Serangkaian ledakan terjadi pada tengah malam di beberapa lokasi di Distrik Wuchang, Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok mengakibatkan banyak korban jiwa dan luka-luka. Informasi yang ramai beredar di internet menyebutkan bahwa sejumlah kurir makanan diduga ditipu agar datang ke suatu tempat, kemudian bahan peledak diledakkan.
EtIndonesia.com Pada 2 November waktu Beijing larut malam, beberapa video yang beredar di internet memperlihatkan sebuah gedung bertingkat tinggi di Distrik Wuchang, Wuhan, mengalami ledakan dahsyat. Salah satu unit di dalam gedung hancur, dan lift juga mengalami kerusakan parah.
Menurut informasi yang disampaikan warganet setempat, salah satu ledakan terjadi di lantai 29 gedung China Railway 1818 Center (CapitaMall 1818). Ledakan tersebut terjadi pada pukul 01.12 dini hari.
突发!湖北武汉一住宅楼疑似发生爆炸,楼道一片狼藉! 11月3日凌晨,一名网友发布视频,画面中疑似电梯门板脱落,金属板倒在走廊,地面散落大量碎片。 更吓人的是,有网友爆料,事发前有人一次性下了16个美团跑腿订单,多名骑手到齐后发生爆炸,怀疑有人蓄意报复社会。 但这一说法尚未得到证实。 视频发布者回复:“太吓人了,惊魂未定。” 究竟发生了什么?有没有人受伤?希望尽快有权威通报。
— 爱丽丝 | Dare to Think (@love2cai) November 2, 2026Seorang penghuni yang tinggal tepat di bawah apartemen yang meledak mengungkapkan bahwa awalnya ia mendengar suara nyaring seperti suara gas yang sedang dilepaskan dari lantai atas. Tidak lama kemudian, ledakan terjadi.
“Seluruh gedung sampai bergetar. Pintu-pintu lift dari lantai paling atas hingga lantai satu semuanya terlempar akibat ledakan. Di luar, pecahan lapisan dinding bertebaran di mana-mana,” ungkapnya.
Pengakuan penghuni gedung yang sama. (Tangkapan layar internet)Menurut informasi yang ramai beredar di kalangan warganet setempat, ledakan kali ini mengakibatkan banyak korban jiwa dan luka-luka. Peristiwa tersebut juga dikaitkan dengan dugaan aksi balas dendam terhadap masyarakat, dengan kurir makanan sebagai sasaran.
Namun, kebenaran informasi tersebut masih perlu diverifikasi.
Berdasarkan tangkapan layar yang beredar di internet, seseorang yang mengaku sebagai kurir makanan yang terlibat dalam insiden tersebut mengungkapkan di platform Xiaohongshu bahwa pada malam kejadian, seseorang dari lantai 29 memesan layanan melalui aplikasi pengantaran makanan.
Namun, pesanan itu bukan untuk mengantarkan makanan. Beberapa kurir justru diminta datang ke kamar 2904 untuk “membantu mengambil foto kegiatan pelatihan keselamatan”.
Setelah para kurir tiba, mereka dikunci di dalam kamar. Tidak lama kemudian, tercium bau asap dari dalam ruangan.
Menyadari adanya bahaya, salah seorang kurir mendobrak pintu dengan paksa. Para kurir kemudian berusaha melarikan diri secepat mungkin. Ketika mereka baru mencapai lantai 27, suara ledakan terdengar.
Kurir tersebut masih mengungkapkan rasa takutnya dalam komentar di bawah unggahannya.
“Terima kasih kepada pria yang memiliki tenaga besar itu (kemungkinan merujuk pada kurir yang mendobrak pintu). Saya benar-benar berterima kasih kepadanya.”
Ia juga mengatakan bahwa ketika menulis unggahan tersebut, dirinya sudah berhasil sampai di bawah gedung dan hanya duduk termenung.
“Kepala saya kosong. Saya hanya duduk terpaku.”
Pengakuan kurir yang diduga terlibat dalam insiden tersebut di internet. (Tangkapan layar internet)Dalam pengakuan tersebut, tidak disebutkan berapa jumlah kurir yang berada di lokasi maupun berapa orang yang berhasil melarikan diri dari bahaya.
Ada pula tangkapan layar yang diduga berasal dari kurir yang terlibat, memperlihatkan pesanan yang diterima malam itu.
Pekerja pengantar yang terlibat membagikan detailnya secara daring. (Tangkapan layar dari halaman web tersebut)Catatan pesanan menunjukkan bahwa sekitar 3 November pukul 00.29 dini hari, seseorang dari unit 8, gedung 2, lantai 29, kamar 2904, kompleks China Railway 1818, membuat pesanan dengan keterangan : “Pimpinan sementara meminta kami mengadakan kegiatan. Dibutuhkan 10 orang untuk meramaikan acara dan berfoto. Setelah semua orang berkumpul, hanya perlu satu menit.”
