JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Koordinator Bidanh Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengandalkan Jakarta Sewerage Development Projetc (JSDP) sebagai salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Jakarta sekaligus menekan penggunaan air tanah.
Hal tersebut disampaikan AHY saat meninjau lokasi proyek instalasi pengolahan air limbah (IPAL) JSDP Zona 1 di Jakarta Utara, Kamis, 5 November 2026.
BACA JUGA:Fakta-Fakta Persidangan Kasus Ijazah Jokowi, Kronologi Lulusan UGM hingga Berkumis Tipis dan Berkacamata
Proyek IPAL Zona 1 itu, kata AHY, diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap ekstraksi air tanah yang selama ini menjadi salah satu faktor penyebab penurunan muka tanah atau land subsidence di Jakarta.
AHY bilang, persoalan ketersediaan air bersih masih menjadi tantangan bagi kota besar dengan kepadatan penduduk tinggi.
Karena itu, pembangunan fasilitas pengolahan air limbah perlu dikawal agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat.
"Dengan demikian kita tidak berharap terlalu banyak melakukan ekstraksi air dalam tanah. Itulah yang sering menyebabkan land subsidence, penurunan permukaan tanah," kata AHY, Kamis.
BACA JUGA:Refly Harun Bongkar Kejanggalan Ijazah saat Jokowi Perlihatkan Dokumen di Persidangan
Dia mengemukakan, air limbah yang telah melalui proses pengolahan di fasilitas IPAL nantinya akan diarahkan ke Waduk Pluit. Kapasitas pengolahan yang direncanakan mencapai 3.000 liter per detik.
AHY berharap, kapasitas tersebut dapat membantu mengurangi beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Terutama di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat.
"Kalau 3.000 liter per detik ini bisa lancar setiap hari, setiap saat, maka mudah-mudahan bisa mengurangi beban masyarakat untuk mendapatkan air bersih yang mencukupi," ungkapnya.
Menurut AHY, pengelolaan air limbah juga berkaitan erat dengan persoalan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
BACA JUGA:AHY Kawal Proyek IPAL Rp 7,7 Triliun, JSDP Ditargetkan Rampung Tahun Depan
Limbah rumah tangga maupun industri yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menimbulkan masalah serius bagi kawasan perkotaan.
Diketahui, pembangunan JSDP Zona 1 merupakan proyek strategis nasional hasil kerja sama Indonesia dengan Jepang.
- 1
- 2
- »





