HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Como mengamuk dengan menghancurkan Lens 9-1 pada matchday keempat Liga Champions 2026/2027 di kandang lawan.
Bermain di Stade Bollaert-Delelis, Kamis (5/11/2026), klub asal Italia itu berpesta gol sekaligus mencatatkan sejarah yang menjadi sorotan di kompetisi elite Eropa.
Anastasios Douvikas menjadi bintang utama dalam pesta gol tersebut. Penyerang Como itu mencetak hattrick melalui gol pada menit ketujuh, ke-32, dan ke-60.
Jalannya Laga
Como langsung mengambil kendali permainan sejak awal pertandingan. Gol pembuka Douvikas pada menit ketujuh membuat Lens berada dalam tekanan.
Penyerang tersebut kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-32.
Dominasi Como semakin terlihat menjelang turun minum. Nico Paz menambah keunggulan pada menit ke-40 sekaligus membawa tim tamu menutup babak pertama dengan skor 3-0.
Memasuki paruh kedua, Como tidak mengendurkan serangan. Sebaliknya, mereka semakin leluasa membongkar pertahanan Lens.
Dalam kurun waktu 20 menit pertama babak kedua, Como mencetak empat gol tambahan.
Lucas Da Cunha, Marc Kempf, dan Mattia Liberali ikut menyumbangkan gol, sementara Douvikas melengkapi hattrick-nya.
Lens sempat mendapatkan gol hiburan pada menit ke-65. Ruben Aguilar berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-7.
Namun, gol tersebut tidak menghentikan amukan Como. Martin Baturina kembali memperlebar jarak melalui golnya pada menit ke-69.
Pesta gol tim tamu akhirnya ditutup Matteo Papaccioli pada masa injury time. Gol tersebut memastikan Como pulang dengan kemenangan fantastis 9-1.
Hasil ini semakin mempertegas kiprah impresif Como di Liga Champions musim ini.
Sebagai klub yang baru menjalani debut di kompetisi tersebut, mereka sudah mengumpulkan sembilan poin dari empat pertandingan.
Koleksi tersebut menempatkan Como sebagai salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan dalam persaingan menuju babak 16 besar.
Bahkan, mereka menjadi tim Italia dengan perolehan poin tertinggi sejauh ini.
Situasi Como berbanding terbalik dengan Inter Milan, AS Roma, dan Napoli yang masih berada di luar zona 10 besar klasemen sementara.
Meski demikian, Como belum bisa berleha-leha. Persaingan fase liga masih menyisakan empat pertandingan, sementara jarak poin antartim relatif ketat.
Konsistensi akan menjadi kunci bagi mereka untuk memastikan tiket ke babak 16 besar.





