Jokowi Ungkap Alasan Merasa Dihina: Disebut Mukidi, Mulyono, hingga Jokodok

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkap alasan dirinya merasa dihina dan direndahkan hingga melaporkan sejumlah pihak ke polisi. Pelaporan itu salah satunya terkait tudingan ijazah palsu yang menjerat Tifauzia Tyassuma alias dr Tifa sebagai terdakwa.

Ia menyinggung beberapa julukan yang ditujukan kepadanya, mulai dari Mukidi, Mulyono, hingga Jokodok.

Hal itu disampaikan Jokowi saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11).

Awalnya, kuasa hukum dr Tifa meminta Jokowi menerangkan mengapa dirinya merasa dihina sehina-hinanya dan direndahkan serendah-rendahnya hingga membuat laporan polisi terkait tudingan ijazah tersebut.

Jokowi kemudian menyinggung sejumlah julukan yang ditujukan kepadanya.

"Saudara Saksi, saya mau bertanya. Bisa jelaskan maksud Saudara menyatakan merasa dihina sehina-hinanya dan direndahkan serendah-rendahnya, sehingga Saudara melakukan laporan polisi?" tanya kuasa hukum dr Tifa.

"Coba Yang Mulia bayangkan kalau Yang Mulia ditulis seperti saya," jawab Jokowi.

"Ditulis: 'Mukidi a.k.a Mulyono a.k.a Jokodok'. Kemudian menyampaikan: 'ijazah palsunya Mukidi', kemudian 'skripsi aspalnya Mukidi'," terangnya lebih lanjut.

Kuasa hukum kemudian menyangkal pernyataan Jokowi dengan menyebut bahwa tulisan yang dimaksud tidak secara langsung bertulis Jokodok, melainkan singkatan JKDK.

Jokowi pun kembali menjawab kalau sebutan tersebut sudah pasti mengarah kepadanya.

"Ya, Kalau semua orang baca yang namanya JKDK itu ya Jokodok," jelasnya.

Adapun, perkara ini bermula dari laporan ajudan Jokowi, yakni Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah, yang menemukan sejumlah unggahan media sosial yang memuat narasi ijazah palsu.

Pada 26 Maret 2025, saat sedang dalam perjalanan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Syarif memperlihatkan tiga unggahan awal, dua dari YouTube dan satu dari platform X, kepada Jokowi.

Unggahan tersebut secara terang-terangan menyerang kehormatan Jokowi dengan menuduh ijazah S1 miliknya dari UGM adalah ijazah palsu.

Mengetahui hal tersebut, Jokowi langsung menginstruksikan Syarif untuk menghubungi tim penasihat hukum untuk melacak dan mengumpulkan bukti-bukti unggahan serupa yang beredar di medsos.

Proses pengumpulan dan pelaporan bukti tersebut terus berlanjut hingga periode 22 April sampai 21 Mei 2025. Bertempat di kediaman Jokowi di Kompleks Lemigas, Jakarta Selatan, Syarif kembali memperlihatkan kumpulan 28 unggahan media sosial yang secara masif menyebarkan isu ijazah palsu tersebut.

Dari 28 bukti unggahan yang dilaporkan oleh Syarif itulah, ditemukan sejumlah konten yang secara spesifik mengarah ke dr Tifa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Google Matikan Akses Mesin Pencari Search di Sekolah yang Tolak Fitur AI
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Jakarta Kondusif, Tidak Ada Pengamanan Berlebihan di Area Istana
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Fremantle Beri Sinyal Sekuel The Longest Wait, Cerita Lanjutan Perjuangan Timnas Indonesia?
• 34 menit lalubola.com
thumb
Danantara (DAM) Jadi Pemegang Saham GMFI, Siap Disetorkan ke Garuda (GIAA)
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Zulhas Beberkan Strategi Tak Lagi Bergantung Impor Pangan di Senator Menyapa
• 2 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.