Muhammad Revaldo Arkeisya masih ingat betul ketika karier olahraganya terasa membentur tembok. Sekian waktu membela tim futsal UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Revaldo tak kunjung mencicipi gelar juara. Begitu juga dengan kariernya di sepak bola, Revaldo merasa usaha kerasnya berlatih sepanjang hari hanya bisa membawanya bermain di Liga 4.
Meski begitu, Revaldo tak pernah benar-benar berpikir untuk menyerah. Futsal yang mulanya hanya kegiatan sampingan justru menjadi jalan yang ia utamakan. Ia tetap berlatih, mengikuti berbagai kompetisi, dan mencoba setiap kesempatan yang datang. Pemain kelahiran Cianjur itu percaya selalu ada kemungkinan untuk berkembang selama dirinya tak berhenti berusaha.
Perlahan, kerja keras itu mulai membuahkan hasil manis. Bersama tim futsal UIN Bandung, Revaldo akhirnya merasakan gelar juara di Campus League The Nationals Season 0 2025. Prestasi tersebut bukan hanya menjadi pencapaian bersama kampus, tetapi juga membuka pintu menuju perjalanan profesionalnya.
Salah satu tim yang kemudian melirik bakatnya ialah Proton FC Kuningan yang berkompetisi di PFL2 (Pro Futsal League 2), divisi dua liga futsal profesional di Indonesia. Revaldo mencatatkan debut manis di tahun pertama karier pro: ia juara PFL2 bersama Proton FC.
Setelah gelar juara itu, namanya tambah tenar. Berbagai tawaran masuk ke notifikasi gawainya, termasuk kans untuk abroad ke liga futsal Timor Leste.
Tapi, mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum UIN Bandung angkatan 2022 itu punya satu hal yang lebih dulu ingin ia tuntaskan, yaitu menyelesaikan studi S-1-nya. Ia ngotot meraih gelar sarjana sebelum sepenuhnya memusatkan perhatian pada karier profesional.
Gagal Masuk Unpad, Jaga Mimpi Jadi PolisiPerjalanan Revaldo di dunia olahraga sebenarnya dimulai di Cianjur lewat sepak bola. Di sela-sela sepak bola, ia sempatkan berlatih futsal. Tapi, manis sukses pertamanya justru datang dari futsal ketika ia mengikuti sebuah turnamen di Cianjur. Saat itu, ia berhasil menjadi peringkat kedua.
Prestasi tersebut kemudian mengantarkannya masuk SMA Negeri 1 Cianjur melalui jalur prestasi. Selama SMA, Revaldo semakin serius menekuni futsal. Ia beberapa kali meraih gelar juara, bahkan mendapatkan penghargaan individu sebagai pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak.
Namun, menjadi atlet profesional bukan satu-satunya cita-cita Revaldo. Ia sempat memiliki keinginan untuk menjadi anggota kepolisian, sebagaimana harapan orang tuanya. Sayangnya, kesempatan tersebut belum berhasil diraih setelah ia gugur dalam proses seleksi.
Daripada berdiam diri, Revaldo kemudian memutuskan melanjutkan pendidikan di Bandung. Ia sempat mencoba masuk Universitas Padjadjaran melalui jalur UTBK, tetapi belum berhasil. Kesempatan berikutnya datang melalui jalur prestasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Ia pun diterima di Program Studi Ilmu Hukum. Menariknya, pilihan tersebut masih memiliki kaitan dengan cita-citanya menjadi polisi.
"Awalnya kenapa ilmu hukum? Karena semoga saja nanti kalau sudah lulus nyambung juga ke kepolisian," kata Revaldo saat berbincang dengan Campus Sport Indonesia di Kampus ITB Jatinangor, Rabu (4/11).
Campus League Buka Jalan KarierMemasuki kehidupan kampus, Revaldo tidak meninggalkan futsal. Ia justru menemukan lingkungan yang membuat kemampuannya semakin berkembang. Bersama tim futsal UIN Bandung, ia mengikuti berbagai kompetisi antarkampus.
Perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus. Ketika masih berstatus mahasiswa baru, Revaldo dan rekan-rekannya juga sempat mengalami sejumlah kekalahan. Namun, pengalaman tersebut menjadi motivasi untuk terus berkembang.
Prestasi tertinggi Revaldo saat membela UIN Bandung hadir di tahun ketiga kuliahnya. 2025 lalu, Revaldo sukses membawa UIN Bandung menjuarai Campus League Futsal Regional Jakarta plus mengangkat trofi tertinggi di The Nationals.
Revaldo tak cuma membawa pulang medali dan trofi juara. Usai gelaran Campus League impiannya untuk berkarier di kompetisi profesional juga perlahan terbuka. Setelah turnamen tersebut, sejumlah pemain UIN Bandung mulai mendapatkan kesempatan mengikuti seleksi klub profesional.
