Diabetes sering kali dikaitkan dengan kelompok usia lanjut. Padahal, penyakit ini juga semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif hingga generasi muda. Kondisi tersebut membuat kesadaran untuk mengenali faktor risiko dan menerapkan pola hidup sehat sejak dini menjadi semakin penting.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi diabetes berdasarkan pemeriksaan gula darah pada kelompok usia 15 tahun ke atas mencapai 11,7%. Sementara itu, jumlah penyandang diabetes di Indonesia tercatat mencapai 20,4 juta orang pada 2024 menurut IDF Diabetes Atlas 2025.
Melihat kondisi tersebut, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) memperkuat upaya pencegahan dan pengelolaan diabetes melalui pendekatan yang mencakup edukasi, deteksi dini, pemenuhan nutrisi, terapi, hingga inovasi kesehatan personal.
Komitmen ini disampaikan melalui kegiatan Media Discussion Diabetes Total Solution (DTS) bertajuk “Kalbe Dukung Pencegahan Diabetes melalui Deteksi Dini, Nutrisi Tepat Hingga Solusi Kesehatan Personal” pada 3 November 2026 di Jakarta.
Kegiatan tersebut sekaligus menutup rangkaian diskusi media DTS yang sebelumnya digelar pada 17 April dan 4 Agustus 2026. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari momentum peringatan World Diabetes Day (WDD) yang jatuh setiap 14 November.
Mengangkat tema global tahun ini, Early Action on Diabetes, Kalbe bersama berbagai pihak mendorong peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan diabetes sejak dini melalui edukasi, deteksi faktor risiko, dan penerapan pola hidup yang tepat.
“Sejalan dengan komitmen Kalbe dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan, kami percaya bahwa pencegahan diabetes perlu dilakukan sedini mungkin. Upaya tersebut tidak hanya melalui edukasi dan deteksi dini, tetapi juga didukung pemenuhan nutrisi yang tepat serta pemanfaatan inovasi kesehatan yang membantu masyarakat memahami risiko kesehatannya secara lebih personal,” ujar Hari Nugroho, Head of Corporate External Communication PT Kalbe Farma Tbk.
Deteksi Dini Jadi Langkah Penting Mencegah KomplikasiSalah satu hal yang perlu diperhatikan dalam upaya pengendalian diabetes adalah pemeriksaan kesehatan secara berkala. Sebab, tidak sedikit masyarakat yang baru mengetahui dirinya mengidap diabetes ketika komplikasi mulai muncul.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., menegaskan bahwa deteksi dini merupakan strategi penting untuk mengendalikan diabetes.
Menurutnya, sebagian besar komplikasi dapat dicegah apabila faktor risiko dikenali lebih awal dan ditindaklanjuti dengan perubahan gaya hidup yang tepat.
“Pemerintah terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis sebagai bagian dari upaya deteksi dini penyakit tidak menular, termasuk diabetes. Pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu masyarakat mengenali faktor risiko lebih awal sehingga langkah pencegahan maupun intervensi dapat dilakukan secara lebih optimal,” ujar dr. Nadia.
Ia menambahkan, penguatan upaya promotif dan preventif menjadi salah satu fokus dalam transformasi sistem kesehatan Indonesia. Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan skrining secara rutin diharapkan dapat menekan risiko komplikasi diabetes sekaligus membantu menjaga kualitas hidup.
Mengatur Pola Makan dengan Prinsip 5JSelain pemeriksaan kesehatan, pemenuhan nutrisi yang tepat juga berperan penting dalam pencegahan dan pengelolaan diabetes.
Health Communicator Kalbe Nutritionals, dr. Laurencia Ardi, M.Gizi, AIFO-K, menjelaskan bahwa masih ada anggapan di masyarakat bahwa penyandang diabetes harus menghindari berbagai jenis makanan dan minuman yang disukai.
Padahal, pengaturan makan bagi penyandang diabetes tidak selalu berfokus pada larangan yang ketat. Hal yang lebih penting adalah memahami pola konsumsi yang tepat dan seimbang.
