Pekanbaru, (ANTARA) - Bhayangkara Lampung FC berhasil menundukkan tuan rumah PSPS Pekanbaru dalam laga perdana Grup B Zona Barat I Wilayah Barat I League Cup di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru , Provinsi Riau, Rabu malam.
Awal babak pertama Bhayangkara yang berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia langsung mengambil inisiatif serangan. Sedangkan PSPS yang bermain di Liga Championship masih meraba-raba permainan.
Tak butuh waktu lama pemain Bhayangkara Ryan Kurnia yang lolos dari jebakan offside langsung mengejutkan seisi stadion. Dia yang menerima umpan di sisi kanan langsung melepaskan tendangan mendatar yang gagal diantisipasi penjaga gawang PSPS, Dicki Agung Setiawan dan Bhayangkara unggul 1-0 pada menit ke-9.
Tekanan tim tamu berlanjut dan PSPS belum mampu memberikan ancaman berarti ke pertahanan lawan. Bhayangkara justru lebih leluasa mengendalikan permainan dan memanfaatkan sejumlah kesalahan pemain tuan rumah.
Keunggulan tim tamu bertambah pada menit ke-34 ketika Andik Rendika Rama yang melakukan kesalahan di sisi kiri pertahanan PSPS. Bola yang gagal diamankan langsung dimanfaatkan Bhayangkara melalui skema umpan kepada Milan Ristovski.
Baca juga: Bermain dengan 10 pemain, PSMS takluk 1-2 dari PSPS
Berdiri bebas di dalam kotak penalti dan berhadapan langsung dengan menjaga gawang, penyerang tersebut menyelesaikannya dengan tendangan yang membawa tim tamu unggul 2-0.
PSPS baru memperoleh peluang berbahaya menjelang akhir babak pertama. Pada menit ke-45, Hamzah Depa dilanggar Nehar Sadiki di sisi kanan dan wasit memberikan tendangan bebas.
Bola dieksekusi penyerang asing PSPS, Antonio Gamaroni namun, tendangan Gamaroni hanya membentur tiang gawang. Hingga peluit panjang babak pertama dibunyikan, PSPS belum mampu memperkecil ketertinggalan.
Memasuki babak kedua PSPS langsung melakukan inisiatif serangan untuk mengejar ketertinggalan. Pada menit ke-52 pemain PSPS dijatuhkan oleh kiper Bhayangkara dan dilakukan pengecekan VAR namun tidak dinyatakan penalti.
Tak lama berselang setelah itu justru Bhayangkara Lampung FC yang mendapatkan peluang. Umpan dari sisi kanan oleh Riyan Kurnia Kurnia disambut tendangan first-time oleh Sani Fauzi yang membuat Bhayangkara semakin unggul dengan selisih tiga gol pada menit ke-58.
Baca juga: Bhayangkara perbaiki transisi dan cara hadapi bola mati
Pada sisa waktu PSPS terus berupaya menciptakan peluang naik permainan yang tidak terkoordinir gagal membuahkan gol. Upaya demi upaya dilakukan sampai menit akhir hingga diberikannya penalti oleh wasit di menit tambahan waktu.
Kejadian bermula saat Pemain PSPS Asir Azis dilanggar pemain Bhayangkara FC. Matheus Mechado uang bertindak sebagai algojo berhasil menembus jala gawang Bhayangkara dan membuat skor berakhir 1-3 untuk kekalahan PSPS Pekanbaru.
Awal babak pertama Bhayangkara yang berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia langsung mengambil inisiatif serangan. Sedangkan PSPS yang bermain di Liga Championship masih meraba-raba permainan.
Tak butuh waktu lama pemain Bhayangkara Ryan Kurnia yang lolos dari jebakan offside langsung mengejutkan seisi stadion. Dia yang menerima umpan di sisi kanan langsung melepaskan tendangan mendatar yang gagal diantisipasi penjaga gawang PSPS, Dicki Agung Setiawan dan Bhayangkara unggul 1-0 pada menit ke-9.
Tekanan tim tamu berlanjut dan PSPS belum mampu memberikan ancaman berarti ke pertahanan lawan. Bhayangkara justru lebih leluasa mengendalikan permainan dan memanfaatkan sejumlah kesalahan pemain tuan rumah.
Keunggulan tim tamu bertambah pada menit ke-34 ketika Andik Rendika Rama yang melakukan kesalahan di sisi kiri pertahanan PSPS. Bola yang gagal diamankan langsung dimanfaatkan Bhayangkara melalui skema umpan kepada Milan Ristovski.
Baca juga: Bermain dengan 10 pemain, PSMS takluk 1-2 dari PSPS
Berdiri bebas di dalam kotak penalti dan berhadapan langsung dengan menjaga gawang, penyerang tersebut menyelesaikannya dengan tendangan yang membawa tim tamu unggul 2-0.
PSPS baru memperoleh peluang berbahaya menjelang akhir babak pertama. Pada menit ke-45, Hamzah Depa dilanggar Nehar Sadiki di sisi kanan dan wasit memberikan tendangan bebas.
Bola dieksekusi penyerang asing PSPS, Antonio Gamaroni namun, tendangan Gamaroni hanya membentur tiang gawang. Hingga peluit panjang babak pertama dibunyikan, PSPS belum mampu memperkecil ketertinggalan.
Memasuki babak kedua PSPS langsung melakukan inisiatif serangan untuk mengejar ketertinggalan. Pada menit ke-52 pemain PSPS dijatuhkan oleh kiper Bhayangkara dan dilakukan pengecekan VAR namun tidak dinyatakan penalti.
Tak lama berselang setelah itu justru Bhayangkara Lampung FC yang mendapatkan peluang. Umpan dari sisi kanan oleh Riyan Kurnia Kurnia disambut tendangan first-time oleh Sani Fauzi yang membuat Bhayangkara semakin unggul dengan selisih tiga gol pada menit ke-58.
Baca juga: Bhayangkara perbaiki transisi dan cara hadapi bola mati
Pada sisa waktu PSPS terus berupaya menciptakan peluang naik permainan yang tidak terkoordinir gagal membuahkan gol. Upaya demi upaya dilakukan sampai menit akhir hingga diberikannya penalti oleh wasit di menit tambahan waktu.
Kejadian bermula saat Pemain PSPS Asir Azis dilanggar pemain Bhayangkara FC. Matheus Mechado uang bertindak sebagai algojo berhasil menembus jala gawang Bhayangkara dan membuat skor berakhir 1-3 untuk kekalahan PSPS Pekanbaru.





