JAKARTA — Peternak ayam di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mendapat pelatihan untuk meningkatkan produktivitas ternak dan menekan angka kematian ayam. Pelatihan tersebut mencakup pengelolaan pakan, kesehatan ternak, kebersihan kandang, hingga manajemen usaha.
Program yang digelar Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (UNAIR) itu menyasar peternak di sejumlah desa. Salah satu pesertanya adalah Akbar Kurniati, warga Desa Tinombala Jaya, Kecamatan Ongka Malino.
Baca Juga
Puluhan Ikan Ton di Waduk Saguling Mati, Dispernakan KBB Minta Peternak Siapkan Mitigasi Ini
Kementan Siapkan Tiga Solusi Atasi Persoalan Penyerapan Telur Peternak
Mentan Siapkan Subsidi Rp600 Miliar untuk Peternak Ayam
Akbar mengatakan, pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru mengenai pengelolaan peternakan yang lebih sehat dan ramah lingkungan.
“Programnya sangat inovatif dan ramah lingkungan sehingga kami bisa memanfaatkan alam sekitar yang sudah tersedia untuk ayam-ayam agar lebih sehat, mendapatkan ilmu mengenai manajemen usaha, biosekuriti, dan sanitasi kandang,” ujar Akbar berdasarkan siaran pers Kementrans, Rabu (4/11/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Manfaat pelatihan juga dirasakan Agus Suseno, peternak asal Desa Tinombala Jaya. Dia kini memahami pengelolaan kandang, pemberian pakan, kebersihan, dan kesehatan ayam, termasuk pencatatan usaha ternak.
Dalam pelatihan tersebut, tim menekankan tiga aspek utama peternakan ayam, yakni kualitas bibit, pakan, dan manajemen kandang. Peternak juga mendapat materi mengenai penerapan biosekuriti sederhana, seperti memisahkan ayam sakit, mengelompokkan ayam berdasarkan umur, membersihkan tempat pakan, serta membatasi akses orang luar ke kandang.
Ketua Tim Ekspedisi Patriot UNAIR di Parigi Moutong, Dr. Emy Koestanti Sabdoningrum, drh., M.Kes., mendorong pembentukan kelompok peternak unggas di setiap desa. Kelompok tersebut diharapkan menjadi wadah resmi untuk menyalurkan bantuan pemerintah pada masa mendatang.
Kepala Desa Tinombala Jaya Samsuri dan Kepala Desa Tinombala Sejati Mudawam menyambut baik pelatihan tersebut. Keduanya menilai masih banyak warga yang membutuhkan pengetahuan mengenai pemeliharaan ayam dan pencegahan penyakit ternak.
Program peningkatan kapasitas peternak ini sejalan dengan agenda penguatan ketahanan pangan nasional. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada protein dari sejumlah sumber pangan, termasuk telur dan daging ayam.
“Pada dasarnya untuk protein kita sudah swasembada, yaitu protein dari ikan, protein dari telur, protein dari daging ayam,” kata Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI, Jumat (14/8/2026).
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono sebelumnya mengatakan, kawasan transmigrasi diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menarik investasi dan mendorong kegiatan ekonomi berkelanjutan.
“Paradigmanya menjadi bagaimana membangun kawasan-kawasan tersebut sehingga menjadi daya tarik bagi perpindahan penduduk, investasi, dan juga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata AHY.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara juga berharap masyarakat di kawasan transmigrasi dapat berkembang menjadi pemilik usaha, bukan hanya menjadi pekerja.
“Transmigran tidak hanya pekerja, mereka akan menjadi pemilik, bermitra setara dengan swasta,” kata Iftitah.