jpnn.com, JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memperlihatkan ijazahnya saat menjadi saksi dalam persidangan kasus ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (5/11).
Momen tersebut menjadi perhatian di tengah polemik keaslian dokumen pendidikan yang selama ini dipersoalkan.
BACA JUGA: Jokowi Merasa Dihina dan Direndahkan, Sebut 34 Juta Orang Percaya Tuduhan Ijazah Palsu
"Kalau diperkenankan saya mau menunjukan kepada pengunjung juga yang mulia. Karena saya sudah berjanji untuk menunjukkan ijazah dari SD, SMP, SMA dan ijazah SI saya," kata Jokowi.
Ijazah tersebut diperlihatkan Jokowi seusai menunjukkan kepada majelis hakim.
BACA JUGA: Menegangkan! Pendukung Jokowi Nyaris Adu Jotos dengan Kubu Roy Suryo
Terlihat juga terdakwa Roy Suryo dan penasihat hukumnya memperhatikan ijazah yang dibawa oleh Jokowi.
Sebelumnya, Jokowi mengungkap proses penyusunan skripsinya saat bersaksi dalam persidangan kasus tudingan ijazah palsu.
Mantan Presiden RI itu mengatakan, dirinya mengajukan proposal judul skripsi hingga tiga kali sebelum disetujui dosen pembimbing.
"Judul skripsi saya disetujui adalah 'Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kotamadya Surakarta'," kata Jokowi di persidangan.
Jokowi menyebut ujian skripsinya berlangsung pada 23 Oktober 1985. Dua dosen penguji saat itu ialah Insinyur Sofyan Warsito dan Insinyur P. Burhanuddin dan dinyatakan lulus dengan nilai A.
Setelah menjalani sedikit revisi, skripsi tersebut dicetak di Percetakan Perdana.
Jokowi menjelaskan bagian sampul dan lembar pengesahan dicetak oleh percetakan tersebut. Sementara halaman lainnya dibuat dengan ketik manual.
Dia juga membantah anggapan bahwa penggunaan Times New Roman pada sampul skripsinya menjadi kejanggalan.
"Nyatanya ribuan skripsi yang dicetak di Percetakan Perdana itu semuanya juga seperti itu dan bisa. Bukan hanya skripsi saya saja," ujarnya.
Dalam persidangan itu, Jokowi turut mempersoalkan pernyataan terdakwa Roy Suryo mengenai dugaan penggunaan istilah tesis dalam dokumen skripsinya.
Jokowi menegaskan, tidak ada tulisan tesis dalam skripsi maupun lembar pengesahan yang dimilikinya.
"Tulisan di skripsi saya juga skripsi. Di lembar pengesahan juga skripsi, nggak ada tulisan tesis," tegasnya.
Roy Suryo yang berada di samping Jokowi sempat tertawa saat diperlihatkan ijazah tersebut.
"Itu teriak-teriak keluarkan yang mulia. Keluarkan tuh, palsu, kok, teriak-teriak," kata Roy Suryo.(kkp/jpnn)
Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Kenny Kurnia Putra




