatan dalam jaringan internasional menjadi peluang penting bagi pengusaha perempuan untuk memperluas pasar, membangun kemitraan, dan meningkatkan daya saing produk Indonesia.

Oleh krena itu, Munas X IWAPI diharapkan menghasilkan organisasi yang semakin solid, kuat, dan mampu memperbesar kontribusinya dalam mendukung perekonomian nasional.

Perempuan Punya Potensi Besar Menggerakkan Ekonomi

Dukungan terhadap penguatan peran perempuan dalam perekonomian juga disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi.

Dia mengapresiasi kontribusi IWAPI dalam memperkuat posisi perempuan sebagai pelaku usaha, pencipta lapangan kerja, pemimpin, inovator, serta penggerak perubahan ekonomi.

Arifatul menyebutkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan pada 2025 tercatat sebesar 56,6 persen. Angka tersebut masih jauh dibandingkan laki-laki yang mencapai 84 persen.

Sementara itu, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 menargetkan tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan mencapai 70 persen.

Menurutnya, kesenjangan tersebut menunjukkan potensi produktif perempuan belum sepenuhnya terhubung dengan kesempatan ekonomi.

Oleh karena itu, keberadaan IWAPI dinilai strategis untuk mendorong semakin banyak perempuan memiliki kemandirian ekonomi melalui kewirausahaan.

Arifatul juga mendorong pengusaha perempuan memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar, membangun jejaring bisnis, meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan, melakukan pencatatan transaksi, menganalisis pasar, serta mengembangkan produk.

Namun, dia mengingatkan bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan perlu didukung pembagian tanggung jawab dalam keluarga. Sebab, perempuan masih menghadapi tantangan dalam membagi waktu antara menjalankan usaha, mengasuh anak, dan mengurus rumah tangga.

Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan pedoman pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan berperspektif gender serta peta jalan dan rencana aksi nasional ekonomi perawatan 2025-2045.

"Pengusaha perempuan memiliki kendali dan menentukan arah bisnisnya, berani bernegosiasi, berani memimpin, berani mengelola aset serta mengembangkan usaha yang inovatif dan berorientasi pada pertumbuhan," ujarnya.

Perempuan Berkontribusi Besar terhadap UMKM

Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menilai perempuan memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing dunia usaha Indonesia.

Dia menyampaikan tiga hal yang perlu diperkuat dalam menghadapi tantangan ekonomi, yakni Challenges, Competitiveness, dan Compassion.

Menurutnya, tantangan ekonomi harus dihadapi dengan meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat kepedulian dan semangat gotong royong.

Anindya juga menyoroti potensi ekonomi perawatan atau care economy yang selama ini banyak melibatkan perempuan.

Dia menyebutkan, 76,2 persen pekerjaan perawatan tidak berbayar di dunia dilakukan perempuan. Sementara itu, investasi di bidang pengasuhan anak berpotensi menciptakan hingga 10,4 juta lapangan kerja baru di Indonesia hingga 2025.

Anindya menegaskan, pengusaha perempuan tidak hanya berperan dalam mengembangkan bisnis, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Dia juga mengingatkan pentingnya meningkatkan daya saing pengusaha nasional agar mampu keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap.

Transformasi Digital dan Ekonomi Hijau Jadi Peluang

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan, perempuan memiliki kontribusi signifikan dalam perekonomian, terutama melalui sektor UMKM.

Menurutnya, sekitar 65 persen atau 37 juta perempuan berada di sektor UMKM. Namun, masih terdapat tantangan untuk mendorong pelaku usaha agar berkembang menjadi bisnis yang lebih besar.

AHY menekankan pentingnya transformasi digital, peningkatan keterampilan sumber daya manusia, dan penguatan konektivitas infrastruktur untuk memperluas kesempatan ekonomi perempuan.

Ia menilai perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), otomatisasi, dan transformasi digital harus diikuti peningkatan kemampuan agar pengusaha perempuan dapat memanfaatkan peluang sekaligus menghadapi perubahan dunia usaha.

Melalui IWAPI, pemerintah diharapkan dapat memperluas pendampingan bagi pengusaha perempuan yang belum terhubung dengan pasar digital dan perdagangan elektronik atau e-commerce.

