Pantau - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, resmi melantik dan mengukuhkan Pengurus Besar Asosiasi Bola Tangan Indonesia (PB ABTI) masa bakti 2026–2030 di Jakarta, Kamis, dengan menekankan peningkatan prestasi internasional sekaligus penguatan persatuan bangsa melalui olahraga.
Dalam pelantikan tersebut, Marciano kembali memberikan kepercayaan kepada Zulfydar Zaidar Mochtar untuk memimpin PB ABTI selama empat tahun ke depan.
Marciano menilai perkembangan olahraga bola tangan Indonesia menunjukkan kemajuan positif, terutama setelah para atlet berhasil meraih sejumlah medali dalam kejuaraan internasional.
"Bola tangan Indonesia sekarang ini sedang dalam posisi yang sangat baik untuk maju. Saya optimistis, kalau sampai hari ini mereka mendapatkan medali perak di tingkat Asia dan perunggu, ke depan mereka akan dapat emas untuk Indonesia," ujar Marciano.
Menurutnya, keberhasilan meraih medali perak dan perunggu di tingkat Asia menjadi modal penting bagi atlet bola tangan Indonesia untuk membidik medali emas pada kejuaraan internasional mendatang.
KONI Optimistis Bola Tangan Indonesia Mampu Raih Medali EmasMarciano mengapresiasi pencapaian atlet bola tangan Indonesia dalam berbagai kompetisi, termasuk SEA Games serta kejuaraan Asia kategori senior, junior, dan kelompok usia muda.
Ia menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan, mulai dari pengurus organisasi hingga perguruan tinggi yang mendukung pengembangan atlet nasional.
Menurut Marciano, dukungan pengurus provinsi dan berbagai lembaga pendidikan turut berkontribusi terhadap peningkatan kualitas serta daya saing atlet bola tangan Indonesia.
Prestasi yang telah diraih diharapkan menjadi motivasi bagi kepengurusan PB ABTI periode 2026–2030 untuk memperkuat kesinambungan pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Marciano juga meminta kepengurusan baru terus meningkatkan kemampuan atlet agar mampu bersaing dalam berbagai kejuaraan internasional, baik ajang olahraga multicabang maupun kejuaraan khusus bola tangan.
KONI Pusat, lanjut Marciano, berkomitmen memberikan dukungan optimal terhadap program organisasi dan pembinaan prestasi yang dijalankan PB ABTI.
"Selamat berkarya untuk Bapak Zulfydar dan jajaran pengurusnya. Kami semua, dalam hal ini KONI Pusat, tentunya akan memberikan dukungan optimal," kata Marciano.
Marciano Dorong Bola Tangan Jadi Sarana Pemersatu BangsaSelain menargetkan peningkatan prestasi, Marciano menegaskan bahwa olahraga bola tangan harus memiliki peran lebih luas sebagai sarana memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Menurutnya, olahraga memiliki kekuatan untuk mempersatukan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial, budaya, dan daerah.
Ia mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara besar yang membutuhkan semangat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Karena itu, Marciano berharap bola tangan tidak hanya berkembang sebagai cabang olahraga yang berorientasi pada prestasi, tetapi juga semakin dikenal, diminati, dan dicintai masyarakat luas.
Ia turut mendorong PB ABTI memperkuat pembinaan atlet sejak usia sekolah hingga perguruan tinggi sebagai langkah membangun regenerasi atlet nasional.
Penguatan pembinaan tersebut diharapkan dilakukan melalui kompetisi berjenjang, mulai dari kelompok usia muda hingga senior, sehingga atlet memiliki kesempatan meningkatkan kemampuan secara berkesinambungan.
Zulfydar Siap Perkuat Pembinaan Bola Tangan di 28 ProvinsiSementara itu, Ketua Umum PB ABTI periode 2026–2030, Zulfydar Zaidar Mochtar, menyatakan kesiapannya menjalankan arahan KONI Pusat, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), serta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Zulfydar menegaskan bahwa kepengurusan baru akan berupaya mencapai prestasi terbaik melalui penguatan organisasi dan pelaksanaan program pembinaan atlet yang terarah.
Menurutnya, keberhasilan pengembangan bola tangan nasional membutuhkan kerja sama solid antara pengurus pusat, pengurus provinsi, hingga pengurus kabupaten dan kota.
Saat ini, PB ABTI telah memiliki struktur kepengurusan di 28 provinsi yang menjadi modal penting untuk memperluas pembinaan sekaligus menjaring atlet potensial dari berbagai daerah.
Keberadaan organisasi di 28 provinsi tersebut diharapkan mampu mendorong pemerataan pengembangan olahraga bola tangan dan memperkuat koordinasi program pembinaan secara nasional.
"Upaya ini tidak bisa kami lakukan sendiri. Pengprov, pengurus kabupaten/kota, dan PB harus bekerja sama. Itulah modal kami dalam membangun atlet. Kami harus bekerja sama menyatukan bangsa ini lewat bola tangan Indonesia," tegas Zulfydar.
Ia menilai sinergi seluruh tingkatan organisasi menjadi faktor penting dalam mencetak atlet berprestasi sekaligus memperkuat persatuan bangsa melalui olahraga bola tangan.
PB ABTI Siapkan Liga Pelajar dan Pelatihan Wasit dalam Rakernas 2026Untuk meningkatkan kualitas pembinaan, PB ABTI telah menyiapkan sejumlah program strategis, termasuk pelatihan wasit guna mendukung penyelenggaraan kompetisi bola tangan yang lebih berkualitas.
Selain pelatihan wasit, organisasi tersebut juga merencanakan pengembangan liga pelajar yang dimulai dari tingkat daerah sebagai wadah pembinaan dan pencarian bibit atlet potensial sejak usia sekolah.
Pengembangan liga pelajar diharapkan mampu menciptakan sistem kompetisi berjenjang sekaligus memperluas kesempatan generasi muda untuk mengenal dan menekuni olahraga bola tangan.
Program pelatihan wasit dan pengembangan liga pelajar tersebut akan menjadi bagian dari pembahasan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PB ABTI 2026 yang digelar pada hari yang sama dengan pelantikan pengurus baru.
Rakernas tersebut menjadi forum penyusunan agenda kerja organisasi untuk 2027, termasuk penguatan sistem pembinaan atlet, pengembangan kompetisi, serta peningkatan prestasi bola tangan Indonesia.
Melalui kepengurusan baru dan dukungan KONI Pusat, PB ABTI diharapkan mampu memperluas pembinaan hingga daerah, meningkatkan daya saing atlet di tingkat internasional, serta menjadikan olahraga bola tangan sebagai sarana memperkuat persatuan bangsa.




