JAKARTA, DISWAY.ID - Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Bob Hasan menilai melimpahnya kekayaan sumber daya alam (SDA) Indonesia berpotensi menjadi sasaran eksploitasi pihak asing.
Menurutnya, besarnya potensi kekayaan tersebut menjadi salah satu alasan Indonesia memiliki daya tarik bagi kepentingan luar.
Bob mengatakan Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat besar, mulai dari nikel, batu bara, emas hingga logam tanah jarang atau rare earth elements.
BACA JUGA:UNAS dan Universiti Malaya Gelar Konferensi Peradaban Melayu Dunia II
Namun, berbagai potensi tersebut belum sepenuhnya terpetakan dan diketahui secara menyeluruh.
"Jadi, kenapa orang tertarik dengan Indonesia? Karena kita ini kayalah, dan bagaimana kemudian kita dapat dieksploitasi oleh pihak lain itu," kata Bob di sosialisasi UU Satu Data Indonesia, Kamis, 5 November 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut juga menjadi salah satu alasan Presiden Prabowo kerap menyinggung istilah antek asing.
Ia menilai kekayaan alam Indonesia perlu dijaga agar tidak dimanfaatkan oleh pihak luar yang justru merugikan kepentingan nasional.
"Nah, maka alasan dari Bapak Prabowo Subianto itu menjadi jelas dan terang, mengapa kita diganggu, kenapa ada kata-kata antek asing," ujarnya.
BACA JUGA:Gus Ipul Tegas! SDM Sekolah Rakyat Langgar 3 Dosa Besar Pendidikan Langsung Dipecat Tanpa Peringatan
Bob mencontohkan, Indonesia ternyata memiliki potensi kandungan emas di sejumlah wilayah Banten, seperti Maja dan Bayah, yang sebelumnya belum banyak diketahui.
Selain emas, ia juga menyoroti potensi logam tanah jarang yang memiliki berbagai unsur mineral bernilai ekonomi tinggi.
Menurutnya, seluruh potensi tersebut perlu diidentifikasi agar pemerintah mengetahui secara pasti kekayaan yang dimiliki Indonesia.
Bob turut menyinggung belasan kontainer yang sebelumnya ditahan. Ia menyebut nilai komoditas yang berkaitan dengan kontainer tersebut dapat mencapai triliunan rupiah.
"Belasan kontainer yang ditahan yang kemarin, Pak TNI, Pak Jenderal, ya kan? Berapa nilainya? Triliunan, Pak. Belum. Oh, kita masih dibilang orang miskin? Tidak mungkin," tuturnya.
- 1
- 2
- »





