WASHINGTON — Partai Demokrat berhasil menguasai kedua kamar Kongres Amerika Serikat (AS) dalam kemenangan telak pada pemilihan paruh waktu (midterm election), memberikan pukulan keras bagi Presiden Donald Trump dan Partai Republik. Hasil ini memberikan wewenang kepada Partai Demokrat untuk menghalangi agenda legislatif Trump selama dua tahun terakhir masa jabatannya.
Para pemilih melayangkan kritik keras terkait meningkatnya biaya hidup, tarif, serta perang melawan Iran—situasi yang telah memicu kenaikan harga bahan bakar.
Trump menyatakan kesediaannya untuk menerima hasil tersebut dan berjanji untuk bekerja sama dengan Partai Demokrat. Namun, tak lama berselang, ia mengunggah gambar di media sosial yang menampilkan topi merah dengan tulisan “VETO”.
Demokrat Tembus Basis Pertahanan Partai Republik
Dilansir TRT, Partai Demokrat meraih pencapaian signifikan di negara-negara bagian yang secara tradisional merupakan basis Partai Republik, termasuk Kansas, Iowa, Texas, Carolina Selatan, Carolina Utara, dan Ohio.
Di Kansas, seorang pendeta Metodis, Adam Hamilton, mengalahkan petahana dari Partai Republik, Roger Marshall. Ia menjadi senator Demokrat pertama dari negara bagian tersebut sejak tahun 1932.
Di Iowa, Partai Demokrat mengamankan kemenangan Senat pertama mereka sejak tahun 2008.
Texas menghadirkan kejutan besar lainnya. James Talarico mengalahkan kandidat Senat yang didukung oleh Trump, sementara Gina Hinojosa berhasil menggulingkan Gubernur dari Partai Republik, Greg Abbott.
Partai Demokrat juga berhasil menguasai DPR dengan memenangkan kursi di distrik-distrik yang sebelumnya dikuasai Partai Republik di beberapa negara bagian, termasuk Pennsylvania, New Jersey, Kentucky, Arizona, dan Carolina Utara.




