Kata Istana soal Aksi Listyo Dkk Sadap Prabowo Mengarah ke Makar

detik.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengeluarkan pernyataan terkait dugaan penyadapan yang dilakukan oleh Jenderal Listyo Sigit Prabowo terhadap Presiden Prabowo Subianto. Prasetyo mengatakan perbuatan yang dilakukan Listyo Sigit dkk ini mengarah kepada makar.

Hal itu disampaikan Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana, Jakarta Pusat, Rabu (4/11/2026). Prasetyo awalnya mengumumkan Prabowo telah memecat Sigit dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

"Bapak Presiden telah menandatangani keputusan presiden mengenai pemberhentian Saudara Listyo Sigit Prabowo dalam kapasitasnya sebagai Kepala Staf Kepresidenan," ujar Prasetyo.

Prasetyo kemudian menyebut perbuatan tersebut mengarah ke makar. Meski demikian, dia memastikan kasus ini tidak memengaruhi pelayanan ke masyarakat.

"Kami juga berpendapat apa yang dilakukan ini mungkin sudah masuk kategori bisa kita anggap ini mengarah ke perbuatan makar, juga mengarah ke perbuatan yang membahayakan keselamatan kepentingan negara, termasuk membahayakan keselamatan pimpinan negara," ujarnya.

Baca juga: Mensesneg Sebut Tindakan Listyo Sigit dkk Sadap Presiden Mengarah ke Makar

Prabowo Prihatin Luar Biasa

Prasetyo Hadi mengungkapkan respons Prabowo terkait kasus ini. Dia mengatakan Presiden Prabowo prihatin atas kasus penyadapan yang menjerat tersangka Listyo Sigit.

"Tentunya dalam kesempatan ini Bapak Presiden, kami mewakili beliau, Bapak Presiden sekali menyampaikan keprihatinan yang luar biasa oleh karena terjadinya dinamika tersebut," kata Prasetyo.

Prasetyo mengatakan ada konsekuensi terhadap tindakan yang dilakukan oleh Listyo Sigit atas kasus tersebut. Prabowo pun memberhentikan Listyo dari jabatannya sebagai KSP.

"Ada konsekuensi logis yang harus diputuskan karena salah satu tersangka adalah beliau menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan," jelas dia.

"Oleh karena itulah dapat kami sampaikan pada teman-teman media, bahwa pada pagi hari ini tadi Bapak Presiden telah mengambil keputusan, telah menandatangani keputusan Presiden berkenaan dengan pemberhentian Saudara Listyo Sigit Prabowo dalam kapasitas beliau sebagai Kepala Staf Kepresidenan," imbuhnya.

Listyo Sigit diduga melakukan penyadapan ini sejak 2025 saat masih menjabat sebagai Kapolri. Prasetyo mengatakan tindakan yang dilakukan itu memprihatinkan.

"Beliau sangat prihatin, seorang kepala negara saja ada institusi yang itu berada di bawah presiden kemudian melakukan upaya sedemikian, tentunya itu sangat memprihatinkan. Sekali lagi itu sangat mengkhawatirkan untuk kepentingan kita semua," jelasnya.

Baca juga: Selain Prabowo, BJ Habibie dan SBY Juga Pernah Jadi Korban Penyadapan




(lir/lir)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indonesia Raih Penghargaan Emas di Ajang All Asian Stars International Festival China 2026
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Kasus Penyadapan Presiden, Gerindra: Mau Geng Solo atau Geng Oslo, Hukum ya Hukum!
• 37 menit laluokezone.com
thumb
Pilihan Kuliner Favorit Lokal di Hawker Centre Singapura, Ada Apa Saja?
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Fadli Zon Temui Prabowo di Istana, Serahkan Rekomendasi Calon Pahlawan Nasional 2026
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Mahfud MD Bongkar Dugaan Aliran Hasil Sadapan ke Solo, Singgung Skenario Jatuhkan Prabowo
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.