Para peserta kumparan Academy Magang Lansia bersama Senior Network berkegiatan di Kopikina. Di sini, para peserta berbagi pengalaman soal kopi hingga bagaimana bisnis kopi ini berkembang.
Kali ini, para peserta mendapatkan kesempatan untuk mengulik strategi bisnis langsung dari sang pendiri Kopikina, sekaligus menjajal peran sebagai barista lewat sesi coffee maker dan coffee tasting.
Co-Founder sekaligus Chief of Strategy Kopikina, Cynanthia atau Raras membagikan kisah perjuangan membangun Kopikina yang berawal dari warung kopi kecil di bawah Terowongan Casablanca.
Dalam perjalanannya, Kopikina sempat melewati berbagai tantangan berat, mulai dari keterbatasan modal, pinjaman keluarga, hingga musibah kebakaran toko.
"Logo ngengat atau kupu-kupu yang kami pakai merepresentasikan Transformation Never Ending atau proses transformasi yang tidak pernah berhenti," ujar Raras di Kopikina, Jakarta, Rabu (4/11).
Raras bersama suaminya membangun bisnis ini dengan memegang teguh tiga nilai utama. Independence, membangun Kopikina secara mandiri dari keuntungan bisnis tanpa investor dan tanpa jalan pintas.
Inclusivity, menghadirkan budaya specialty coffee yang terbuka dan ramah bagi semua orang, bukan hanya penikmat kopi ulung. dan Integrity, yakni memegang prinsip untuk selalu melakukan hal yang benar, bahkan saat tidak ada yang mengawasi.
Dengan filosofi Activate Specialty Culture dan Space for Everyone, Kopikina kini sukses berkembang dan merambah berbagai kawasan strategis seperti Menteng, Senopati, Tebet, Kemang, hingga Bogor.
Jadi Barista SehariPara peserta Magang Lansia juga berkesempatan untuk merasakan langsung jadi barista. Mereka diajak mengenal karakter biji kopi lokal seperti Toraja, Manglayang, dan Prau.
Tak sekadar mendengarkan teori rasio dan suhu air, para peserta lansia langsung turun tangan menyeduh kopi sendiri menggunakan teknik manual brew.
Menggunakan racikan standar 15 gram kopi gilingan medium coarse dan 240 gram air bersuhu 92°C, para peserta dengan antusias mengikuti tiap tahapan ekstraksi, mulai dari penuangan air awal hingga pengaturan katup penyeduh.
"Acara hari ini seru sekali, kita belajar tentang bagaimana membuat kopi yang benar dan bisa nyeduh kopi sendiri di rumah. Buat teman-teman jangan lupa ngopi sebelum beraktivitas," kata Didin, salah satu peserta Magang Lansia.
Kesan serupa disampaikan oleh Arie. Dia mengaku mendapatkan perspektif baru meski awalnya bukan penikmat kopi.
"Saya bukan pecinta kopi, tetapi saya datang ke sini untuk belajar cara nyeduh kopi dengan teknik-teknik tertentu. Jadi saat saya nongkrong dan ngobrol dengan pecinta kopi, saya tau knowledge-nya. Acaranya oke banget!" kata Arie.
Kunjungan ditutup dengan sesi menikmati kopi hasil seduhan bersama. Pengalaman ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan Senior Network, wadah keberlanjutan program kumparan Academy Magang Lansia yang menghadirkan kesempatan bagi para senior untuk memperluas wawasan dan koneksi sosial.
Melalui Senior Network, kumparan berharap para peserta dapat terus mengeksplorasi minat, mengembangkan keterampilan, dan menemukan pengalaman bermakna di luar program kumparan Academy Magang Lansia.





