Pegiat media sosial Ferry Koto menegaskan bahwa masyarakat tidak memedulikan drama elite politik terkait dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto hingga isu calon wakil presiden (cawapres) Dasco Ahmad.
Menurutnya, hal yang menjadi perhatian masyarakat justru persoalan nyata, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah merenggut ribuan nyawa, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga masih maraknya korupsi.
Ia mendesak pemerintah untuk segera menuntaskan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat tersebut.
"Padahal rakyat ndak peduli Bang. Mau sadap menyadap, mau ganti wapres, mau kelahi kalian, tabok-tabokan, ndak peduli," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Kamis (5/11).
"Yang kami pedulikan adalah Karhutla yang sudah merenggut ribuan nyawa rakyat, harga-harga yang melambung, korupsi yang masih marak saat rakyat makin sulit, dll. Itu bereskan." tandasnya.
Sebagai informasi, mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo disebut telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto, sejumlah pejabat negara, tokoh politik, media, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga kalangan pengusaha.
Pengumuman mengenai kasus tersebut disebut disampaikan langsung oleh Kabareskrim Polri Komjen Pol Asep Safrudin pada Selasa malam (3/11/2026).
Baca Juga: Dukung pemerintah, ParagonCorp Bantu Perjuangan Petugas Karhutla
Listyo Sigit disebut ditetapkan sebagai tersangka bersama dua jenderal polisi aktif lainnya, yakni Kadivkum Polri Irjen Ahrie Sonta Nasution dan Irjen Pol Eko Hadi Santoso.
Ketiganya diduga melakukan penyadapan tanpa melalui prosedur resmi atau illegal tapping selama periode 2025 hingga 2026.





