Stigma 'Kampung Narkoba' telah melekat di Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat atau yang dikenal Kampung Boncos. Selama bertahun-tahun stigma itu melekat sampai membuat warga kesulitan mencari pekerjaan.
Sama halnya dengan Kampung Ambon dan Kampung Bahari, Kampung Boncos selama puluhan tahun dikenal sebagai sarang narkoba. Meski aparat sering melakukan penindakan di sana, namun rupanya para oknum bandar dan pengedar masih nekat bertransaksi narkoba.
Dampak label kelam itu dirasakan langsung oleh masyarakat setempat saat mencoba mengadu nasib. Tidak sedikit warga yang mengaku mendadak menerima penolakan halus dari pihak perusahaan begitu alamat domisili di KTP mereka tertera di kawasan tersebut.
Prasangka bahwa warga Boncos identik dengan barang haram seolah menutup rapat pintu kesempatan, padahal banyak dari mereka sama sekali tidak terlibat dan hanya ingin menggantungkan hidup dari pekerjaan yang halal.
Polda Metro Jaya melihat persoalan tersebut. Melalui program Kapolri 'Kampung Bersih Narkoba atau Bersinar', Polda Metro Jaya dan Pemprov DKI menata kembali kehidupan sosial di Kampung Boncos. Melalui dialog langsung dengan warga, petugas memetakan berbagai kebutuhan lingkungan, mulai dari sanitasi, penerangan, akses jalan, pengelolaan sampah, hingga persoalan keamanan dan ketertiban.
Informasi yang terkumpul selanjutnya akan dievaluasi dan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah serta pihak terkait agar dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan dan kewenangan masing-masing. Selain pendataan, kegiatan ini juga dilengkapi pelayanan kesehatan bagi masyarakat secara door to door.
Stigma 'Kampung Narkoba' yang telah melekat puluhan tahun membuat warga yang tinggal di Kampung Boncos kesulitan mencari pekerjaan. Hal itu diungkapkan oleh salah satu warga bernama Ira saat ditemui Wakapolda Metro Jaya Irjen Adex Yudiswan, pada Rabu (4/11/2026).
Pada kesempatan itu, Adex berdialog dengan beberapa warga. Adex menanyakan kondisi, kesulitan, hingga masalah yang dihadapi warga, terutama dengan adanya 'sarang narkoba' di Kampung Boncos.
"Kalau mau cari kerja susah nggak pakai domisili sini?" kata Adex saat berdialog dengan Ira di depan rumahnya di Kampung Boncos, Rabu (4/11/2026).
"Iya susah, Pak (pakai domisili sini)," kata Ira.
"Terus gimana?" tanya Adex.
"Pakai domisili lain jadinya," timpal Ira.
"Kartu Prakerja punya?" tanya Adex.
"Nggak, Pak," jawab Ira.
(mea/mea)





