jpnn.com - JAKARTA – Sudah banyak elemen masyarakat mengecam aksi penyadapan ilegal yang menyasar Presiden Prabowo Subianto, beberapa pejabat tinggi, serta sejumlah kalangan sipil lainnya.
Terbaru, kecaman datang dari Pimpinan Pusat Gerakan Kristiani Indonesia Raya (PP Gekira), organisasi sayap Partai Gerindra.
BACA JUGA: 4 Kemungkinan Motif Penyadapan terhadap Presiden Prabowo, Silakan Fokus yang Ketiga
"Tindakan semacam ini tidak hanya mencederai privasi dan keamanan pejabat negara, tetapi juga merupakan bentuk ancaman nyata terhadap kedaulatan serta keutuhan bangsa," kata Wakil Ketua Umum PP Gekira Charles Lumban Gaol dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (4/11).
Menurutnya, tindakan penyadapan terhadap simbol-simbol negara dan pimpinan tertinggi pemerintahan memiliki motif terselubung yang berpotensi merusak stabilitas nasional.
BACA JUGA: AHY Soroti Penyadapan Prabowo, Singgung Penerima Hasil Sadapan
"Tindakan penyadapan terhadap pimpinan negara NKRI bukanlah sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan sebuah bentuk makar yang terselubung. Motif di balik tindakan ini diduga kuat ingin menciptakan kekacauan politik, melemahkan institusi kepemimpinan nasional, dan secara sistematis merusak fondasi keutuhan NKRI," ujarnya.
PP Gekira menyatakan bahwa di tengah upaya bersama seluruh elemen bangsa dalam membangun dan menjaga stabilitas nasional di bawah kepemimpinan yang sah, tindakan spionase atau penyadapan ilegal itu merupakan pengkhianatan terhadap konstitusi.
BACA JUGA: Penyadapan oleh Listyo Terindikasi untuk Gulingkan Prabowo, Yusril Singgung Hukuman Mati
Sehubungan dengan hal tersebut, DPP PP Gekira menyatakan sikap mengecam tindakan ilegal, yakni mengutuk segala bentuk upaya spionase, penyadapan atau peretasan terhadap komunikasi pimpinan tertinggi NKRI oleh pihak manapun, baik dari dalam maupun luar negeri.
Mendesak penegakan hukum yang tegas dengan meminta kepada aparat penegak hukum, khususnya Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk mengusut tuntas motif, aktor intelektual, dan jaringan di balik dugaan tindakan penyadapan ini secara transparan.
Lebih lanjut, mereka menilai tindakan tersebut sebagai ancaman terhadap keamanan nasional yang mendekati unsur makar sehingga pelakunya harus ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu.
Terakhir, menyerukan kewaspadaan nasional dengan mengajak seluruh kader Gerindra di seluruh Indonesia serta masyarakat luas untuk tetap tenang, waspada, dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai narasi pecah belah yang dihembuskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
"PP Gekira berkomitmen untuk senantiasa mengawal dan mengamankan kebijakan serta kedaulatan pemerintah yang sah demi terjaganya keutuhan Pancasila, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ucap Charles. (antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu




