Wawan Purwanto pengamat intelijen meminta penyidik mengungkap rantai komando dalam kasus penyadapan terhadap Prabowo Subianto Presiden dan sejumlah pejabat negara.
Menurutnya, pengusutan tidak boleh berhenti pada pihak yang menjalankan penyadapan secara teknis, tetapi juga harus menelusuri siapa pemberi perintah dan pihak yang menerima hasil penyadapan.
Penyidik perlu memastikan apakah perintah penyadapan berasal dari Kapolri pada masa itu atau justru pihak di luar institusi Polri.
“Apakah perintah itu berasal dari Pak Kapolri saat itu? Kemudian apakah ada perintah dari pihak luar Polri? Kemudian siapa yang menentukan nomor yang disadap yang masuk ke sistem LIMS itu?” kata Wawan dalam wawancara di Radio Suara Surabaya, Rabu (4/11/2026) sore.
Dia menilai, pengungkapan rantai komando menjadi bagian krusial untuk mengetahui motif di balik dugaan penyadapan. Penyidik juga perlu mengungkap siapa yang menerima dan memanfaatkan informasi hasil penyadapan tersebut.
Wawan bilang, pihak yang menjalankan penyadapan di lapangan kemungkinan hanya bertindak sebagai pelaksana teknis.
Karena itu, pemeriksaan perlu dikembangkan untuk mengetahui tujuan operasi dan pihak yang berada di ujung rantai penerima informasi atau end user.
Keterlibatan sejumlah jenderal dalam perkara itu, lanjutnya, memunculkan pertanyaan mengenai siapa pihak yang menggunakan hasil penyadapan. Dia menduga pengguna akhir informasi tersebut memiliki kekuasaan, tetapi mengingatkan agar publik tidak berspekulasi mengenai identitasnya.
“End user-nya tentu juga orang yang punya power. Kita enggak tahu siapa dan kita tidak berspekulasi. Tapi nanti kita tunggu dari hasil pemeriksaan lapangan,” ujarnya.
Wawan juga mengingatkan penyidik tidak hanya menelusuri kemungkinan keterlibatan individu di lingkungan Polri. Pengusutan perlu memastikan apakah dugaan penyadapan merupakan tindakan sejumlah orang atau bagian dari operasi yang lebih luas.
Dia menilai penting untuk membedakan dugaan tindak pidana yang dilakukan individu dengan kemungkinan tanggung jawab institusi. Menurutnya, perkembangan penyidikan perlu mengungkap peran masing-masing pihak, termasuk kemungkinan keterlibatan rantai komando pada kepemimpinan Polri sebelumnya.
Wawan menegaskan, penyidikan perlu menjawab siapa yang memerintahkan penyadapan, siapa yang menentukan sasaran, kepada siapa informasi diserahkan, serta untuk kepentingan apa data tersebut digunakan. Ia meminta masyarakat menunggu hasil pemeriksaan dan pembuktian sebelum menarik kesimpulan mengenai pihak-pihak yang terlibat. (ham/rid)




