Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules buka suara soal dirinya diduga masuk dalam daftar penyadapan ilegal oleh tiga tersangka yang ditetapkan Bareskrim Polri.
Hercules mengaku turut prihatin atas peristiwa yang terjadi.
“Ya, kalau saya pribadi ya, pribadi dan juga sebagai ketua umum organisasi masyarakat, artinya ya ikut prihatin gitulah, ikut prihatin,” ungkap Hercules, di Polda Metro Jaya, Kamis (5/11).
Lebih lanjut, Hercules menegaskan bahwa perbuatan yang dilakukan itu merupakan bentuk pelanggaran hukum.
Menurutnya, penyadapan ilegal tersebut adalah pengkhianatan terhadap bangsa, pengkhianat terhadap rakyat Indonesia, pengkhianat terhadap negara.
“Ini kan kalau menurut saya semacam dibilang ya pengkhianat, memang seperti itu. Kemarin saya ada di berita-berita dan juga kalau lihat Menkopolhukam, dan Mensesneg, itu sudah termasuk dikasih ke makar. Ini kita sendiri, kita semua sebagai masyarakat, kita menyesalkan itu,” terangnya.
Namun, Hercules tidak mengambil pusing terkait dugaan penyadapan yang menimpa dirinya.
Hal ini dikarenakan dirinya menilai bukan pejabat negara, bukan pengelola perusahaan negara, dan bukan cawe-cawe hukum, serta tidak pernah berurusan dengan plat merah (pemerintah).
“Kalau Hercules yang disadap ya biarin aja. (Tertawa) Hercules sudah biasa, jangan disadap. Udah, di bawah sana, di bossin aja, enggak pusing itu, mah. Apalagi mau disadapkan gitu loh. Jadi enggak pusing kalau saya sendiri disadap,” terang Hercules.
“Saya kemarin lihat. Wah, saya juga masuk urutan nomor 25 ya? Wah, ini aku makin hebat aja, aku ikuti disadap juga. Presiden disadap, petinggi-petinggi pemerintah disadap, termasuk Hercules disadap juga. Makin hebat aja Hercules ya. Ini berarti sangat-sangat diperhitungkan, loh. Padahal, saya biasa-biasa saja,” sambungnya. (ars/dpi)




