JAKARTA, KOMPAS.TV - Memperingati 100 tahun kelahiran Frans Seda, Bentara Budaya menggelar pameran bertajuk "Untuk Tuan dan Tanah Air", di Bentara Budaya Art Galery, Menara Kompas, Rabu (4/11/2026). Pameran ini diadakan dengan untuk sumber inspirasi bagi generasi muda berkarya, menghargai keberagaman, dan mengambil bagian dalam pembangunan Indonesia.
Pameran ini digelar melalui kerja sama antara Bentara Budaya, Litbang Kompas, Keluarga Frans Seda dan Frans Seda Foundation. Melalui pameran ini diharap masyarakat dapat mengenal kembali kiprah tokoh nasional, Frans Seda yang telah berjasa di berbagai bidang mulai dari pemerintahan, ekonomi, pendidikan hingga pers.
Penghargaan Bagi Dedikasi Frans SedaCorporate Communication Director Kompas Gramedia Glory Oyong, menyampaikan dalam saambutannya Frans Seda adalah tokoh yang memiliki konsep, cakap dan berkomitmen.
“Sosok Frans Seda adalah seseorang yang punya konsep, cakap dalam bekerja, punya jejaring, dan punya komitmen yang tinggi untuk rakyat. Hari ini kita mengenang 100 tahun kelahiran Bapak Frans Seda. Kita menggelar Pameran Arsip Kompas dan Tenun Flores, sehingga bapak ibu bisa meresapi tanah kelahiran dari Pak Frans Seda," kata Glory Oyong dalam siaran pers yang diterima KompasTV, Kamis (5/11).
Pameran ini dikuratori oleh Wawan Abk dari Bentara Budaya bersama Sri Sintasari Iskandar sebagai kurator tenun.
Baca Juga: Harian Kompas dan KG Media Raih Tiga Penghargaan di Asian Media Awards 2026 - WAN-IFRA
Wawan menyampaikan, dari Frans Seda kita dapat belajar pengabdian kepada Tanah Air.
"Frans Seda tidak berhenti mengabdi untuk Tanah Air dan Tuhan, yang biasa disebut Pro Deo et Patria. Dari sini kita belajar kesetiaan Frans Seda dan Jo Seda dalam merajut Indonesia juga dalam melintasi zaman," sambung Wawan.
Bagi Frans Foundation pameran ini masyarakat dapat belajar integritas, tanggung jawab dan komitmen mengabdi kepada kepentingan yang lebih besar dari dirinya sendiri.
Lebih lanjut Frans Foundation berharap warisan Frans Seda tidak berhenti sebagai catatan sejarah seorang tokoh, tetapi dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk berkarya, menghargai keberagaman, dan mengambil bagian dalam pembangunan Indonesia.
Pameran ini dibuka pada Rabu (4/11) dan berlokasi di Bentara Budaya Art Gallery, Lantai 8 Menara Kompas, Jalan Palmerah Selatan Nomor 21, Jakarta.
Pameran ini dibuka dengan menghadirkan arsip pemberitaan, dokumentasi foro serta puluhan tenun Flores yang merekam perjalanan hidup dan pengabdian Frans Seda bagi Indonesia.
Baca Juga: KG Media Jalin Kolaborasi Sinergis dengan PT Shan Hai Map
Profil Frans SedaFrans Seda lahir di Lekebai, Flores, Nusa Tenggara Timur pada 4 Oktober 2026. Kemudian menempuh perjalanan panjang dan menjadi bagian dalam berbagai periode penting sejarah Indonesia.
Frans Seda menempuh pendidikan ekonomi di Katholieke Economische Hogeschool, Tilburg, Belanda. Frans kemudian aktif di dunia politik dan pemerintahan tanah air dengan menempati beberapa posisi diantaranya:
- Masa Presiden Soekarno, menjabat sebagai Menteri Perkebunan (1964-1966) dan Menteri Pertanian(1966).
- Masa Presiden Soeharto, menjabat sebagai Menteri Keungan (1966-1968) dan Menteri Perhubungan (1968-1973).
- Masa Presiden BJ Habibie, menjabat sebagai penasihat ekonomi pada tahun 1998.
Selain itu Frans Seda juga turut mengemban dunia pendidikan Indonesia dengan merintis pendirian Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan menjadi salah satu tokoh pendiri harian kompas pada 28 Juni 1965, bersama I.J. Kasimo, P.K. Ojong dan Jakob Oetama.
Dengan mempertemukan arsip pers, dokumentasi sejarah, dan kekayaan tenun Flores, pameran “Untuk Tuhan dan Tanah Air” membuka ruang bagi masyarakat untuk menelusuri perjalanan seorang putra Flores yang turut memberi warna bagi sejarah Indonesia.
Pameran ini berlangsung hingga 20 November 2026, setiap pukul 10.00–17.00 WIB, di Bentara Budaya Art Gallery, Lantai 8 Menara Kompas, Jalan Palmerah Selatan Nomor 21, Jakarta
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Dhimas Risang Sri Arya Naratama Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- frans seda
- 100 tahun frans seda
- bentara budaya
- untuk tuhan dan tanah air
- glory oyong





