Harga TBS Sawit Bengkulu Naik Jadi Rp3.420 per Kilogram pada November 2026, Pemprov Ingatkan Pengepul

pantau.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu menetapkan harga jual tandan buah segar (TBS) kelapa sawit periode November 2026 sebesar Rp3.420 per kilogram, naik sekitar Rp157 dibandingkan periode Oktober 2026.

Kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh membaiknya kualitas rendemen kelapa sawit yang menjadi salah satu faktor penentu harga jual hasil panen petani.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Sri Herlin Despita, mengatakan peningkatan kualitas rendemen menjadi penyebab utama kenaikan harga TBS pada November.

"Kenaikan harga TBS kelapa sawit pada November ini dikarenakan kualitas rendemen sawit sudah mulai bagus," kata Sri Herlin Despita di Kota Bengkulu, Rabu (4/11).

Harga TBS pada Oktober 2026 sebelumnya berada pada kisaran Rp3.270 per kilogram sebelum mengalami peningkatan pada periode penetapan November.

Kenaikan harga tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani yang menggantungkan penghasilan dari sektor perkebunan kelapa sawit di Provinsi Bengkulu.

Kualitas Rendemen Sawit Membaik, Harga TBS Kembali Naik

Sri menjelaskan bahwa kondisi cuaca di Provinsi Bengkulu yang sebelumnya cenderung panas menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kualitas buah kelapa sawit.

Kondisi cuaca tersebut turut berdampak terhadap hasil panen dan tingkat rendemen minyak sawit yang dihasilkan dari proses pengolahan buah.

Rendemen merupakan persentase minyak yang dapat diperoleh dari pengolahan tandan buah segar kelapa sawit sehingga menjadi salah satu indikator penting dalam penentuan harga pembelian TBS.

Seiring membaiknya kualitas buah dan tingkat rendemen, harga jual TBS pada November 2026 kembali mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.

Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap kondisi tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap pendapatan petani serta keberlangsungan usaha perkebunan kelapa sawit di berbagai wilayah.

Selain itu, pemerintah meminta petani terus menjaga kualitas buah agar tingkat rendemen tetap baik dan harga jual TBS dapat dipertahankan.

Pemprov Bengkulu Ingatkan Pengepul Patuhi Harga TBS

Meskipun harga TBS mengalami kenaikan, Pemerintah Provinsi Bengkulu mengingatkan para pengepul agar membeli hasil panen kelapa sawit milik petani sesuai dengan harga yang telah ditetapkan.

Imbauan tersebut disampaikan untuk memastikan kenaikan harga TBS benar-benar memberikan manfaat bagi petani dan diterapkan dalam transaksi pembelian hasil panen.

Pemerintah juga meminta perusahaan minyak kelapa sawit (PMKS) yang beroperasi di Provinsi Bengkulu mematuhi ketetapan harga TBS periode November 2026.

Harga tersebut telah ditetapkan melalui kesepakatan bersama sehingga perusahaan pengolahan diminta menjalankan mekanisme pembelian sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepatuhan pengepul dan perusahaan terhadap harga yang telah disepakati menjadi perhatian pemerintah dalam menjaga pendapatan petani kelapa sawit.

Dengan harga TBS mencapai sekitar Rp3.420 per kilogram, pemerintah berharap peningkatan nilai jual hasil panen dapat dirasakan oleh petani di berbagai daerah Bengkulu.

Petani Dilarang Panen Sawit Muda dan Merendam Buah

Selain mengingatkan pengepul dan perusahaan pengolahan, Pemerintah Provinsi Bengkulu meminta petani menjaga kualitas buah kelapa sawit sejak proses pemanenan hingga penanganan hasil panen.

Petani diingatkan agar tidak memanen buah sawit yang masih muda atau belum mencapai tingkat kematangan yang sesuai.

Pemanenan buah yang belum matang dapat memengaruhi kualitas hasil panen karena tingkat kematangan berkaitan dengan kandungan minyak dan rendemen yang dihasilkan.

Pemerintah juga meminta petani tidak melakukan praktik merendam buah sawit secara sengaja untuk menambah berat hasil panen sebelum dijual.

Praktik tersebut dinilai tidak sejalan dengan upaya menjaga kualitas hasil perkebunan dan ketentuan pembelian TBS yang telah ditetapkan.

Menjaga kualitas buah menjadi salah satu langkah penting untuk mempertahankan rendemen minyak sawit yang baik sehingga mendukung kestabilan harga jual TBS.

Pemerintah Provinsi Bengkulu mengharapkan adanya komitmen bersama antara petani, pengepul, dan perusahaan pengolahan dalam menjaga kualitas hasil panen serta menjalankan transaksi sesuai ketetapan harga.

Dengan kenaikan harga TBS pada November 2026, peningkatan kualitas rendemen dan kepatuhan terhadap harga pembelian menjadi perhatian utama pemerintah untuk menjaga pendapatan petani serta keberlangsungan sektor perkebunan kelapa sawit di Bengkulu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Skandal Penyadapan Presiden yang Menguak Lemahnya Pengawasan
• 7 jam lalukompas.id
thumb
Ada yang Unik di Kota Tua, Parfum Lokal Ini Hadir dengan Kemasan Denim
• 18 jam laludewiku.com
thumb
Sedang Berlangsung! Ini Link Live Streaming Melbourne Victory Vs Persib Bandung di AFC Champions League 2
• 6 jam lalubola.com
thumb
Istana Duga Penyadapan Ilegal Mengarah pada Makar
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Respons Pramono soal Pengerahan Prajurit TNI ke Jakarta
• 7 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.