JAKARTA — Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) mencatatkan prestasi dalam partisipasi perdananya pada QS Asia University Rankings (QS AUR) 2027. UMJ menempati peringkat ke-238 Asia Tenggara, ke-78 Indonesia, dan ke-12 di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA). Capaian tersebut diumumkan dalam rangkaian QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 yang berlangsung pada 3–5 November 2026 di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali.
QS Asia University Rankings merupakan pemeringkatan perguruan tinggi tingkat Asia yang menilai berbagai aspek, mulai dari reputasi akademik, reputasi lulusan di dunia kerja, kualitas riset, hingga kerja sama internasional. Dalam pemeringkatan edisi 2027, UMJ juga tercatat dalam kelompok peringkat 1.501+ di tingkat Asia.
Baca Juga
Mahasiswa UMJ Raih Juara 2 Public Speaking di Malaysia
IMM FISIP UMJ Raih Terbaik IV Abdidaya Ormawa 2026 melalui Program DAON WIRA
Seminar Nasional dan International Conference UMJ 2026 Hadirkan 534 Artikel Ilmiah
Kepala Kantor Kerja Sama dan Reputasi Global (KKRG) UMJ, Miftahul Ulum, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi langkah awal bagi UMJ dalam memperkuat reputasi di tingkat internasional. Ia berharap hasil pemeringkatan ini dapat mendorong UMJ untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan memperluas jejaring kerja sama global.
“Ini pertama kalinya UMJ ikut serta dan langsung masuk dalam daftar. Bagi kami, ini bukti bahwa fondasi akademik dan tata kelola UMJ mulai diakui di tingkat regional,” ujar Miftahul.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pengumuman hasil pemeringkatan tersebut disaksikan langsung oleh tiga perwakilan KKRG UMJ, yakni Miftahul Ulum, Dr. Bambang Sutrisno selaku Kepala Bagian Kerja Sama Internasional, serta Dr. Mizna Sabilla selaku Kepala Bagian Reputasi Global. Kehadiran delegasi UMJ dalam forum internasional tersebut juga dimanfaatkan untuk memperluas jejaring dan membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi dari berbagai negara.
Ke depan, UMJ akan memperkuat sejumlah aspek yang menjadi indikator penilaian QS, di antaranya reputasi akademik, kualitas penelitian dan publikasi, mobilitas dosen dan mahasiswa, serta kemitraan internasional. Penguatan tata kelola data institusi juga menjadi perhatian agar capaian akademik dan kinerja universitas dapat terdokumentasi secara optimal.
Miftahul berharap capaian perdana tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika UMJ untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas kontribusi di tingkat global. Ia juga menargetkan UMJ dapat memperoleh posisi yang lebih baik dalam pemeringkatan QS pada edisi mendatang.