Video Pedagang Bakso di Semarang Buang Limbah ke Got Viral, Warga Protes karena Bau Masuk Rumah

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Membuang air bekas cucian peralatan memasak atau sisa kuah makanan mungkin terlihat seperti persoalan sederhana bagi pemilik usaha kuliner. 

Namun, kebiasaan tersebut dapat berubah menjadi masalah lingkungan ketika limbah yang mengandung minyak, lemak, dan sisa bahan makanan dialirkan langsung ke selokan yang digunakan bersama warga.

Persoalan ini menjadi perhatian setelah sebuah video memperlihatkan pedagang bakso di kawasan Banyumanik, Semarang, diduga membuang air bekas cucian dan kuah ke saluran got di depan rumah warga. Pemilik rumah yang merasa terganggu kemudian menegur pihak warung. 

Adu mulut yang terekam dalam video itu pun menyebar di media sosial dan memicu perdebatan mengenai tanggung jawab pelaku usaha terhadap lingkungan sekitar.

Di balik perselisihan tersebut, ada persoalan yang lebih luas daripada sekadar bau tidak sedap. Limbah usaha makanan yang tidak dikelola dengan benar berpotensi menimbulkan penyumbatan saluran, mengganggu kualitas air, serta merugikan masyarakat. 

Lantas, apakah usaha kuliner boleh membuang air bekas produksi langsung ke got? Bagaimana aturan pengelolaan limbah yang seharusnya dipenuhi pedagang makanan?

Kronologi Video Pedagang Bakso Buang Limbah ke Got di Semarang

Perselisihan tersebut bermula dari keluhan seorang pemilik rumah di kawasan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. 

Melalui akun Instagram @rabbithappyyy, ia menceritakan bahwa saluran got di depan rumahnya kerap digunakan oleh warung bakso di seberang rumah untuk membuang sisa kuah dan air cucian peralatan makan.

Menurut pengakuannya, saluran tersebut sengaja dibiarkan memiliki satu bagian terbuka karena sebelumnya tidak diizinkan oleh pengurus RT untuk ditutup seluruhnya.

Kebiasaan membuang sisa kuah itu disebut menimbulkan bau lemak dan kotoran yang masuk hingga halaman, bahkan kamar tidur rumahnya. Ia juga khawatir kandungan minyak dan lemak dapat menumpuk di saluran air sehingga memicu penyumbatan dan meningkatkan risiko genangan ketika hujan.

Pemilik rumah mengaku sudah beberapa kali menyampaikan keberatan. Namun, teguran kepada karyawan warung disebut tidak menghasilkan perubahan. Salah seorang pekerja bahkan menjawab, "kami di suruh mba".


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ombudsman tekankan objektivitas dan netralitas penilaian KIPP PRO 2026
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Kemenhaj Perketat Pemeriksaan Dokumen Haji 2027, Jamaah Terancam Gagal Berangkat Jika Visa Tidak Terbit
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Jelang Menikah, Terungkap Kisah Cinta Gusti Sura dan Putra Pendiri Rosalia Indah KPH FX Adimas Rosdian, Kenal Sejak 2015
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Pengakuan Andoni Iraola usai Liverpool Dibungkam Fenerbahce 2-3 di Liga Champions, Soroti Buruknya Pertahanan
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Surplus Neraca Perdagangan September 2026 Menyusut, Mendag: Tren Perdagangan Tetap Kuat
• 18 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.