Selain digitalisasi, AHY juga mendorong perempuan terlibat lebih besar dalam pengembangan ketahanan pangan dan ekonomi hijau.

Menurutnya, peluang usaha dapat dikembangkan melalui sektor hortikultura, agribisnis, pengolahan hasil pertanian, perikanan, hingga ekonomi sirkular yang mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi.

Pengembangan sektor tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur, akses pembiayaan, teknologi, dan perluasan pasar.

AHY menyebutkan empat akses penting yang harus diperkuat untuk mendukung pengusaha perempuan, yakni akses pembiayaan, akses teknologi, akses pasar, dan akses terhadap peluang usaha.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi pemerintah, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, investor, dan komunitas untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan perempuan.

Menurutnya, keberhasilan pemberdayaan ekonomi perempuan tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah pelaku usaha, tetapi juga dari kemampuan mereka berkembang, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui Munas X IWAPI, penguatan organisasi dan keberlanjutan kepemimpinan diharapkan mampu membawa organisasi tersebut semakin besar dalam mendukung pengusaha perempuan Indonesia.

Sinergi lintas sektor, transformasi digital, penguatan UMKM, serta pengembangan ekonomi hijau menjadi bagian penting dari upaya memperkuat fondasi ekonomi perempuan menuju Indonesia Emas 2045.

Tatyana Sentani Sutara Terpilih Pimpin IWAPI 2026-2031

Munas X Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) 2026 menetapkan Tatyana Sentani Sutara sebagai Ketua Umum DPP IWAPI periode 2026–2031. Dalam proses pemilihan tersebut, Tatyana terpilih secara aklamasi.

Usai terpilih, Tatyana mengajak seluruh Ketua DPD IWAPI di Indonesia, termasuk mereka yang sebelumnya memiliki pilihan berbeda dalam proses pemilihan, untuk kembali bersatu dan bersama-sama membesarkan organisasi.

"Saya berterima kasih dan mengapresiasi seluruh DPD yang telah berpartisipasi dan menyukseskan Munas X IWAPI 2026. Perbedaan pilihan hal yang wajar dalam organisasi dan tidak seharusnya menjadi alasan untuk terpecah. Saat ini, yang terpenting adalah mengesampingkan perbedaan, merapatkan barisan, serta membangun IWAPI dengan niat baik, ketulusan, dan semangat kebersamaan," ujarnya, Selasa (3/11).

Terkait Munaslub yang diselenggarakan oleh pihak lain, Tatyana memilih untuk tidak larut dalam polemik.

Menurutnya, setiap agenda organisasi harus memiliki dasar yang jelas serta dilaksanakan sesuai mekanisme dan ketentuan organisasi yang berlaku.

"Saya membuka pintu selebar-lebarnya bagi seluruh Ketua DPD, tanpa membedakan pilihan sebelumnya. Mari kita bergandengan tangan, saling menguatkan, dan bekerja bersama. Kepemimpinan ini bukan untuk kelompok tertentu, melainkan untuk seluruh keluarga besar IWAPI. Mari kita besarkan IWAPI dengan niat dan ketulusan, bukan dengan perpecahan," ucapnya.

Tatyana berharap Munas X menjadi momentum untuk mengakhiri perbedaan dan memulai babak baru kepemimpinan IWAPI yang lebih solid, kompak, dan berdaya saing.

"Berbeda pilihan bukan berarti berbeda tujuan. Saatnya bersatu untuk IWAPI yang lebih besar dan lebih maju," ujarnya. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Undang BlackRock dkk ke Bali, Danantara Bidik Investasi Rp543 Triliun
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal, Apa Respons DPR dan Parpol?
• 19 jam lalukompas.id
thumb
PSG cetak sejarah kala pesta enam gol tanpa balas di Villarreal
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Benda Terbang Misterius Muncul di Sejumlah Wilayah Yunnan, Tiongkok, Jejak Ekor Panjang Berwarna Biru Melintasi Langit Malam 
• 7 jam laluerabaru.net
thumb
Menteri Transportasi Spanyol Mundur usai Kecelakaan Kereta Tewaskan 69 Orang
• 11 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.