Di tengah proses itu, modal kerja memegang peranan penting. Ketika dana tertahan karena pembayaran belum diterima, sementara kebutuhan untuk memasok barang terus berjalan, distributor bisa kesulitan menjaga kelancaran usahanya.
Persoalan keuangan itu tidak hanya dialami perusahaan besar. Mitra distributor yang berada di bawahnya juga menghadapi kebutuhan serupa. Padahal, kelancaran distribusi dari satu perusahaan ke perusahaan lain ikut menentukan apakah produk dapat menjangkau pasar.
Kebutuhan pembiayaan di sepanjang rantai distribusi inilah yang coba dijawab PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank). Melalui kerja sama dengan PT ECS Indo Jaya, kedua perusahaan menjalin kerja sama pembiayaan dengan fasilitas Distributor Financing atau Supply Chain Financing pada Mei 2026 lalu.
Fasilitas tersebut ditujukan untuk membantu kebutuhan modal kerja distributor dalam jaringan bisnis ECS Indo Jaya. Dengan dukungan pembiayaan, para distributor diharapkan memiliki ruang lebih besar untuk mengelola arus kas dan menjaga ketersediaan produk teknologi di pasar.
Baca Juga :
Tak Lagi Kejar Volume Kredit, Ini Strategi Baru KB Bank Perkuat PembiayaanSeperti diketahui, ECS Indo Jaya merupakan distributor produk dan solusi teknologi informasi dan komunikasi (ICT) di Indonesia. Perusahaan ini bagian dari VSTECS Group, penyedia produk dan layanan ICT yang beroperasi di kawasan Asia Pasifik.
Jaringan bisnis ECS Indo Jaya terbilang luas. Perusahaan memiliki enam kantor cabang dan enam gudang, dengan lebih dari 5.400 mitra aktif. Jangkauan layanannya mencakup lebih dari 225 kota di Indonesia. ECS juga bekerja sama dengan berbagai prinsipal teknologi global.
Dengan jaringan sebesar itu, kegiatan distribusi melibatkan banyak pihak. Mulai dari produk yang harus bergerak dari prinsipal ke distributor. Setelah itu, produk diteruskan kepada mitra penyalur hingga sampai ke pelanggan.
Bagi distributor, keterlambatan pembayaran dari pelanggan bisa memengaruhi kemampuan membeli barang kembali. Sebaliknya, jika modal kerja tersedia, perusahaan memiliki ruang lebih besar untuk memenuhi pesanan dan menjaga persediaan.
KB Bank menyiapkan fasilitas pembiayaan Supply Chain Finance (SCF) senilai hingga Rp200 miliar. Dana ini dimanfaatkan oleh para distributor dalam jaringan ECS Indo Jaya guna mendukung kebutuhan modal kerja, menjaga arus kas usaha, hingga memperlancar distribusi produk teknologi ke berbagai daerah di Indonesia. Wholesale Banking Tidak Berhenti Pada Penyaluran Kredit
Kebutuhan seperti yang dihadapi distributor ECS Indo Jaya menggambarkan bahwa hubungan perusahaan dengan bank tidak selalu selesai setelah pinjaman diberikan.
Dalam menjalankan usaha, perusahaan kerap dihadapkan dalam masalam keuangan lain seperti mengelola pembayaran kepada pemasok, menerima dana dari pelanggan, mengatur likuiditas, hingga melakukan transaksi perdagangan.
Layanan-layanan tersebut menjadi bagian dari Wholesale Banking. KB Bank melayani kebutuhan perbankan perusahaan melalui pembiayaan, Transaction Banking, dan treasury.
Direktur Wholesale Banking KB Bank, Widodo Suryadi mengatakan, perusahaan membutuhkan mitra perbankan yang memahami kegiatan bisnis nasabah secara menyeluruh.
“Wholesale Banking bagi kami bukan hanya tentang menyalurkan pembiayaan. Kami ingin menjadi strategic partner yang memahami kebutuhan bisnis nasabah secara menyeluruh, dari pembiayaan, transaksi, treasury, dan solusi perbankan lainnya,” ucapnya dikutip pada Rabu, 4 November 2026.
Baca Juga :
Bukan Cuma Perusahaan Besar, KB Bank Bidik UMKMDalam pengembangan bisnisnya, KB Bank menerapkan empat prinsip, yaitu ecosystem-based, transaction-led, quality before volume, serta penguatan hubungan bisnis Korea dan Indonesia.
Prinsip tersebut tercermin dalam upaya bank melihat hubungan antara perusahaan dengan mitra bisnisnya, mendorong transaksi sebagai bagian dari hubungan dengan nasabah, serta menjaga kualitas pembiayaan. KB Bank juga memanfaatkan jaringan KB Financial Group untuk menghubungkan perusahaan Korea dengan korporasi di Indonesia.
Tercatat, dari sisi penyaluran kredit Wholesale Banking KB Bank menorekan kredit sebesar Rp30,28 triliun pada Juni 2026. Jumlah itu meningkat 2,85 persen dibandingkan posisi Desember 2025 yang sebesar Rp29,45 triliun.
Secara keseluruhan, total kredit KB Bank pada semester I-2026 mencapai Rp44,97 triliun, tumbuh 4,38 persen secara tahunan. Total aset tercatat Rp86,11 triliun atau meningkat 12,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada periode yang sama, dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp45,57 triliun, tumbuh 12,44 persen secara tahunan. Sementara dana murah atau current account saving account (CASA) tercatat Rp14,71 triliun, meningkat 15,25 persen dengan rasio CASA sebesar 32,27 persen. Ketika Transaksi Ikut Menentukan Kelancaran Usaha
Asal tau saja, transaksi menentukan kelancaran usaha. Perusahaan setiap hari menerima pembayaran dari banyak pelanggan, membayar pemasok, mengelola gaji karyawan. Itu semua masuk dalam transaksi perdagangan. Semakin luas kegiatan bisnisnya, semakin banyak pula transaksi yang harus dipantau.
Jika seluruh aktivitas itu dikelola secara terpisah, perusahaan perlu bekerja ekstra untuk memeriksa posisi dana dan memastikan pembayaran tidak terlewat.
KB Bank juga menyediakan layanan Transaction Banking untuk membantu kebutuhan tersebut. Salah satunya melalui platform digital KBstarbiz yang memiliki tujuh kategori layanan, yaitu collections, liquidity management, payments, trade finance, treasury, custodian, dan employee benefit program.
Transaction Banking Division Head KB Bank Novita S. Djani menjelaskan, layanan ini diarahkan untuk menghubungkan berbagai aktivitas bisnis nasabah.
“Transaction Banking bagi kami adalah bagaimana menghubungkan berbagai aktivitas bisnis nasabah agar dapat berjalan lebih sederhana, cepat, dan efisien. Ketika kami dapat membantu operasional mereka berjalan lebih baik, kami juga semakin memahami dan dekat dengan bisnis mereka,” katanya.
Kerja sama KB Bank dengan ECS Indo Jaya memberikan gambaran bahwa Wholesale Banking memiliki peran dalam perekonomian. Dukungan perbankan kepada perusahaan dapat berpengaruh besar pada aktivitas pemasok, distributor, dan mitra usaha yang terhubung dalam rantai bisnis secara luas.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
- URL Berhasil di Salin Bisnis Tak Bergerak Sendiri: Bagaimana KB Bank Menggerakkan Rantai Usaha? Klik untuk baca: https://www.medcom.id/ekonomi/keuangan/4ba1Ql3b-bisnis-tak-bergerak-sendiri-bagaimana-kb-bank-menggerakkan-rantai-usaha
(ANN)





