Depok: Seorang mahasiswi program doktor (S3) Ilmu Kedokteran Universitas Indonesia (UI) ditemukan meninggal dunia di kamar indekos kawasan Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat. Korban berinisial BM, 36, ditemukan dalam kondisi tubuh telah mengalami pembusukan.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra Kurniawan mengatakan korban merupakan mahasiswa program doktor Ilmu Kedokteran UI. Jenazahnya ditemukan setelah penghuni indekos mencurigai bau menyengat yang berasal dari kamar korban.
Hendra menjelaskan, aroma tidak sedap tersebut mulai tercium oleh penghuni indekos sejak Senin, 2 November 2026. Pada awalnya, mereka menduga bau itu berasal dari bangkai tikus. Namun, kecurigaan muncul karena aroma yang tercium semakin menyengat.
"Mengetahui ada yang tidak beres di kamar BM, penghuni beramai ramai mendatangi tempat penjaga kos untuk melaporkan hal tersebut. Mendapat penjelasan, Eva penjaga kos kemudian mengecek dan mendobrak pintu kamar setelah tidak mendapat respons dari korban," kata Hendra, Kamis, 5 November 2026.
Baca Juga :
Penjaga Sekolah di Merauke Ditemukan Tewas, Polisi Amankan Pisau
Setelah pintu kamar dibuka sekitar pukul 10.00 WIB, korban ditemukan sudah meninggal dunia. Kondisi tubuhnya telah mengalami proses pembusukan dan mengeluarkan aroma menyengat. Berdasarkan perkiraan awal, korban diduga meninggal sekitar tiga hingga empat hari sebelum ditemukan.
BM diketahui telah tinggal di indekos tersebut sejak Agustus 2026. Berdasarkan keterangan pengelola, selama menetap di lokasi itu korban dikenal cenderung tertutup dan jarang berinteraksi dengan penghuni lainnya.
Menerima laporan penemuan jenazah, petugas Polres Metro Depok bersama Polsek Beji mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menjalani autopsi.
Ilustrasi. Foto: Dok. Metrotvnews.com.
"Petugas dari Polres Metro Depok dan Polsek Beji langsung mendatangi lokasi kejadian saat menerima laporan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Jasad korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dilakukan proses autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematiannya," ujar Hendra.
Hendra menegaskan, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian korban. Hasil pemeriksaan lebih lanjut terhadap jenazah diharapkan dapat membantu proses pengungkapan kasus tersebut.
"Penyebab kematian korban masih dalam proses penyelidikan, jasad korban telah dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut," ucapnya.