Salah satu prinsip yang dapat diterapkan adalah 5J, yaitu jumlah, jenis, jadwal, jurus masak, dan jujur dalam mengatur pola konsumsi harian.
“Penyandang diabetes tetap dapat menikmati hidup dan makanan favoritnya selama memahami cara mengatur pola makan dengan tepat. Selain memperhatikan jenis dan porsi makanan, masyarakat juga dapat memanfaatkan alternatif nutrisi dan pemanis yang sesuai kebutuhan seperti Diabetasol dan NuLife Sweetener dari Kalbe. Dengan pendekatan tersebut dan kedisiplinan, diharapkan kadar gula darah dapat lebih terkontrol,” jelas dr. Laurencia.
Ia juga menjelaskan bahwa nutrisi memiliki sejumlah peran penting dalam pengelolaan diabetes. Di antaranya membantu mengendalikan kadar gula darah, menjaga berat badan yang sehat, memenuhi kebutuhan nutrisi harian, serta menyediakan energi untuk beraktivitas.
Pemenuhan nutrisi yang tepat juga dapat membantu mencegah atau memperlambat berbagai komplikasi diabetes. Karena itu, edukasi mengenai nutrisi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar penyandang diabetes dapat menjaga kualitas hidupnya.
Tes Genetik Personal untuk Memahami Risiko KesehatanPerkembangan teknologi kesehatan turut membuka peluang untuk melakukan pencegahan diabetes dengan pendekatan yang lebih personal.
Direktur PT KALGen Innolab, Amalia Indri Senoadji, menjelaskan bahwa pemanfaatan informasi kesehatan berbasis data dapat membantu masyarakat memahami faktor risiko yang dimiliki secara lebih mendalam.
Setiap individu memiliki profil risiko kesehatan yang berbeda. Dengan informasi yang lebih personal, seseorang diharapkan dapat memahami kondisi dirinya dan menentukan langkah pencegahan yang lebih sesuai.
“Setiap individu memiliki profil risiko kesehatan yang berbeda. Dengan pendekatan kesehatan yang lebih personalized, masyarakat dapat memahami dirinya dengan lebih baik dan mengambil langkah pencegahan yang lebih tepat sejak dini. Inovasi kesehatan berbasis data bukan hanya membantu mendeteksi risiko, tetapi juga mendorong masyarakat menjadi lebih proaktif dalam menjaga kesehatannya,” ujar Amalia.
Salah satu inovasi yang disediakan Kalbe adalah DiaGENME, tes genetik personal yang ditujukan untuk membantu individu dalam manajemen diabetes.
Tes ini memberikan informasi mengenai risiko diabetes berdasarkan berbagai faktor, termasuk risiko diabetes pada usia muda, risiko komplikasi, hingga obat-obatan diabetes yang cocok.
Dengan informasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat terkait pola hidup sehat dan langkah pencegahan sesuai profil kesehatannya.
Diabetes Total Solution Hadirkan Pendekatan TerintegrasiBerbagai upaya pencegahan dan pengelolaan diabetes tersebut menjadi bagian dari Diabetes Total Solution (DTS), ekosistem terintegrasi yang digagas Kalbe.
DTS mencakup sejumlah aspek, mulai dari edukasi, deteksi dini, nutrisi, terapi obat dan insulin, hingga inovasi kesehatan personal. Melalui pendekatan ini, Kalbe berupaya membantu masyarakat mengenali risiko kesehatan dan mengambil langkah pencegahan sedini mungkin.
Kalbe menilai kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, industri, media, dan masyarakat diperlukan agar upaya pencegahan diabetes dapat dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan.
Kombinasi edukasi, pemeriksaan kesehatan, pemenuhan nutrisi yang tepat, serta pemanfaatan inovasi kesehatan personal diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap diabetes sekaligus membantu menekan peningkatan kasus penyakit tersebut di Indonesia.
Ke depannya, Kalbe akan terus mengembangkan DTS sebagai ekosistem kesehatan yang mendukung pencegahan hingga penanganan diabetes secara menyeluruh, dengan harapan masyarakat dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat, aktif, dan produktif.