Riwayat pesanan. (Tangkapan layar dari web)Tangkapan layar lainnya menunjukkan bahwa seorang kurir yang diduga terlibat sempat mengambil foto lokasi sebelum ledakan terjadi dan mengeluhkan bahwa kegiatan tersebut membuang-buang waktu.
eredar di dunia maya sebuah foto lokasi kejadian yang diambil oleh kurir pengantar barang yang terlibat, sesaat sebelum ledakan terjadi. (Tangkapan layar dari internet)Foto tersebut memperlihatkan banyak kurir makanan berkumpul di lokasi. Waktu yang tertera pada tangkapan layar adalah pukul 00.54 dini hari.
Seorang warganet yang mengaku tinggal di gedung tempat kejadian mengatakan bahwa ketika ledakan terjadi, “16 orang dikurung di dalam”.
Dilaporkan oleh seorang warganet setempat (Catatan: “lantai 28” yang disebutkan di sini mungkin sebenarnya adalah “lantai 29”). (Tangkapan layar dariBelum diketahui berapa banyak korban jiwa dan luka-luka. Sumber tersebut juga mengaku melihat langsung seseorang yang berhasil melarikan diri dengan kondisi seluruh tubuh mengalami luka bakar.
Mengenai penyebab ledakan, beredar kabar bahwa ledakan terjadi akibat “gas minyak bumi yang dinyalakan”. Namun, penyebab pastinya masih belum diketahui.
Kabar mengenai hal ini menyebar dengan cepat di kalangan warganet setempat. (Tangkapan layar dari web)Pengumuman oleh otoritas keamanan publik setempat. (Tangkapan layar dari web)
Informasi tersebut dengan cepat menyebar di internet setempat. Namun, pihak berwenang mulai melakukan penyensoran. Sebagian warganet bahkan membalik atau memutar posisi tangkapan layar sebelum menyebarkannya untuk menghindari sensor internet pemerintah.
Selain itu, menurut informasi dari warganet setempat, pada malam yang sama ledakan besar juga terjadi di dua lokasi lain di sekitar kawasan tersebut, yaitu kompleks Anshun Jiayuan dan Zhongnan International City, selain China Railway 1818 Center.
Dilaporkan oleh warganet setempat. (Tangkapan layar dari sebuah halaman web)Ketiga lokasi tersebut berada di Distrik Wuchang.
Ledakan di Zhongnan International City dilaporkan terjadi sekitar pukul 23.50.
“Mobil pemadam kebakaran dan kendaraan dari rumah duka semuanya datang,” demikian informasi yang beredar, mengindikasikan adanya korban jiwa.
Namun, informasi mengenai ledakan ini dengan cepat disensor oleh pihak berwenang sehingga tidak menyebar lebih luas.
Ada pula warganet yang mengatakan bahwa Zhongnan International City merupakan lokasi pertama terjadinya ledakan.
Selain itu, seorang warganet dari kawasan Zhuankou, Wuhan, mengaku mendengar suara ledakan keras pada pukul 02.44 dini hari.
Lokasi tersebut cukup jauh dari China Railway 1818 Center, Anshun Jiayuan, maupun Zhongnan International City. Karena itu, muncul dugaan bahwa mungkin terdapat lokasi ledakan keempat.
据说武汉有人报复社会 点了十几个跑腿 人进去后直接炸房子 下面是网友录音 和警情通报 https://t.co/FCBNTsN2wn
— 海王LuFFY (@ilufei) November 3, 2026Pada 3 November, Kantor Cabang Distrik Wuchang dari Biro Keamanan Publik Kota Wuhan mengeluarkan pemberitahuan resmi. Disebutkan bahwa sekitar pukul 23.50 tanggal 2 November, terjadi ledakan di “sebuah kompleks perumahan di Distrik Wuchang”.
Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka, tetapi kondisinya tidak mengancam jiwa.
Pemberitahuan tersebut disampaikan secara samar-samar. Pihak kepolisian tidak menyebutkan lokasi ledakan secara spesifik maupun menjelaskan penyebabnya.
Warga setempat menduga bahwa pemberitahuan polisi tersebut kemungkinan merujuk pada insiden ledakan di Zhongnan International City.
Hingga saat ini, keadaan sebenarnya masih belum jelas. Jika memang benar terjadi ledakan di beberapa lokasi pada malam tersebut, hal itu mungkin menunjukkan bahwa peristiwa ini bukanlah insiden tunggal. Pelaku juga belum tentu secara khusus menargetkan para kurir makanan.
Laporan gabungan wartawan Zhou Guihang / Lin Qing





