Jokowi: Itu Foto Saya, Yang Mulia, Untuk Apa Dipasang Fotonya Dumatno?

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Bekas Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi menjelaskan runtutan kelulusan strata satu (S1) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam kesaksiannya pada sidang kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu yang menjerat Roy Suryo dan kawan-kawan.

Jokowi menjelaskan seluruh tahapan akademisnya telah dipenuhi, mulai dari ujian skripsi hingga prosesi wisuda. 

BACA JUGA: Begini Respons Jokowi Ketika Ditanya Soal Listyo Sigit Prabowo

"Ya, jadi ujian skripsi itu pada 23 Oktober 1985, Yang Mulia," kata Jokowi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis.

Setelah menjalani ujian skripsi, Jokowi kemudian mengikuti wisuda bersama lulusan dari seluruh fakultas di UGM pada 19 November 1985.

BACA JUGA: Bersaksi di Sidang Roy Suryo, Jokowi Beberkan Proses Penyusunan Skripsi hingga Lulus dengan Nilai A

Prosesi wisuda tersebut berlangsung di Gedung Purna Budaya Bulaksumur, Yogyakarta.

Jokowi mengatakan terdapat 14 mahasiswa dari Fakultas Kehutanan yang mengikuti wisuda pada kesempatan tersebut.

BACA JUGA: Jokowi Merasa Dihina dan Direndahkan, Sebut 34 Juta Orang Percaya Tuduhan Ijazah Palsu

"Satu Fakultas Kehutanan itu ada yang ikut wisuda itu ada 14 orang, Yang Mulia," ujarnya.

Jokowi mengaku tidak mengingat seluruh nama mahasiswa yang mengikuti wisuda tersebut.

Namun, Jokowi menyebut dirinya berada pada urutan ke-12 dari daftar yang diingatnya.

Dalam pemeriksaan lanjutan, jaksa kemudian menanyakan waktu penyerahan ijazah S1 kepada Jokowi setelah prosesi wisuda.

Menjawab pertanyaan tersebut, Jokowi menjelaskan bahwa ijazahnya diterbitkan pada 5 November 1985.

Adapun dua pejabat UGM yang menandatangani dokumen tersebut, yakni Rektor UGM saat itu dan Dekan Fakultas Kehutanan.

Jaksa selanjutnya memastikan bahwa ijazah S1 yang sebelumnya diperlihatkan dalam persidangan merupakan dokumen milik Jokowi.

"Betul, Yang Mulia," Jokowi menjawab ketika ditanya mengenai kepemilikan ijazah tersebut.

Lebih lanjut, jaksa juga mendalami foto yang tercantum pada ijazah tersebut dengan menanyakan apakah itu merupakan foto Jokowi atau foto seseorang bernama Dumatno Budi Utomo.

Jokowi menegaskan bahwa foto yang terpasang pada ijazah tersebut merupakan foto dirinya.

"Foto saya, Yang Mulia. Untuk apa dipasang fotonya Dumatno Budi Utomo?" jawabnya.

Lebih lanjut, Jokowi mengaku tidak mengetahui bahwa ijazah S1 miliknya dijadikan objek penelitian oleh terdakwa. Dia juga mengatakan tidak pernah menerima permintaan izin atau pemberitahuan terkait penelitian tersebut.

Jokowi kemudian menceritakan pernah didatangi rombongan menggunakan bus yang menggelar demonstrasi di kediamannya.

Tiga orang dari rombongan tersebut sempat dipersilakan masuk dan meminta dirinya memperlihatkan ijazah asli.

Namun, Jokowi menolak permintaan tersebut karena menilai rombongan itu tidak memiliki kewenangan untuk memeriksa dokumen pribadinya.

Ia mengatakan hanya bersedia menunjukkan ijazah asli apabila diminta oleh aparat kepolisian, kejaksaan, maupun pengadilan. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menko Polkam: Dinamika di Polri Bagian dari Proses Pembenahan, Masyarakat Tidak Perlu Resah
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Waspada 11 Modus Penipuan di Bandara, Rekening Terkuras Habis
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
DSI tegaskan perkuat kepercayaan dunia terhadap minyak sawit Indonesia
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Jadwal Lengkap MotoGP Qatar 2026 dan Peluang Juara Marc Marquez
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Tragedi Maut Truk Molen Bekasi, Dua Anak Korban Selamat Masih Trauma dan Terus Mencari Ibu
• 21 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.