Main Bareng BBSRevaldo termasuk salah satu yang mendapatkan kesempatan tersebut. Menariknya, ia justru dipanggil pada seleksi tahap kedua setelah dua rekannya, Nabil Suhada dan Aldy Zaki, lebih dahulu mendapatkan kesempatan.
Ia kemudian menjalani trial selama satu minggu sebelum akhirnya bergabung dengan Proton FC yang mentas di PFL2. Kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga, terlebih ia bisa bermain bersama sejumlah pemain yang sebelumnya hanya bisa disaksikan melalui layar televisi seperti Bambang Bayu Saptaji atau yang akrab disapa BBS.
BBS adalah sosok yang sudah lama menjadi idola Revaldo. Awalnya, Revaldo mengaku sempat gugup dan canggung ketika harus bermain satu tim. Namun, BBS justru memberikan banyak masukan agar dirinya bisa tampil lebih lepas.
"Kalau lu ingin bertahan di pro, ya sudah latihan aja. Di latihan juga samainlah sama di pertandingan, jangan setengah-setengah. Kalau bisa 1.000 persen keluarin di latihan. Konsistensi yang itu yang paling penting," ujar Revaldo menirukan pesan BBS di Proton FC.
Nasihat tersebut menjadi salah satu pelajaran penting yang ia dapatkan selama menjalani musim pertamanya di kompetisi profesional. Bersama Proton, ia akhirnya berhasil merasakan gelar juara PFL2 di musim perdana.
Lepas Kesempatan Abroad demi KuliahDi tengah perjalanan kariernya yang mulai berkembang, Revaldo sebenarnya sempat memiliki peluang untuk bermain di luar negeri, salah satu tawaran datang dari Liga Futsal Timor Leste. Namun, kesempatan tersebut belum bisa ia ambil karena masih ingin menyelesaikan pendidikan di UIN Bandung.
Jadwal kompetisi berpotensi berbenturan dengan agenda akademiknya, termasuk sidang skripsi yang harus dijalani pada bulan tersebut dan berikutnya. Revaldo tidak ingin kembali menunda kelulusan hanya demi mengejar kesempatan bermain.
Keputusan tersebut memperlihatkan bagaimana ia berusaha menempatkan pendidikan dan karier olahraga secara seimbang. Baginya, kesempatan menjadi pemain profesional memang penting, tetapi menyelesaikan pendidikan juga merupakan tanggung jawab yang tidak boleh diabaikan.
Revaldo memahami bahwa karier seorang atlet tidak selalu berjalan panjang. Cedera bisa datang kapan saja dan mengubah perjalanan seseorang di lapangan. Karena itu, pendidikan menjadi bekal yang ingin ia miliki ketika suatu saat tidak lagi aktif sebagai pemain.
Ia juga melihat bahwa pendidikan bisa membuka kesempatan lain untuk membangun kehidupan setelah pensiun sebagai atlet. Menurutnya, pemain yang ingin serius menekuni futsal tetap perlu memberikan perhatian terhadap pendidikan.
"Kalau bisa, kalau memang niat ke futsal juga usahakan balance 50:50," kata Revaldo.
Prinsip itulah yang berusaha ia pegang hingga sekarang. Ia tidak ingin menganggap pendidikan dan futsal sebagai dua hal yang harus saling mengorbankan.
Kejar Sarjana dan Mimpi TimnasKini, Revaldo berada di fase penting dalam perjalanan sebagai mahasiswa sekaligus atlet. Sebagai mahasiswa angkatan 2022, ia ingin memanfaatkan tahun terakhirnya di UIN Bandung untuk memberikan sesuatu yang terbaik bagi kampus.
Di lapangan, tanggung jawabnya juga semakin besar. Ia dipercaya menjadi kapten tim futsal UIN Bandung yang berupaya mempertahankan prestasi di Campus League Futsal Season 1 2026. Ia ingin membawa rekan-rekannya kembali merasakan gelar juara nasional, sekaligus memberikan pengalaman terbaik bagi para pemain yang lebih muda.
Sementara itu, ambisinya sebagai pemain belum berhenti. Revaldo masih menyimpan keinginan untuk menembus PFL1 hingga suatu saat mengenakan seragam timnas futsal Indonesia.
Ia menyadari bahwa semua target tersebut membutuhkan proses. Karena itu, menyelesaikan pendidikan menjadi salah satu prioritas sebelum melangkah lebih jauh dalam karier profesional.
"Realistisnya sekarang main pro dulu, tampil dulu saja," ujarnya.
Revaldo juga memahami bahwa tidak mungkin selamanya seseorang berada di lapangan sebagai pemain. Ada usia dan waktu yang suatu saat membatasi perjalanan seorang atlet. Meski begitu, ia masih ingin terus berada di dunia futsal selama mungkin. Setelah urusan pendidikan selesai, ia terbuka terhadap berbagai kesempatan yang mungkin datang, termasuk kembali mencoba bermain di luar negeri.





