HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — PSM Makassar menghadapi tantangan berat pada pekan kesembilan Super League 2026/2027. Pasukan Darije Kalezic harus bertandang ke markas Borneo FC Samarinda yang tengah menunjukkan performa impresif di kompetisi musim ini.
Pertandingan di Stadion Segiri, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (7/11/2026), pukul 16.30 Wita, diprediksi menjadi ujian serius bagi Juku Eja.
Borneo FC bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Pesut Etam dikenal sebagai salah satu tim papan atas yang memiliki kekuatan merata dan mampu memanfaatkan keuntungan bermain di kandang sendiri.
Di sisi lain, PSM Makassar datang dengan sejumlah persoalan. Posisi mereka masih tertahan di papan bawah klasemen sementara. Ketajaman lini depan juga menjadi perhatian setelah penyerang utama Lars Veldwijk belum mencetak gol di Super League 2026/2027.
Meski demikian, bukan berarti PSM Makassar tidak memiliki peluang untuk membuat kejutan.
Pengamat sepak bola Imran Amirullah menilai pertandingan menghadapi Borneo FC memang akan berlangsung berat. Namun, Juku Eja memiliki modal positif setelah meraih kemenangan dalam pertandingan League Cup 2026/2027.
PSM Makassar sebelumnya menaklukkan De Red FC dengan skor 2-0 pada pertandingan Grup K, Selasa (3/11/2026).
Kemenangan tersebut menjadi bekal penting untuk meningkatkan kepercayaan diri pemain sebelum menghadapi lawan yang memiliki kualitas lebih tinggi.
“Alhamdulilah PSM (menang) lawan tim Liga 2,” kata Imran Amirullah.
Kendati demikian, Imran mengingatkan bahwa kemenangan di League Cup tidak bisa dijadikan ukuran mutlak untuk menghadapi Borneo FC.
Menurutnya, PSM Makassar harus menyadari bahwa lawan yang akan dihadapi memiliki level kompetisi yang berbeda.
“Lawan Borneo FC lain karena ini sama-sama Liga 1,” ungkapnya.
Borneo FC merupakan tim yang memiliki kemampuan untuk memberikan tekanan sepanjang pertandingan. Karena itu, PSM Makassar tidak cukup hanya mengandalkan kepercayaan diri dari kemenangan sebelumnya.
Konsentrasi dan kerja keras menjadi faktor penting untuk menjaga peluang mendapatkan hasil positif.
“Dan Borneo FC tim papan atas jadi PSM harus fokus dan kerja keras lagi,” tuturnya.
- Kemenangan di League Cup Jadi Modal Kepercayaan Diri
Salah satu alasan PSM Makassar berpeluang memberikan kejutan adalah hasil positif yang baru saja diraih di League Cup.
Kemenangan 2-0 atas De Red FC menjadi momentum bagi tim untuk memperbaiki suasana ruang ganti setelah sebelumnya menelan kekalahan dari Madura United.
Pada pekan kedelapan Super League, PSM Makassar harus mengakui keunggulan Madura United dengan skor 0-1 di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sabtu (31/10/2026).
Kekalahan tersebut membuat Juku Eja kembali kehilangan poin penting dalam persaingan di papan bawah.
Namun, kemenangan atas De Red FC setidaknya memberikan kesempatan bagi para pemain untuk kembali merasakan hasil positif.
Selain itu, pertandingan League Cup juga menjadi ruang bagi sejumlah pemain untuk memperlihatkan kemampuan mereka.
Kodai Tanaka dan Abdul Rahman menjadi dua nama yang mencuri perhatian setelah menyumbangkan gol dalam kemenangan tersebut.
Kondisi ini bisa menjadi pertimbangan bagi Darije Kalezic dalam menentukan komposisi pemain yang akan diturunkan menghadapi Borneo FC.
Meski demikian, kemenangan atas De Red FC tetap harus diikuti dengan performa yang lebih konsisten ketika menghadapi lawan yang memiliki kualitas lebih tinggi.
- Strategi Rotasi Darije Kalezic
Jadwal padat menjadi tantangan lain yang harus dihadapi PSM Makassar.
Pada November ini, Juku Eja harus menjalani sejumlah pertandingan dengan jarak waktu yang relatif berdekatan. Kondisi tersebut membuat kebugaran pemain menjadi salah satu faktor penting.
Darije Kalezic pun telah memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut.
Pelatih asal Bosnia itu mengakui bahwa timnya harus mampu mengelola energi agar tidak kehabisan tenaga ketika menghadapi pertandingan berikutnya.
Usai kemenangan atas De Red FC, Darije langsung mengalihkan fokus untuk menghadapi Borneo FC.
“Saya kira kita memainkan permainan yang solid hari ini dan kita ketahui bersama hari Sabtu dan ini jadwal yang padat,” kata Darije Kalezic usai pertandingan.
Ia menjelaskan, PSM Makassar berusaha tidak menghabiskan terlalu banyak energi dalam pertandingan League Cup.
“Dan di pertandingan ini kita mencoba untuk tidak menghabiskan banyak energi,” ungkapnya.
Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan melakukan rotasi pemain.
Darije memberikan kesempatan kepada pemain yang selama ini belum mendapatkan banyak menit bermain.
“Kita melakukan rotasi perubahan di banyak posisi dan memberikan kesempatan ke pemain-pemain yang mempunyai menit bermain yang sedikit,” terangnya.
