WHO Ungkap Enam Langkah Cegah 1,6 Juta Kematian Setiap Tahun

suarasurabaya.net
1 jam lalu
Cover Berita

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut enam langkah di bidang kesehatan masyarakat dan perlindungan lingkungan berpotensi mencegah 1,6 juta kematian setiap tahun. Selain menyelamatkan jutaan jiwa, penerapan kebijakan tersebut juga diperkirakan menghasilkan manfaat ekonomi hingga triliunan dolar.

Temuan itu tertuang dalam laporan WHO yang dirilis menjelang Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP31) di Antalya, Turkiye, yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.

WHO memperkirakan penerapan enam langkah tersebut secara global dapat menghasilkan manfaat kesejahteraan ekonomi tahunan sebesar 3,9 triliun dolar AS. Selain itu, pemerintah berbagai negara berpotensi memperoleh tambahan keuntungan fiskal sebesar 5,4 triliun dolar AS.

Enam intervensi yang direkomendasikan mencakup pengembangan sistem peringatan dini terhadap dampak suhu panas ekstrem, peningkatan akses air minum aman, penyediaan fasilitas sanitasi dan kebersihan, penggunaan energi rumah tangga yang lebih bersih, serta reformasi penetapan harga bahan bakar fosil.

Tedros Adhanom Ghebreyesus Direktur Jenderal WHO mengatakan, krisis iklim tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia.

“Krisis iklim adalah krisis kesehatan, namun sebagian besar dampak buruk yang ditimbulkannya dapat dicegah dengan perangkat yang sudah kita miliki saat ini,” kata Tedros dalam laporan tersebut seperti dilansir Antara, Kamis (5/11/2026).

WHO juga menyoroti besarnya keuntungan dari investasi pada kebijakan kesehatan dan lingkungan. Setiap satu dolar AS yang diinvestasikan pada lima dari enam intervensi tersebut diperkirakan dapat menghasilkan manfaat sekitar 24 dolar AS.

Sementara itu, sistem peringatan dini terhadap dampak suhu panas ekstrem memiliki potensi keuntungan investasi paling tinggi. Setiap satu dolar AS yang ditanamkan pada sistem tersebut diproyeksikan menghasilkan manfaat hingga 835 dolar AS.

Di sisi lain, reformasi penetapan harga bahan bakar fosil, termasuk penghapusan subsidi yang tidak efisien, diperkirakan memberikan dampak terbesar terhadap penyelamatan jiwa. Kebijakan ini berpotensi mencegah 1,2 juta kematian setiap tahun sekaligus menghasilkan keuntungan ekonomi dan fiskal terbesar.

Tidak hanya berdampak pada kesehatan dan perekonomian, penerapan keenam langkah tersebut juga berpotensi membantu mengurangi emisi karbon dioksida hingga 16,7 miliar ton.

WHO mendesak pemerintah berbagai negara meningkatkan investasi pada langkah-langkah tersebut sebagai bagian dari upaya menghadapi krisis iklim. Negara berpenghasilan rendah dan menengah diperkirakan menjadi pihak yang memperoleh manfaat paling besar dari penerapan kebijakan tersebut.(ant/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tingkatkan Kompetensi ASN, Pemkab Tana Tidung Gandeng Universitas Fajar Makassar melalui Program RPL
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Pandu Sjahrir Lengkapi Penjelasan soal Supra Sekuritas: Kepemilikan Dilepas Sejak Juni
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Kang Sung-hyung Ungkap Biang Kerok Kekalahan Hyundai Hillstate, Singgung Performa Megawati Hangestri
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Bhayangkara Lampung FC Serius Hadapi Piala Liga Indonesia, Oscar Bruzon Andalkan Pemain Inti dan Beri Kesempatan Pemain Lokal
• 8 menit lalupantau.com
thumb
Pramono Lantik Ribuan PNS Baru, 15 Orang dari Formasi Disabilitas
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.