Gus Ipul Tegaskan SDM Sekolah Rakyat Wajib Disiplin, Pelaku Perundungan dan Kekerasan Langsung Dipecat

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan seluruh sumber daya manusia (SDM) Sekolah Rakyat wajib bekerja secara disiplin, mematuhi kode etik, dan mengedepankan empati dalam mendampingi peserta didik, serta mengancam pemberhentian langsung bagi tenaga pendidikan yang melakukan perundungan, kekerasan, atau intoleransi.

Penegasan tersebut disampaikan Gus Ipul saat membuka Pelatihan Kompetensi Dasar Tenaga Pengamanan, Manajemen Kasus bagi Manajer Kasus, dan Pengelolaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) bagi Operator Sekolah Rakyat di Harris Hotel & Convention Cibinong City Mall, Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/11/2026).

Menurut Gus Ipul, seluruh unsur pengelola Sekolah Rakyat harus memiliki kedisiplinan dan tanggung jawab karena peserta didik berasal dari latar belakang keluarga yang beragam.

"Ada wali asrama, ada wali asuh, ada sekuriti, ada guru, ada kepala sekolah, dan tadi ada manajer kasus, ada juga dari teman-teman yang mengelola data. Semuanya ini harus bisa bekerja dengan disiplin dan berpegang teguh pada kode etik yang ada," kata Gus Ipul.

Gus Ipul Minta SDM Sekolah Rakyat Disiplin dan Punya Empati

Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat memiliki sejumlah fungsi utama, yakni pendidikan, rehabilitasi, dan pemberdayaan.

Menurutnya, ketiga fungsi tersebut membutuhkan tenaga pendidikan dan pendukung yang mampu menjalankan tugas secara profesional sesuai bidang masing-masing.

Ia menekankan pentingnya pendekatan yang penuh empati karena sebagian besar siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga kurang mampu.

Para peserta didik tersebut terutama berasal dari keluarga yang masuk kelompok desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Kondisi tersebut membuat pendampingan terhadap siswa membutuhkan perhatian khusus dari seluruh pemangku kepentingan Sekolah Rakyat.

"Sehingga memerlukan pendampingan dengan penuh empati dari seluruh pemangku kepentingan Sekolah Rakyat. Intinya SDM-nya terus diperkuat, tata kelolanya terus diperbaiki, mudah-mudahan ini sesuai dengan harapan Pak Presiden," ujarnya.

Kemensos Latih 839 Tenaga Sekolah Rakyat di Kabupaten Bogor

Kementerian Sosial menyelenggarakan pelatihan bagi 839 peserta yang terdiri atas tenaga pengamanan, manajer kasus, dan operator Sekolah Rakyat.

Kegiatan tersebut berlangsung secara serentak pada 3–9 November 2026 di sejumlah lokasi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pelatihan bertujuan meningkatkan kemampuan tenaga Sekolah Rakyat dalam menjaga keamanan lingkungan pendidikan dan memberikan perlindungan kepada anak.

Selain itu, peserta memperoleh penguatan kompetensi dalam penanganan kasus peserta didik serta pengelolaan data pendidikan melalui sistem Dapodik.

Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang aman, berkualitas, dan profesional.

Gus Ipul menilai penguatan SDM harus berjalan beriringan dengan pembenahan tata kelola agar pelayanan pendidikan dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan siswa.

Mensos Larang Tiga Dosa Besar Pendidikan, Pelanggar Langsung Diberhentikan

Dalam kegiatan tersebut, Gus Ipul mengingatkan seluruh tenaga Sekolah Rakyat untuk menghindari tiga dosa besar pendidikan.

Ketiga pelanggaran tersebut meliputi perundungan, kekerasan fisik dan seksual, serta intoleransi atau radikalisme.

Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak boleh terjadi di lingkungan Sekolah Rakyat karena dapat mengancam keselamatan dan kenyamanan peserta didik.

