Jakarta, CNBC Indonesia- Asuransi Allianz Life Indonesia atau Allianz Life terus memperkuat posisinya sebagai asuransi Jiwa yang beroperasi di Indonesia sejak tahun 1996 melalui pengembangan layanan perlindungan jiwa dan Kesehatan.
Direktur Kepatuhan Allianz Life Indonesia, Hasinah Jusuf menyebutkan memasuki usia 30 tahun di Indonesia, Allianz Life melihat landscape dan kebutuhan asuransi jiwa secara lebih strategis, adaptif dan berorientasi pada keberlanjutan.
Allianz Life memandang kebutuhan asuransi jiwa erat kaitanya dengan relevansi produk seiring dengan perubahan generasi dimana produk asuransi yang dibutuhkan tidak hanya terkait proteksi namun juga harus mampu memenuhi dinamika gaya hidup dan tantangan ekonomi.
Selain itu asuransi juga harus melihat kebutuhan biaya medis yang sejalan dengan lonjakan inflasi medis serta pemanfaatan teknologi digitalisasi dalam memenuhi kebutuhan proteksi kepada nasabah.
Di sisi lain, bisnis asuransi dihadapkan pada tantangan regulasi dan kepatuhan dimana sejumlah aturan OJK yang ditujukan untuk memperkuat ekosistem asuransi yang ada menuntut perubahan tatanan bisnis asuransi hingga penerapan standar keamanan yang ketat dan aplikasi Good Corporate Governance (GCG) maupun tantangan risiko likuidasi & kecukupan modal serta perlindungan konsumen.
Seperti apa strategi, potensi & tantangan bisnis asuransi? Selengkapnya simak ulasan Aulia Wardhani dengan Direktur Kepatuhan Allianz Life Indonesia, Hasinah Jusuf dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Rabu, 04/11/2026)




