HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Perjalanan panjang Cristiano Ronaldo bersama Timnas Portugal akhirnya mencapai garis finis. Megabintang sepak bola berusia 41 tahun itu resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari sepak bola internasional pada Kamis (5/11/2026).
Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri pengabdian Ronaldo selama 23 tahun bersama Selecao das Quinas. Sebuah perjalanan yang dipenuhi gol, trofi, rekor dunia, hingga berbagai momen emosional yang membuat namanya menjadi salah satu legenda terbesar sepak bola Portugal.
Ronaldo menyampaikan keputusan tersebut melalui sebuah video perpisahan berdurasi sekitar lima menit yang diunggah melalui media sosialnya.
Dalam pesan tersebut, mantan pemain Manchester United dan Real Madrid itu mengungkapkan rasa bangga karena pernah mendapatkan kesempatan mengenakan seragam kebesaran Portugal.
Nomor punggung tujuh yang selama ini identik dengannya kini akan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Untuk masyarakat Portugal, hari ini tiba saatnya saya menyerahkan kembali nomor tujuh tim nasional. Saya tidak pernah merasa nomor itu hanya milik saya, tetapi selama 23 tahun saya mendapatkan kehormatan dan tanggung jawab untuk mengenakan, membela, serta membawanya ke stadion-stadion di seluruh dunia,” demikian pesan perpisahan Ronaldo.
Keputusan tersebut datang setelah hubungannya dengan pelatih Portugal, Jorge Jesus, mengalami ketegangan dalam beberapa waktu terakhir.
Perselisihan keduanya mencuat setelah Ronaldo merasa pelatih tidak menepati janji mengenai kesempatan bermain. Situasi semakin memanas ketika Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan tim nasional menjelang pertandingan.
Ronaldo kemudian mendapatkan hukuman larangan bermain selama 30 hari dan denda akibat tindakannya tersebut.
Meski demikian, perpisahan ini bukan berarti Ronaldo langsung mengakhiri karier sepak bolanya. Ia masih berstatus pemain profesional dan saat ini membela klub Arab Saudi, Al Nassr.
23 Tahun, 234 Penampilan dan 146 Gol
Ronaldo meninggalkan Timnas Portugal dengan catatan yang sulit disamai pemain lain.
Sejak menjalani debut internasional pada Agustus 2003, ia telah mencatatkan 234 penampilan dan mengemas 146 gol.
Catatan tersebut menjadikannya pemegang rekor penampilan dan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah sepak bola internasional putra.
Lebih dari sekadar angka, Ronaldo juga menjadi bagian penting dalam perubahan sejarah sepak bola Portugal.
Puncaknya terjadi pada Euro 2016. Ketika itu, Portugal berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Prancis di partai final.
Ronaldo memang tidak mampu menyelesaikan pertandingan final akibat cedera. Namun, ia tetap memberikan dukungan kepada rekan-rekannya dari pinggir lapangan.
Selain Euro 2016, Ronaldo juga mengantarkan Portugal menjuarai UEFA Nations League pada 2019 dan 2025.
Ia turut menjadi pemain pertama yang tampil dan mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia.
Dalam pidato perpisahannya, Ronaldo tidak menutupi bahwa perjalanan bersama Portugal juga dipenuhi masa-masa sulit.
Ada kekalahan, kegagalan, hingga momen ketika dirinya tidak mampu memenuhi harapan masyarakat.
“Saya juga pernah gagal. Saya juga pernah menderita. Ada saat-saat ketika saya tidak bisa memberikan apa yang begitu diinginkan masyarakat Portugal. Namun, saya tidak pernah menyerah,” ujar Ronaldo.
“Dan yang terpenting, saya tidak pernah berhenti merasa bangga mewakili Portugal.”
Kemenangan Terbesar Bukan Sekadar Trofi
Salah satu bagian paling emosional dalam pesan perpisahan Ronaldo adalah ketika ia berbicara mengenai makna mengenakan seragam Portugal.
Baginya, sepak bola tidak hanya tentang jumlah gol, trofi, atau rekor yang berhasil dicatatkan sepanjang karier.
