Gandeng Perbankan hingga Pemerintah, Halal Connect 2026 Dorong UMKM Masuk Ekosistem Pasar Halal Global

viva.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Pengembangan industri halal dinilai butuh kolaborasi lintas sektor dan tidak hanya sebatas pemenuhan sertifikasi.

Sinergi pemerintah, lembaga keagamaan, lembaga pemeriksa halal, perbankan, dan pelaku usaha dinilai menjadi faktor penting untuk membangun ekosistem bisnis halal yang terintegrasi dan mampu bersaing di pasar global.

Baca Juga :
LPPOM Soroti Pentingnya Bangun Ekosistem Halal di Industri Bakso, Gandeng Pemasok dan Pelaku UMKM
Persaingan UMKM Makin Ketat, Pelaku Usaha Kecil Perlu Lebih dari Sekadar Modal

Hal itulah yang didorong dalam gelaran Halal Connect 2026 yang diselenggarakan LPPOM di Jakarta, Selasa (3/11). Mengusung tema "Sinergi Membangun Ekosistem Bisnis Halal Menuju Pasar Global", kegiatan ini menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis.

Halal Connect 2026 diinisiasi LPPOM Pusat dan diselenggarakan LPPOM DKI Jakarta. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 pelaku usaha dari berbagai sektor, termasuk ritel, pemasok bahan baku (supplier), serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain menjadi ruang silaturahmi dan pertukaran informasi, forum ini diarahkan untuk memperluas jaringan kemitraan serta menciptakan peluang bisnis yang saling menguntungkan.

Direktur LPPOM DKI Jakarta, drg. H. Deden Edi S., M.M., mengatakan Halal Connect merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperluas akses pemasaran.

"Kami ingin mempertemukan berbagai pihak yang memiliki peran penting dalam rantai nilai industri halal, mulai dari pelaku usaha, pemasok bahan baku, pengusaha ritel, lembaga pembiayaan, hingga instansi pemerintah. Kami berharap pertemuan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mampu menghasilkan jejaring dan hubungan bisnis yang saling menguntungkan serta berkelanjutan," ujarnya, dikutip Kamis (5/11/2026).

Deden menjelaskan, kepemilikan sertifikat halal dapat menjadi modal bagi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pasar.

Namun, langkah tersebut harus dibarengi dengan peningkatan mutu produk, pemahaman mengenai standar internasional, serta pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan.

Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati, menegaskan peran lembaganya dalam pengembangan industri halal tidak sebatas melakukan pemeriksaan dan menerbitkan sertifikat.

LPPOM juga berupaya memastikan pelaku usaha memperoleh manfaat ekonomi dan mampu meningkatkan skala bisnisnya.

"Bagi LPPOM, pekerjaan tidak berhenti pada penerbitan sertifikat halal. Hal yang jauh lebih penting adalah memastikan pelaku usaha memiliki kesadaran penuh untuk menjaga konsistensi kualitas dan kehalalan produknya. Kami juga berharap pelaku usaha yang telah memperoleh sertifikat halal mendapatkan nilai tambah, mampu naik kelas, mengembangkan usaha, dan memperluas bisnisnya," jelas Muti.

Baca Juga :
BEI Kaji Insentif Pajak bagi Emiten, Bidik Lebih Banyak UMKM untuk IPO
Hadirkan 50 UMKM, SMEXPO Regional Bekasi 2026 Luncurkan Katalog Digital PFpreneur untuk Perluas Akses Pasar Produk Lokal
Pertamina Bawa 5 UMKM Lokal Buka Peluang Pasar Global di ASCOPE 2026

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPS: Manufaktur ekspansi, IKBM triwulan III-2026 naik ke 52,75
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Kesaksian Jokowi di Sidang Kasus Ijazah | PARASOT
• 33 menit lalukompas.tv
thumb
Pengusaha Plastik Datangi Kantor Menperin, Dikasih Janji Ini
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kalah Telak di Pemilu, Mike Johnson Mundur dari Pimpinan Republik di DPR AS
• 12 jam laludetik.com
thumb
KLH Siapkan 67 Sesi Dialog di Paviliun Indonesia COP31 Turki, Tanam 4.000 Pohon untuk Imbangi Emisi
• 22 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.