Ibas Yudhoyono: Pengungkapan Kasus Narkotika Harus Bongkar Jaringan Pemasoknya

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Penggerebekan kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, oleh aparat gabungan pada (1/11/2026) harus menjadi momentum untuk memperkuat pemberantasan narkotika secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas menilai, langkah penindakan yang melibatkan unsur kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) tersebut merupakan bagian penting dari upaya negara dalam memerangi peredaran gelap narkotika.

Baca Juga :
Gerebek Kampung Bahari, Polisi Temukan Ribuan Ekstasi hingga Senjata Api
Terima Delegasi Kementerian Keamanan Publik Tiongkok, Kapolri Perkuat Kerja Sama Pemberantasan Narkotika

Namun, pemberantasan narkotika tidak boleh berhenti pada penggerebekan dan penangkapan pelaku di lapangan.

"Pengungkapan kasus narkotika harus ditindaklanjuti dengan membongkar keseluruhan jaringan yang berada di belakangnya. Kita tidak boleh hanya menangkap pelaku di tingkat lapangan, tetapi harus menelusuri siapa pemasoknya, siapa pengendalinya, bagaimana jalur distribusinya, serta ke mana aliran uang hasil kejahatan tersebut," ujar Ibas, Rabu (4/11/2026).

Menurutnya, pemberantasan narkotika membutuhkan koordinasi yang kuat, konsisten, dan terukur antarlembaga penegak hukum. Sinergi antara Polri, BNN, Bea Cukai, TNI, serta instansi terkait lainnya perlu terus diperkuat, termasuk dalam pertukaran informasi, pengawasan, penyelidikan, dan penindakan.

Ia menegaskan bahwa koordinasi antaraparat juga perlu disertai mekanisme pengawasan dan evaluasi yang jelas. Setiap informasi mengenai dugaan jaringan peredaran narkotika harus ditindaklanjuti secara profesional, transparan, dan akuntabel.

"Koordinasi tidak cukup hanya dilakukan ketika operasi berlangsung. Harus ada kesinambungan pengawasan, pertukaran data, dan evaluasi terhadap setiap tahapan penegakan hukum. Kita ingin memastikan tidak ada celah yang dapat dimanfaatkan jaringan narkotika untuk kembali beroperasi," tegasnya.

Lebih lanjut, Ibas menekankan pentingnya memperkuat pengawasan di pelabuhan laut, bandar udara, serta jalur perbatasan darat dan laut yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pintu masuk penyelundupan narkotika.

Menurutnya, jaringan peredaran narkotika tidak hanya bergerak di kawasan permukiman atau pusat distribusi, tetapi juga memiliki rantai pasokan yang dapat melibatkan jalur lintas daerah hingga lintas negara.

Karena itu, pengawasan di pintu-pintu masuk Indonesia harus diperkuat melalui integrasi informasi intelijen, peningkatan kapasitas pemeriksaan, pemanfaatan teknologi pengawasan, serta koordinasi antarlembaga yang memiliki kewenangan di wilayah perbatasan.

"Jangan sampai aparat bekerja keras di hilir, tetapi jalur masuk dan rantai pasokan narkotika masih memiliki celah. Pengawasan pelabuhan dan perbatasan harus menjadi prioritas. Kita harus mampu memutus pasokan sebelum narkotika masuk dan menyebar ke tengah masyarakat," ujarnya.

Baca Juga :
Kapolri Sebut Bobby Nasution Gubernur Pertama di Indonesia Larang ASN Pakai Vape: Mungkin Satu-satunya
Apresiasi Pengungkapan 1,16 Ton Ketamin, Bobby Nasution Minta Jaringan Narkotika di Sumut Diputus
Bukan Cuma Kampung Ambon-Boncos, Kapolri Suyudi Diminta Berantas Narkoba sampai ke Akar-akarnya

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Atletico Vs Bayern: Die Roten Bungkam Los Rojiblancos Lewat Dua Gol
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Ezechiel Ndouasel Jadi Andalan, PSGC Ciamis Siap Jegal PSS di I League Cup
• 23 jam lalubola.com
thumb
Hyundai Hillstate Kena Bantai IBK Altos, Media Korea Soroti Performa Bestie Megawati Hangestri saat di Red Sparks
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Menkeu Optimistis Ekonomi Indonesia Mampu Tumbuh 5,5%, Ini Alasannya
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
PLN Jamin Keandalan Listrik Jawa Tengah di PLTGU Tambak Lorok
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.