Jokowi Ungkap Lokasi Pencetakan Skripsinya, Jelaskan Alasan Penggunaan Times New Roman

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

AKARTA -- Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengungkapkan lokasi pencetakan skripsinya saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan fitnah dan pencemaran nama baiknya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Kamis (5/11/2026). Jokowi juga menjelaskan kontroversi soal penggunaan font Times New Roman dalam ijazahnya.

"Kemudian setelah sedikit revisi, skripsi itu saya cetak di Percetakan Perdana, dengan cover dan lembar pengesahan oleh Percetakan Perdana. Kemudian halaman yang lainnya saya lakukan dengan ketik manual," kata Jokowi dalam sidang itu.

Baca Juga
  • Reaksi Presiden Prabowo Atas Kasus Penyadapan oleh Jenderal Listyo Sigit
  • Rela Habiskan Rp 10 Juta, Warga Perbatasan Kaltara ke PN Jaktim untuk Saksikan Jokowi
  • Analisis Mahfud Simpulkan Penyadapan Terhadap Prabowo adalah Upaya Makar dan Respons Jokowi

Sayangnya Jokowi tak memerinci di mana toko Percetakan Perdana yang dimaksudnya itu. Jokowi lalu memilih menjelaskan soal font Times New Roman yang digunakan dalam skripsinya. Penggunaan font itu sempat dipertanyakan kubu terdakwa Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma.

"Kalau dikatakan bahwa cover-nya pakai Times New Roman yang itu belum ada di tahun 1985, nyatanya ribuan skripsi yang dicetak di Percetakan Perdana itu semuanya juga seperti itu dan bisa. Bukan hanya skripsi saya saja, Yang Mulia. Itu saja tambahan, terima kasih," ujar Jokowi.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Sebelum persidangan dimulai, Jokowi memastikan membawa dokumen ijazah asli mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi (S1). Dia juga memastikan dokumen yang dibawa merupakan dokumen asli.

"Bawa," kata Jokowi saat ditanya wartawan apakah membawa dokumen ijazah, Kamis (5/11/2026).

Ketika ditanya lebih lanjut apakah dokumen yang dibawa merupakan ijazah asli, Jokowi menjawab, "Semua, semua."

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Berita Populer: Kata Pengamat Soal Kecelakaan Maut Truk Molen Bekasi; As Roda BYD Atto 1 Patah
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
A3FI Usulkan Pembentukan Standar Baku Penghitungan Kerugian Negara
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Danantara Asset Management Kantongi 82,1 Miliar Saham GMF AeroAsia
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Indonesia targetkan 10.600 alat deteksi TBC tersedia pada 2027
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Kemenhub Usulkan Target Adopsi Bus Listrik 2030 Turun Jadi 80 Persen
• 12 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.