Ada hubungan emosional dengan masyarakat yang jauh lebih berharga dan tidak bisa diukur menggunakan statistik.
Ronaldo juga mengenang momen ketika lagu kebangsaan Portugal berkumandang sebelum pertandingan dimulai.
Baginya, saat tersebut menjadi pengingat bahwa dirinya bukan hanya bermain untuk sebuah tim, tetapi membawa kebanggaan seluruh masyarakat negaranya.
“Saya menghabiskan hidup untuk bekerja menjadi pemain terbaik di dunia. Hari ini, saya menyadari bahwa kemenangan terbesar saya adalah mendapatkan kehormatan untuk mewakili negara terbaik di dunia,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga, rekan setim, pelatih, staf tim nasional, serta para pendukung yang selalu memberikan dukungan selama lebih dari dua dekade.
Ronaldo memastikan keputusan meninggalkan tim nasional tidak akan mengubah kecintaannya terhadap Portugal.
Ia tetap akan mengikuti perjalanan negaranya dan merasakan kegembiraan setiap kali Portugal meraih kemenangan.
“Hari ini, perjalanan saya di lapangan bersama tim nasional berakhir. Saya pergi dengan kepala tegak, bangga dengan perjalanan yang telah saya lalui, dan mengetahui saya sudah memberikan segalanya untuk Portugal,” katanya.
“Portugal akan selalu ada di dalam diri saya. Selamanya.”
Masih Bermain di Al Nassr, Bagaimana Jika ke Persib Bandung?
Pensiun dari tim nasional bukan berarti Ronaldo akan segera menggantung sepatu dari sepak bola profesional.
Di usianya yang sudah menginjak 41 tahun, Ronaldo masih memiliki ambisi untuk melanjutkan karier bersama Al Nassr.
Bahkan, ia masih memburu pencapaian 1.000 gol sepanjang karier profesionalnya. Berdasarkan catatan yang diberitakan Associated Press pada Kamis (5/11/2026), Ronaldo telah mengoleksi 985 gol.
Situasi ini membuat masa depan Ronaldo di level klub tetap menarik untuk diperbincangkan.
Saat ini, Al Nassr menjadi klub yang masih dibelanya. Sejumlah laporan media internasional juga menyebut Ronaldo diperkirakan mengakhiri karier klubnya di Arab Saudi pada akhir musim ini.
Namun, jika membayangkan perjalanan kariernya berlanjut ke panggung yang berbeda, bagaimana jika suatu hari Cristiano Ronaldo memilih bermain di Indonesia?
Nama Persib Bandung tentu bisa menjadi salah satu imajinasi menarik bagi pencinta sepak bola Tanah Air.
Bayangkan megabintang yang pernah memperkuat Manchester United, Real Madrid, Juventus, hingga Al Nassr itu tampil mengenakan seragam biru Maung Bandung.
Kehadirannya tentu akan menjadi fenomena besar bagi sepak bola Indonesia. Persib berpotensi mendapatkan perhatian dunia, sementara kompetisi sepak bola nasional akan menjadi sorotan penggemar Ronaldo dari berbagai negara.
Namun, untuk saat ini, kemungkinan tersebut sebatas imajinasi. Belum ada informasi atau pengumuman resmi yang menghubungkan Ronaldo dengan Persib Bandung.
Yang pasti, keputusan meninggalkan Timnas Portugal menandai berakhirnya satu babak besar dalam perjalanan kariernya.
Setelah 23 tahun mempersembahkan kemampuan terbaik untuk negaranya, Ronaldo kini bisa lebih berkonsentrasi pada perjalanan terakhirnya di level klub.
Bagi Portugal, kehilangan Ronaldo bukan sekadar kehilangan seorang pencetak gol. Mereka harus melanjutkan perjalanan tanpa sosok yang selama lebih dari dua dekade menjadi simbol, kapten, sekaligus inspirasi bagi generasi sepak bola mereka.
Sementara bagi Ronaldo, nomor tujuh Portugal mungkin segera berpindah tangan. Namun, warisan yang ditinggalkannya akan tetap menjadi bagian dari sejarah sepak bola dunia.





