Hingga Hari Keempat, Dua Wisatawan Korban Longsor di Bali Masih Dicari

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

MALANG, KOMPAS-Hingga hari keempat pascabencana, pencarian dua korban longsor di kawasan Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, masih dilakukan tim SAR gabungan.

Identitas korban adalah Bangkit Khoirul Mubarok (27), wisatawan domestik dan Sascha Eric Schubert (56) wisatawan asing asal Jerman. Keduanya tengah menginap di tempat itu saat peristiwa terjadi.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, longsor terjadi Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 23.00 Wita. Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mencapai 121 milimeter membuat tebing yang ada di tempat itu longsor.

Material longsor kemudian menimpa empat tenda glamping. Satu di antaranya hanyut.

Saat peristiwa terjadi, terdapat 23 orang yang tengah menginap. Dari jumlah tersebut, 21 di antaranya berhasil menyelamatkan diri dan dua lainnya dinyatakan hilang.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengendalian Bencana Daerah di BPBD Bali I Wayan Suryawan, Kamis (5/11/2026), mengatakan, hari ini operasi pencarian kembali dilakukan.

“Tetap di sepanjang jalur tetapi fokusnya di titik benda-benda (milik) tamu (wisatawan) ditemukan,” ujarnya saat dihubungi dari Malang.

Menurut Suryawan, akses jalan yang berundak dan menurun menjadi kendala yang dihadapi tim SAR gabungan. Material longsor juga membuat jalan menjadi licin. Karena alat berat tidak bisa masuk lokasi kejadian, pencarian dilakukan dengan peralatan manual.

Baca JugaBanjir Bali Sisakan Lumpur dan Kerusakan Lingkungan

Pencarian melibatkan tim gabungan terdiri dari Basarnas, BPBD Bali, BPBD Kabupaten Badung, Polri, Brimob, dan TNI. Petugas menyisir titik longsor hingga kawasan hilir yang dilalui aliran air. Area terdampak menjadi prioritas untuk menemukan dua orang yang masih hilang.

Selain penyisiran, tim juga mengendalikan aliran air agar tidak menghambat pencarian dan membahayakan petugas. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menutup bendung di bagian utara kawasan untuk mengurangi debit aliran air. Tim juga menerjunkan anjing pelacak guna mengidentifikasi keberadaan korban.

Mengutip Kompas TV, tim SAR gabungan hari ini memperluas pencarian dari sebelumnya 3,5 kilometer (km) menjadi 5 km. Selain itu, tim SAR fokus pada tiga titik, yakni lokasi longsor, aliran sungai, dan bendungan. Dengan memerluas radius pencarian dan fokus pada tiga titik, diharapkan kedua korban bisa segera ditemukan.

Sebelumnya, saat meninjau lokasi, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, mengatakan, keselamatan manusia menjadi perhatian utama dalam penanganan bencana. Karena itu, upaya pencarian musti dilakukan secara maksimal dengan tetap memperhatikan keselamatan petugas di lapangan.

Baca JugaBelajar dari Bencana, Bali Pilih Moratorium Alih Fungsi Lahan

Dikutip dari Kompas.com, Giri Prasta menjelaskan, pencarian akan dipusatkan di area yang tertimbun material longsor. Jika korban belum ditemukan, penyisiran akan dilanjutkan ke bagian hilir dengan mengikuti aliran air.

BPBD Bali sendiri mencatat puluhan titik bencana yang terjadi akibat cuaca esktrem 2 November lalu, mulai dari longsor, pohon tumbang, hingga kerusakan fasilitas bangunan, yang tersebar di Gianyar, Badung, Buleleng, Tabanan, Klungkung, Bangli, dan Karangasem.  

Sementara itu, terkait potensi bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah di Indonesia, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan, dalam info bencana terkini, mengatakan Indonesia memasuki masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan.

Peristiwa bencana terjadi makin intens. Cuaca ekstrem memicu terjadinya bencana di wilayah dengan kerentanan tinggi.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong pemerintah daerah untuk terus melaksanakan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi basah. Hal ini penting guna meminimalisir kerugian materi maupun risiko jatuhnya korban jiwa.

“Upaya mitigasi, pengurangan risiko bencana perlu menjadi perhatian bersama dan dilaksanakan secara terencana dan sedini mungkin melalui peningkatan koordinasi, kesiapsiagaan, dan langkah-langkah antisipatif sesuai karakteristik risiko di masing-masing wilayah,” katanya.

BNPB, lanjut Berton telah menyampaikan surat edaran kepada para kepala daerah di seluruh Indonesia, baik provinsi maupun kabupaten/kota berisi delapan langkah antisipasi bencana, mulai dari memetakan daerah rawan; hingga memastikan kesiapan sumber daya manusia, personel, peralatan dan logistik.

Selain itu juga mengoptimalkan dana darurat; memperkuat mekanisme sistem peringatan dini; meningkatkan sosialisai evakuasi mandiri termasuk pada kelompok rentan; dan normalisasi sungai serta pembersihan fasilitas pengendali banjir.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PKS Minta Aparat Tak Takut Bongkar Otak Penyadapan Prabowo: Presiden Disadap, Apalagi Rakyat
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Listyo Sigit Cs Sadap Prabowo, Anggota Komisi III: Proses Hukum Sedang Berjalan, Percayakan ke Polri
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Merinding! Detik-Detik Damkar Depok Evakuasi Ular Sanca 2 Meter yang Melilit di Gardu Trafo
• 19 jam laludisway.id
thumb
Satu Korban Tewas dan Dua Evakuasi Usai Helikopter yang Padamkan Karhutla Jatuh di Kalteng
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Gerindra Bersuara Keras! Andre Rosiade Minta Kasus Penyadapan Prabowo Dibongkar
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.