KOMPAS.TV - Wakapolri 2013-2014 Komjen (Purn) Oegroseno menilai seorang Kapolri harus memiliki loyalitas kepada Presiden sebagai kepala negara, terlepas dari siapa yang menjabat.
Menurut Oegroseno pergantian pemerintahan semestinya menjadi momentum untuk memastikan loyalitas pimpinan institusi negara tetap berada pada Presiden yang sedang menjabat.
Ia mengingatkan, kedekatan personal maupun hubungan pada masa pemerintahan sebelumnya tidak boleh memengaruhi tugas dan pengabdian seorang pejabat negara.
Oegroseno menegaskan, anggota Polri seharusnya mengabdikan diri kepada negara dan bangsa, bukan kepada perorangan.
Karena itu, ia mengingatkan agar kedekatan personal dengan pejabat pada pemerintahan sebelumnya tidak menjadi dasar loyalitas setelah terjadi pergantian kepemimpinan.
Oegroseno juga mempertanyakan kepentingan di balik kemungkinan adanya loyalitas kepada individu mantan presiden, yang menurutnya tidak seharusnya berkaitan dengan agenda politik masa depan.
Lebih lanjut, Oegroseno meminta Polri melakukan pembenahan agar tidak kembali muncul stigma “Partai Cokelat” atau parcok di tengah masyarakat.
Menurutnya, kepercayaan publik terhadap kepolisian harus dipulihkan melalui perubahan nyata dari internal institusi.
Oegroseno berharap kepolisian kembali menjadi institusi yang utuh dan tidak terlibat dalam persoalan politik maupun kepentingan kelompok tertentu.
Oegroseno menilai, pembenahan Polri harus dilakukan secara menyeluruh dan ditunjukkan melalui tindakan nyata.
Ia meminta kepolisian tidak lagi terlibat dalam persoalan politik, termasuk di tingkat daerah.
Baca Juga: Eks Kapolri Listyo Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo, Oegroseno: Buat Apa Disadap? | SATU MEJA
Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/K3oVmdCMp4M
#kapolri #listyosigit #prabowo
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- satumeja
- kapolri
- listyo sigit
- prabowo
- oegroseno