Strategi tersebut dapat menjadi keuntungan bagi PSM Makassar ketika menghadapi Borneo FC.
Pemain yang mendapatkan kesempatan tampil di League Cup bisa menjadi alternatif untuk menjaga kebugaran pemain utama.
Rotasi juga memungkinkan Darije menyiapkan komposisi yang lebih segar untuk menghadapi intensitas permainan Borneo FC.
Namun, keputusan melakukan rotasi tetap harus mempertimbangkan keseimbangan tim. PSM membutuhkan pemain yang tidak hanya bugar, tetapi juga mampu menjalankan strategi dengan disiplin.
- Ketajaman Lini Depan Harus Segera Diperbaiki
Persoalan lain yang tidak bisa diabaikan adalah efektivitas lini depan.
Lars Veldwijk telah memainkan enam pertandingan bersama PSM Makassar di Super League 2026/2027. Namun, penyerang berpaspor Afrika Selatan itu belum mencetak satu gol pun.
Lars memang sempat memberikan kontribusi dalam proses terciptanya gol PSM Makassar.
Pada pekan kelima, ia menjadi bagian penting dari serangan balik yang berujung gol Achmat Fahrul Aditia ketika menghadapi PSIM Yogyakarta.
Sementara pada pekan keenam, umpan silangnya ke kotak penalti Persebaya Surabaya berujung gol bunuh diri Yuran Fernandes yang memastikan kemenangan PSM.
Namun, kontribusi tersebut belum cukup untuk menjawab kebutuhan PSM terhadap seorang penyerang yang mampu mengonversi peluang menjadi gol.
Ketika menghadapi Madura United, Lars bahkan mencatatkan empat tembakan tanpa satu pun mengarah ke gawang.
Situasi tersebut membuat suporter mulai mendorong adanya perubahan di lini depan.
The Macz Man Balikpapan, Syamsul Bahri, menilai Kodai Tanaka, Abdul Rahman, hingga Riski Aditia dapat menjadi alternatif.
“Abdul Rahman atau Riski Aditia jika ingin menggunakan lokal atau ada Kodai Tanaka dan di awal kita sudah lihat perform Kodai. Sayang Luka Cumic cedera, padahal bisa jadi opsi bagus lainnya,” katanya, Kamis (5/11/2026).
Bagi Syamsul, PSM Makassar membutuhkan penyerang yang memiliki karakter pekerja keras, mampu mencari ruang, serta mempunyai penyelesaian akhir yang baik.
“Kita butuh striker tipikal pekerja, pintar cari posisi dan mampu olah bola, terpenting bisa menyelesaikan peluang dimiliki menjadi gol. Intinya dia ngotot dan finishing-nya bagus,” sebutnya.
Evaluasi tersebut bisa menjadi perhatian Darije Kalezic menjelang pertandingan di Samarinda.
PSM membutuhkan penyerang yang mampu memanfaatkan setiap peluang. Sebab, menghadapi tim sekelas Borneo FC, kesempatan mencetak gol bisa saja tidak datang berkali-kali.
- Militansi dan Mentalitas Menjadi Penentu
Selain strategi dan komposisi pemain, mentalitas menjadi faktor yang tidak kalah penting.
PSM Makassar saat ini berada di peringkat ke-13 klasemen sementara dengan koleksi sembilan poin.
Jarak mereka dengan PSS Sleman yang berada di zona merah hanya lima poin.
Situasi tersebut membuat PSM membutuhkan tambahan poin untuk menjauh dari papan bawah.
Syamsul berharap para pemain mampu menunjukkan semangat pantang menyerah ketika menghadapi Borneo FC.
“Semoga pertandingan besok lusa bisa meraih kemenangan tentunya dengan semangat dan mentalitas menang. Motivasi itu yang perlu ditanamkan di tim,” ucapnya.
Namun, tantangan yang dihadapi PSM tidak ringan.
Terakhir kali Juku Eja meraih kemenangan tandang atas Borneo FC terjadi pada 2018.
Dalam enam pertandingan tandang terakhir menghadapi Pesut Etam, PSM Makassar menelan empat kekalahan dan dua kali bermain imbang.
Catatan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Darije Kalezic dan para pemainnya.
Untuk memutus tren buruk tersebut, PSM harus mampu menjaga konsentrasi, memenangkan duel, serta tidak memberikan ruang terlalu besar bagi Borneo FC untuk mengembangkan permainan.
Syamsul pun berharap militansi para pemain menjadi modal utama untuk mencuri kemenangan di Samarinda.
“Pastinya harapan kami permainan yang militan agar bisa menang,” pungkasnya.
Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi PSM Makassar untuk membuktikan bahwa kemenangan atas De Red FC bukan sekadar hasil sementara.
Dengan strategi rotasi yang tepat, mentalitas yang kuat, serta perbaikan efektivitas lini depan, Juku Eja memiliki peluang untuk memberikan kejutan.
Bagi Lars Veldwijk, laga ini juga menjadi momentum untuk menjawab kritik. Sementara bagi Darije Kalezic, pertandingan di Stadion Segiri menjadi ujian untuk membuktikan bahwa racikan taktiknya mampu membawa PSM keluar dari tekanan.
Kemenangan tentu tidak mudah diraih. Namun, dengan kerja keras dan disiplin sepanjang pertandingan, PSM Makassar masih memiliki kesempatan untuk membawa pulang hasil positif dari Samarinda.





