Iran Sebut Hasil Pemilu Sela AS Cerminkan Penolakan terhadap Perang

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Teheran: Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut hasil pemilu sela Amerika Serikat (AS) menunjukkan para pemilih menolak perang dan menegaskan Teheran mendukung pesan tersebut.

“Entah karena hati nurani atau biaya hidup, rakyat Amerika telah mengatakan TIDAK UNTUK PERANG, dan kami mendukung pesan ini,” kata Ghalibaf dalam pernyataan melalui platform X, Rabu, 4 November 2026, seperti dikutip Anadolu.

Ia memperingatkan pemerintah AS agar tidak mengkhianati kehendak rakyatnya demi melayani kepentingan pihak-pihak luar. Menurutnya, tindakan semacam itu akan berujung pada situasi yang disebutnya sebagai “mimpi buruk”.

Wakil Ketua Parlemen Iran Ali Nikzad juga menyebut kemunduran politik Presiden AS Donald Trump sebagai konsekuensi dari kekalahannya dalam menghadapi rakyat Iran.

Berbicara di hadapan parlemen, Nikzad mengatakan hasil pemilu mencerminkan kegagalan upaya AS melemahkan Iran melalui sanksi ekonomi dan tekanan politik.

“Presiden AS yang delusional, yang berupaya mengklaim kemenangan melalui retorika di media sosial, juga mengalami kekalahan dalam politik domestik,” ujar Nikzad.

Ia menambahkan kemunduran tersebut merupakan “dampak lanjutan dari kekalahannya dalam menghadapi rakyat Iran”.

Nikzad turut memperingatkan AS agar tidak melakukan petualangan militer di Selat Hormuz. Ia mengatakan setiap tindakan semacam itu akan mendapat “respons telak” dari Iran.

Sementara itu, Wakil Kepala Komunikasi dan Informasi di Kantor Presiden Iran Seyed Mehdi Tabatabaei menyebut hasil pemilu AS mencerminkan pesan kuat dari para pemilih Amerika.

“Dunia telah mendengar pesan lantang rakyat Amerika dalam pemilihan Senat dan Kongres,” kata Tabatabaei.

Ia mengaitkan kekalahan Partai Republik dengan dukungan AS terhadap tindakan Israel di Gaza, keberpihakan Washington terhadap kepentingan Israel, serta perang melawan Iran.

“Kejahtan kemanusiaan di Gaza, kepatuhan buta terhadap kepentingan rezim Israel yang tidak sah, dan perang tanpa akhir melawan Republik Islam Iran telah membawa kekalahan terbesar dalam sejarah pemilu Amerika bagi Partai Republik,” ujar Tabatabaei.

Pernyataan sejumlah pejabat Iran tersebut muncul setelah pemilu sela AS pada Selasa, 3 November 2026. Dalam pemilu tersebut, Partai Demokrat diproyeksikan meraih kendali atas Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat, menjadi kemunduran bagi Trump dan Partai Republik.

Trump melancarkan perang terhadap Iran bersama Israel pada Februari 2026. Hasil pemilu tersebut kemudian menjadi sorotan Teheran di tengah ketegangan yang masih berlangsung antara kedua negara.

Di sisi lain, Qatar terus memediasi komunikasi antara Washington dan Teheran di tengah ketegangan terkait blokade laut AS dan keamanan di Selat Hormuz.

Pada Senin, Iran menyatakan masih bertukar pesan dengan AS melalui para mediator. Teheran juga menegaskan pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada keputusan Washington untuk mengakhiri blokade tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ombudsman RI Mulai Investigasi Kebakaran Hutan dan Lahan
• 17 jam lalukompas.id
thumb
Laptop tidak bisa terhubung ke Wi-Fi, apa penyebabnya?
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Dinas Damkar dan Penyelamatan Resmi Masuk Mitra Kerja Komisi I DPRD Pasuruan
• 21 jam laluberitajatim.com
thumb
Ada Pemeliharaan 13 Titik SPAM, Warga Malang Diimbau Siapkan Cadangan Air
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ramalan 12 Zodiak Kamis 5 November 2026: Ada Kabar Baik Soal Uang, Beberapa yang Lain Diminta Waspada
• 4 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.