AHY Kawal Proyek IPAL Rp 7,7 Triliun, JSDP Ditargetkan Rampung Tahun Depan

disway.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Koordinator Bidang Infrastuktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan komitmennya mengawal pembangunan Jakarta Sewerage Deveploment Project (JSDP) Zona 1 yang ditargerkan rampung pada September 2027.

"Tadi saya mendapatkan penjelasan bahwa proyek yang kurang lebih memakan anggaran Rp7,7 triliun ini, Ini harapannya bisa diselesaikan tahun depan, di bulan September tahun depan," kata AHY, Kamis, 5 November 2026.

Proyek instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang anggarannya mencapai triliunan rupiah itu, kata AHY, saat ini telah mencapai progres sekitar 76 persen. Lebih cepat dibandingkan jadwal yang ditentukan.

BACA JUGA:Pembangunan JSDP Pluit Ditarget Rampung 2027, Siap Olah Limbah 1 Juta Warga Jakarta

"Per hari ini progresnya sebetulnya lebih cepat dari timeline yang telah ditentukan, 76 persen kurang lebih ya," ujar AHY.

"Kalau tidak salah 76 persen, artinya dalam kurun waktu 8-9 bulan ke depan ini kita bisa terus kejar kejar dan pastikan bahwa benar-benar akan terwujud dengan baik," sambungnya.

AHY bilang, pembangunan JSDP menjadi salah satu upaya menghadirkan solusi permanen terhadap persoalan pengelolaan air limbah sekaligus meningkatkan ketersediaan air bersih di Jakarta.

"Karena itu sendiri merupakan permasalahan lingkuan Ketika sampah atau limbah tidak bisa kita kelola dengan baik Maka ini akan menjadi permasalahan serius bagi kesehatan masyarakat," tuturnya.

Ia mengemukakan, persoalan pengelolaan air limbah menjadi tantangan bagi kota-kota besar dengan kepadatan penduduk tinggi, termasuk Jakarta. 

Limbah rumah tangga maupun industri perlu dikelola secara baik agar tidak menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan.

Selain itu, JSDP diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat.

BACA JUGA:Tak Hanya Vaksin Malaria, Prabowo Dorong Teknologi Sampah hingga Energi Limbah Sawit

"Dengan demikian kita tidak berharap terlalu banyak melakukan ekstraksi air dalam tanah. Itulah yang sering menyebabkan land subsidence, penurunan permukaan tanah," jelasnya.

AHY menyebut, proyek yang merupakan kerja sama Indonesia dengan Jepang tersebut ditargetkan dapat melayani sekitar 1 juta penduduk atau 220 ribu keluarga dan rumah tangga.

Menurut dia, pembangunan jaringan pipa juga menjadi bagian penting yang perlu dikawal bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar manfaat proyek dapat dirasakan masyarakat.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sisi Gelap Jalan Pintas Berbuah Petaka di Film Dewi Siluman Ular
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Alasan LPSK Dampingi Ferry Boboho Bersaksi, Antisipasi Ancaman dan Tekanan di Persidangan
• 21 jam laludisway.id
thumb
Daftar Moge Kencang yang Harganya Setengah XMAX
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Kesadaran Perlindungan Meningkat, Asuransi Kesehatan Makin Dilirik
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PSM Makassar Optimistis Lolos dari Fase Grup I.League Cup 2026, Persipura Jadi Lawan Berikutnya
• 3 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.