Gus Ipul kemudian mengajak seluruh peserta pelatihan mengucapkan ikrar bersama untuk menolak berbagai bentuk pelanggaran tersebut.

"Jika saya diketahui melakukan tiga hal tersebut, siap diberhentikan kapanpun. Saya berjanji akan ikut menjaga keamanan dan kenyamanan di lingkungan sekolah rakyat. Dan juga siap melaporkan siapapun yang melakukan ketiga-tiganya di lingkungan Sekolah Rakyat," kata para peserta serentak.

Gus Ipul menegaskan Kementerian Sosial tidak akan memberikan toleransi terhadap tenaga Sekolah Rakyat yang terbukti melakukan pelanggaran tersebut.

"Karena siapapun yang melakukan ini, tidak akan kita toleransi dan akan langsung kita berhentikan. Langsung kita berhentikan, tidak ada ceritanya pakai peringatan-peringatan," tegasnya.

Gus Ipul Ajak Tenaga Sekolah Rakyat Jadi Agen Perlindungan Sosial

Selain meningkatkan kompetensi pendidikan, Gus Ipul mengajak tenaga Sekolah Rakyat berpartisipasi dalam penguatan sistem perlindungan sosial.

Ia meminta peserta pelatihan menjadi Agen Perlinsos yang membantu masyarakat melakukan registrasi ulang penerima bantuan sosial dan pemutakhiran data secara digital.

Program tersebut merupakan bagian dari Gerakan Nasional Peduli Tetangga yang bertujuan menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan tetapi belum terdaftar sebagai penerima.

Menurut Gus Ipul, tenaga Sekolah Rakyat dapat membantu mengidentifikasi warga di lingkungan sekitar yang memenuhi kriteria penerima bantuan sosial.

"Tidak hanya Bapak Ibu sekalian, tapi saya minta pulang dari sini, ajak tenaga kependidikan yang lain, ajak teman-teman, saudara-saudara, teman-teman sekalian yang bisa menjadi Agen Perlinsos. Ini adalah sistem terbaru pemerintah dalam rangka menjangkau mereka yang paling membutuhkan," kata Gus Ipul.

Ia berharap keterlibatan tenaga pendidikan dapat memperkuat akurasi data penerima bantuan sosial sekaligus memperluas jangkauan pelayanan pemerintah.

Siswa Sekolah Rakyat Tampilkan Tari Nusantara dan Paduan Suara

Pembukaan pelatihan juga dimeriahkan penampilan seni dari para siswa Sekolah Rakyat.

Para siswa menampilkan tari nusantara, paduan suara, dan pembacaan puisi di hadapan peserta serta jajaran Kementerian Sosial.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Pusdiklatbangprof Kemensos Afrizon Tanjung, Inspektur Jenderal Kemensos Dody Sukmono, serta Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa Fatkhurohman Taufik.

Hadir pula Direktur Poltekesos Bandung Suharma, jajaran pejabat tinggi madya dan pratama Kementerian Sosial, staf ahli dan tenaga ahli Menteri Sosial, serta para fasilitator pelatihan.

Pelatihan dijadwalkan berlangsung hingga 9 November 2026 sebagai bagian dari penguatan kompetensi dan tata kelola Sekolah Rakyat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tegaskan Ijazah Asli, Jokowi: Pertama Digunakan Daftar Karyawan Pabrik Kertas
• 48 menit lalukompas.tv
thumb
Bawa Bukti Nyata ke Ruang Sidang: Jokowi Akan Tunjukkan Ijazah Aslinya Kepada Seluruh Rakyat Indonesia
• 4 jam lalunarasi.tv
thumb
Jokowi Tunjukkan Ijazah ke Pengunjung Sidang, Kubu Roy Suryo Sebut Tanpa Seizin Hakim
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Yusril: Mantan Presiden Bisa Saja Diperiksa dalam Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Foto: Nusron Wahid Diperiksa KPK Selama 5 Jam soal Sertifikasi Tanah dan Suap
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.